Utang RI Semakin Meningkat di Era Kepemimpinan Jokowi, Kenapa ya?

author Eka Ratna Sari

- Pewarta

Senin, 20 Nov 2023 19:37 WIB

Utang RI Semakin Meningkat di Era Kepemimpinan Jokowi, Kenapa ya?

Optika.id - Dewan Pusat Nasional Corruption Watch (NCW) kembali memperhatikan rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menarik utang senilai Rp648,1 triliun pada tahun 2024. Tujuannya adalah untuk menekan defisit anggaran serta membiayai investasi di dalam negeri.

"Berdasarkan informasi dari Buku II Nota Keuangan RAPBN 2024, jumlah utang yang akan diambil tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi APBN 2023 yang sebesar Rp406,4 triliun. Namun, jumlahnya lebih rendah dari realisasi utang pada tahun 2022 yang mencapai Rp696 triliun," ungkap Ketua Umum DPP NCW, Hanifa Sutrisna, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Senin (20/11/2023). 

Baca Juga: Kata Sri Mulyani Tentang Pertemuan dengan Prabowo-Jokowi, Bahas Apa ya?

Hanifa mempertanyakan alokasi utang luar negeri Indonesia saat pandemi Covid-19. Menurutnya, selama masa pandemi, tidak dijelaskan secara terperinci oleh Presiden Jokowi mengenai penggunaan dana pinjaman tersebut.

"Ketika terjadi pandemi Covid-19, hanya diinformasikan bahwa pendapatan negara turun sedangkan belanja pemerintah meningkat," ujar Hanifa.

Berdasarkan data yang diperoleh NCW, pemerintah Jokowi telah meminjamkan sejumlah besar dana pada tahun 2020 sebesar Rp1.229,6 triliun, dan pada tahun 2021 sebanyak Rp870,5 triliun. Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa meskipun ada rencana untuk mengambil utang sebesar Rp648 triliun pada 2024, pemerintah tidak akan bersikap gegabah.

"Dari data Kementerian Keuangan hingga 31 Juli 2023, tercatat utang pemerintah pusat mencapai Rp7.855,53 triliun yang terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp6.985,2 triliun dan pinjaman sebesar Rp870,33 triliun," jelas Hanifa.

Hanifa menekankan bahwa sumber pendapatan negara dari pajak dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari bisnis pertambangan seharusnya dapat menutup defisit anggaran pemerintahan Jokowi untuk membayar utang yang jatuh tempo pada tahun 2023.

Baca Juga: Tokoh Petisi 100 Desak DPR Makzulkan Jokowi

"Kebijakan pemerintahan Jokowi tentang Tax Holiday bagi investor hilirisasi mineral kelas A dianggap tidak tepat sasaran oleh sebagian pihak karena durasi pembebasan pajak yang terlalu panjang," tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait pernyataan capres Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto, bahwa akan memberikan makan siang gratis kepada anak-anak saat kunjungan ke pesantren di Malang, Hanifa mengungkapkan bahwa dana untuk program tersebut berasal dari pengelolaan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang akan dihidupkan kembali.

"Prabowo mengklaim bahwa dana itu berasal dari pengelolaan IUP yang akan dihidupkan kembali oleh Bahlil. Organisasi yang mendukung Prabowo-Gibran akan mendapatkan alokasi IUP pertambangan. Ini terlihat seperti kepemilikan pribadi Prabowo dan Bahlil, yang menggunakan sumber daya negara untuk kepentingan pemenangan Pilpres 2024," ungkap Hanifa.

Hanifa menegaskan bahwa tindakan seperti ini seharusnya mengundang kekhawatiran dan diduga merupakan upaya korupsi terselubung.

Baca Juga: Megawati Sebut Pemerintahan Jokowi Mirip Orde Baru, Gerinda: Amanah Rakyat

"Dari informasi yang kami dapatkan dari internal Koalisi Indonesia Maju, nampaknya dana untuk program makan gratis bagi anak-anak tersebut direncanakan berasal dari dana yang diperoleh dari pengelolaan IUP yang akan dihidupkan kembali oleh Bahlil. Ini akan dibagikan kepada organisasi yang mendukung pemerintahan Jokowi, seperti PBNU dan PPM," bebernya.

“Negara ini tampaknya hanya dimiliki oleh Prabowo Subianto dan Bahlil Lahadalia saja, mereka dengan bebas memanfaatkan sumber daya mineral Indonesia demi kepentingan kelompok tertentu. Perilaku seperti ini harus segera dihentikan," pungkas Hanifa.

Hanifa menambahkan bahwa NCW mendukung langkah civil society untuk menentang arogansi pemerintahan Jokowi jika terbukti menggunakan segala cara untuk memenangkan Pilpres 2024.

Editor : Pahlevi

Tag :

BERITA TERBARU