Sosiolog Unesa Inisiasi Webinar Demokrasi Desa

Sosiolog Unesa Inisiasi Webinar Demokrasi Desa

• • 16 Views •

Optika.id – Dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Katon Galih Setyawan, S.Sos., M.Sosio., menginisiasi ruang diskusi akademik mengenai dinamika demokrasi di tingkat desa melalui Webinar Demokrasi Desa bertajuk “Perilaku Pemilih Pilkades Kabupaten Trenggalek Tahun 2027”. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (18/9/2026) pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Katon Galih Setyawan tercatat sebagai dosen Unesa dan memiliki rekam jejak akademik pada bidang ilmu sosial.

Webinar mengangkat subtema “Membaca Preferensi, Pertimbangan, dan Dinamika Pemilih dalam Demokrasi Desa”. Diskusi diarahkan untuk melihat perilaku pemilih secara lebih luas, tidak hanya dari aspek pilihan politik, tetapi juga berbagai pertimbangan sosial yang dapat memengaruhi keputusan masyarakat dalam konteks demokrasi lokal.

Dalam forum tersebut, Katon Galih Setyawan menjadi pemantik diskusi bersama Nurani Soyomukti, S.Sos., Founder Pilkades Cerdas Trenggalek 2027. Materi pembahasan mencakup empat isu utama, yakni preferensi pemilih, rasionalitas pemilih, dinamika sosial desa, serta perkembangan perilaku pemilih menuju Pilkades Kabupaten Trenggalek 2027.

Menurut Katon dalam perspektif sosiologi, pembacaan terhadap perilaku pemilih dapat ditempatkan dalam konteks hubungan antara individu dan lingkungan sosialnya.

Karena itu, dalam diskusi turut disampaikan bahwa pentingnya ruang untuk membicarakan pengaruh keluarga, komunitas, tokoh masyarakat, jaringan sosial, serta lingkungan desa dalam membentuk pertimbangan masyarakat dalam memilih.

“Masyarakat masih menghendaki kunjungan Calon Kepala Desa ke rumahnya sebagai bentuk kepedulian dan kedekatan dengan calon pemilih” ucap Katon dalam paparan data penelitiannya.

Webinar ini dikemas sebagai forum akademik yang menempatkan demokrasi desa sebagai ruang pembelajaran dan dialog masyarakat. Pembahasan diarahkan pada pemahaman terhadap perilaku dan dinamika sosial pemilih, bukan pada dukungan terhadap kandidat tertentu.

Melalui forum tersebut, Katon berharap demokrasi desa semakin matang, cerdas dan bermartabat tanpa politik uang.

“Saya berharap Pilkades semakin bermartabat dengan meminimalisir terjadinya jual beli suara” pungkas Katon dalam Webinar.

Acara Webinar juga dihadiri oleh beberapa aktor politik desa, seperti calon kepala desa dan tokoh politik lainnya. Peserta diskusi senang dengan paparan data survei perilaku politik di tingkat lokal.

Diskusi (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!