Bye, Syukran

author Dani

- Pewarta

Kamis, 30 Nov 2023 15:45 WIB

Bye, Syukran

Oleh: Cak Ahmad Cholis Hamzah

Baca Juga: Hasil Pilpres 2024, Amerika Serikat Masih Wait and See

Optika.id - Judul diatas adalah ucapan seorang wanita muda Israel yang disandera Hamas bernama Maya Regev ketikamembalas ucapan pejuang Hamas kepadanya “Good Bye, Maya” atau “Selamat Tinggal Maya”, dan dia menjawab“Bye, Syukran” atau “Selamat Tinggal, Terima Kasih”. Maya Regev, diculik dari Nova Music Festival pada saat pejuang Hamas menyerbu Israel pada tanggal 7 Oktober 2023 pagi hari, dia di antara sandera Israel yang dibebaskan dari Gaza. Saudara laki-laki Maya yang berusia 18 tahun, Itai dan teman mereka Omer tidak termasuk di antara 13 orang Israel yang dibebaskan pada hari Sabtu Regev adalah sandera pertama dari festival Nova yang kembali ke rumah. Pembebasan sandera itu adalah kesepakatan alam genjata sementara antara Israel dan Hamas dan direkam dalam video.

Perlakuan yang manusiawi pejuang Hamas kepada sanderanya menjadi viral di dunia maya dan memunculkan simpati kepada pejuang Hamas yang memperlakukan sanderanya dengan penuh kemanusiaan berdasarkan agama yang taat dianut mereka. Apa yang membuat cerita ini bahkan lebih luar biasa adalah kelembutan tak terduga yang ditampilkan oleh para pejuang Palestina. Terlepas dari keadaan yang keras, mereka tampaknya menghibur dan melayani setiap sandera, meninggalkan kesan abadi pada mereka yang mereka tahan. Perlakuan manusiawi yang tak terduga ini telah membuat banyak tawanan, termasuk Maya, kagum dengan belas kasih yang ditunjukkan oleh militan Palestina.

Jackson Hinkle seorang aktivis politik Amerika Serikat mengatakan tatapan mata Maya kepada penyanderanya tidak bisa berbohong, karena dia dengan tulus bersimpati pada pejuang Hamas yang menyanderanya. Jackosn Hinkle juga mengatakan bahwa video pembebasan Maya yang mengucapkan selamat tinggal kepada penyanderanya tidak mungkin muncul di media mainstream di Amerika Serikat seperti CNN dan Fox.

Baca Juga: Membuka Fakultas Kedokteran Tidak Gampang

Selain Maya ada seorang wanita Israel yang ditahan oleh sayap militer gerakan perlawanan Palestina Hamas selama perang di Jalur Gaza telah berterima kasih kepada para pejuang gerakan atas perilaku baik dan manusiawi mereka. Dia bernama Daniel Aloni yang memuji kebaikanpejuang Hamas dalam sebuah surat yang ditulisnya. Dia ditahan di Gaza bersama putrinya yang berusia enam tahun, Emelia. Surat itu ditulis dalam bahasa Ibrani ketika Aloni berada di tahanan di mana dia memuji perilaku pejuang Brigade Al-Qassam yang menemani dan menjaga dia dan putrinya selama hari-hari yang mereka habiskan di wilayah yang diblokade. Daniel dan putrinya termasuk di antara kelompok pertama tawanan Israel yang dibebaskan pada hari Jumat setelah gerakan Hamas mencapai kesepakatan pertukaran tahanan dengan Israel. Tawanan Israel lainnya yang dibebaskan juga telah bersaksi tentang perlakuan baik yang mereka terima saat berada di penangkaran Hamas. seorang wanita Israel berusia 85 tahun mengatakan para pejuang Hamas menyediakan semua kebutuhan para tawanan dan memberi mereka makanan yang sama dengan yang mereka makan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pejabat dan media Israel mengecam pernyataan para sandera Israel yang menyebutkan kebaikan hati para pejuang Hamas yang penuh dengan nilai kemanusiaan itu– sebagai sebuah propaganda Hamas.

Baca Juga: Guru Besar Tersinggung

Pemerintah dan tentara Israel IDF tidak bisa menyembunyikan kenyataan itu yang memunculkan rasa simpati dunia kepada Hamas, apalagi sandera Palestina yang dibebaskan Israel menceritakan kebrutalan tentara Israel dalam memperlakukan para tawanan Palestina yang dianggap sebagai “sub-human” atau “binatang” dengan siksaan, ancaman mati dan tidak memberikan pengobatan yang layak bagi tawanan Palestina yang sakit keras.

Banyak pendapat dari pengamat politik dan militer serta akademisi didunia ini yang mengatakan bahwa Israel mungkin memenangkan pertempuran tapi sebenarnya kalah dalam peperangan karena simpati dunia tertuju pada bangsa Palestina dan dunia mengecam tindakan Israel melakukan genosida terhadap bangsa Palestina.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU