Hadapi Laporan Polisi, Aiman Witjaksono Didampingi 1.000 Pengacara

author Dani

- Pewarta

Kamis, 07 Des 2023 22:25 WIB

Hadapi Laporan Polisi, Aiman Witjaksono Didampingi 1.000 Pengacara

i

Screenshoot YouTube

Optika.id - Sebanyak 1.000 pengacara siap mendampingi Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Aiman Witjaksono. Ia dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait unggahan di akun instagram pribadi miliknya. 

Atas laporan itu, pihak kepolisian sudah mengirimkan surat panggilan ke Aiman untuk datang melakukan klarifikasi pada Jum'at, (1/12/2023). Untuk proses hukum tersebut, Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud MD mengatakan ada 1.000 pengacara yang siap mendampingi Aiman. 

Sebelumnya, Aiman pernah dipanggil pada tanggal (1/12/2023). Dirinya dilaporkan karena sempat melakukan konferensi pers dengan memojokkan institusi polri. 

"Yang jelas Aiman didampingi pengacaranya, berikut juga relawan yang secara masif datang memberikan dukungan ke rumah kemenangan TPN Ganjar-Mahfud. Nantinya mereka akan mengawal bersama proses klarifikasi Aiman perdana di Polda Metro Jaya," kata Abraham Silaban dilansir Optika.id dari channel YouTube Official iNews, Kamis, (7/12/2023). 

Sebelum menuju kantor Polda, Aiman sempat ditanya bagaimana persiapan menjelang klarifikasi. Di lokasi, Aiman didampingi oleh pengacaranya Bung Tony Talapessy. 

"Luar biasa, saya tidak menyangka ada banyak dukungan dari tim relawan Ganjar-Mahfud yang siap mendukung dan mengawal. Selain dianggap ujaran kebencian, ini juga sebagai bentuk melanggengkan demokrasi," ujar Aiman. 

Ia mengatakan bahwa seluruh berkas bukti-bukti sudah diserahkan kepada tim hukum. Dirinya mengaku tidak ada persiapan khusus menjelang persiapan menuju klarifikasi ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Semoga nanti penyidik bersikap adil dalam mengatasi ini, anehnya ada 6 laporan di hari yang sama. Tampak seperti motif bahwa ini sudah ada pengaturan," ujar Rony selaku Pengacara Aiman. 

Yang jelas, Rony mengatakan, bahwa ia dan TPN Ganjar-Mahfud lainnya mencintai institusi Polri. Tidak ada niatan untuk melakukan ujaran kebencian, hal-hal seperti ini harusnya hanya sebagai bentuk kritik. 

"Kita secara terbuka membuka ruang untuk para aktivis dan para pengacara mendukung berjalannya demokrasi ini. Saya berharap penyidik Polri bekerja profesional. Jumat kemarin memang tidak datang di panggilan perdana karena sedang menyiapkan berkas-berkas," tegas Rony. 

Pasalnya, Aiman merasa tidak pernah melakukan ujaran kebencian ataupun SARA. Selama 20 tahun menjadi wartawan, dirinya sangat mencintai institusi Polri dan sering berkunjung kesana. Ia meyakini bahwa kasus pelaporan ini seperti janggal. 

"Saya rasa ini janggal karena ada 6 laporan sekaligus. Apalagi dalam pernyataan saya tidak ada satu kali menyebut bahwa itu SARA. Tapi ya mau bagaimana lagi sebagai warga negara memang harus mematuhi hukum yang berlaku sesuai perundang-undangan. Semoga juga nanti ada keadilan yang dilakukan untuk memperjuangkan demokrasi Indonesia," pungkas Aiman selagi hendak berjalan menuju kantor Polda Metro Jaya. 

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU