Penguatan Ekonomi Sirkular Berbasis Komunitas, Akademisi UINSA Menjadi Invited Speaker ICC2027 di Australia

Penguatan Ekonomi Sirkular Berbasis Komunitas, Akademisi UINSA Menjadi Invited Speaker ICC2027 di Australia

• • 20 Views •

Optika.id – Prestasi akademik di tingkat internasional kembali diraih oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Achmad Room Fitrianto,PhD dosen dan peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UINSA, tercantum sebagai invited speaker dalam International Circularity Conference 2027 (ICC2027) yang akan diselenggarakan di Murdoch University, Perth, Australia, pada 7–12 Februari 2027.

Kesempatan ini menjadi ruang bagi akademisi UINSA untuk berkontribusi dalam diskusi internasional mengenai ekonomi sirkular, pembangunan berkelanjutan, dan penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya. Berdasarkan laman resmi konferensi, Achmad Room akan bergabung dengan akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara yang memiliki kepakaran dalam kebijakan ekonomi sirkular, pengelolaan limbah, pemulihan sumber daya, inovasi industri, dan transisi keberlanjutan.
Konferensi tersebut menghadirkan sejumlah pakar dari berbagai institusi internasional, antara lain Murdoch University, Curtin University, Monash University, University of Cambridge, Seoul National University, Tsinghua University, serta lembaga riset dan organisasi internasional.

Keberagaman latar belakang para pembicara mencerminkan pendekatan lintas disiplin yang diperlukan untuk mengembangkan sistem ekonomi sirkular, mulai dari aspek teknologi dan kebijakan hingga dimensi ekonomi dan sosial.
Angkat Praktik Bank Sampah Syariah dan Gerakan Mahasiswa
Dalam konferensi tersebut, Achmad Room dijadwalkan membawakan topik “Sustainable Lifestyles Through Sharia Waste Banks: A Student-Led Community Movement in East Java”, atau Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Bank Sampah Syariah: Gerakan Masyarakat yang Dipelopori Mahasiswa di Jawa Timur.

Topik ini menempatkan praktik bank sampah syariah dan keterlibatan mahasiswa sebagai pintu masuk untuk memahami bagaimana ekonomi sirkular dapat dikembangkan melalui partisipasi masyarakat. Pengelolaan sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan teknis lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun perilaku berkelanjutan, meningkatkan kesadaran sosial, dan membuka peluang penciptaan nilai ekonomi dari sumber daya yang dapat digunakan kembali.
Pendekatan tersebut juga mempertemukan prinsip ekonomi sirkular dengan perspektif ekonomi Islam. Nilai amanah, kemaslahatan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi landasan etis untuk mendorong pengelolaan sumber daya yang lebih bertanggung jawab. Dalam konteks ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial melalui inisiatif berbasis komunitas.
Melalui topik tersebut, pengalaman dan perspektif dari Jawa Timur berpotensi memperkaya diskusi internasional tentang penerapan ekonomi sirkular dalam konteks masyarakat berkembang. Pendekatan berbasis komunitas juga membuka ruang untuk mendiskusikan bagaimana perubahan perilaku, partisipasi warga, dan inovasi sosial dapat melengkapi pendekatan teknologi serta kebijakan dalam pengelolaan limbah.
Forum Internasional untuk Mengembangkan Gagasan Ekonomi Sirkular
Mengutip laman resminya, ICC2027 diselenggarakan untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan guna berbagi gagasan, mempresentasikan hasil penelitian terbaru, dan membahas teknologi, kebijakan, ekonomi, serta persoalan sosial dalam pengembangan sistem sirkular.
Konferensi ini juga menyoroti pentingnya pendekatan baru dalam perancangan produk, penggunaan kembali material, dan daur ulang. Pemanfaatan produk sampingan (by-products) dan produk ikutan (co-products) menjadi bagian dari pembahasan yang melibatkan pemasok, konsumen, pemerintah, industri, akademisi, dan lembaga keuangan.
Dengan cakupan tersebut, ICC2027 menyediakan ruang dialog lintas disiplin antara pendekatan rekayasa dan teknologi, kebijakan publik, praktik industri, serta perspektif sosial-ekonomi. Kontribusi Achmad Room melalui kajian bank sampah syariah memperluas pembahasan tersebut dengan menempatkan perilaku masyarakat dan pemberdayaan komunitas sebagai bagian dari transformasi menuju ekonomi sirkular.
Perpaduan Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Islam, dan Pemberdayaan Masyarakat
Achmad Room Fitrianto merupakan dosen dan peneliti pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana Ekonomi Pembangunan di Universitas Airlangga, magister Ekonomi Islam di IAIN Sunan Ampel, gelar Master of Arts dalam Kebijakan Publik di Murdoch University, Australia, serta gelar doktor dari Curtin University, Australia, dengan spesialisasi geografi ekonomi.
Dalam perjalanan karier akademiknya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi S1 Ekonomi Islam, Koordinator Islamic Entrepreneurship and Business Development Centre, serta anggota Tim Pengembangan Kerja Sama UIN Sunan Ampel. Pada periode 2022–2026, ia juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FEBI UINSA.

Di luar kegiatan akademik, Achmad Room aktif dalam bidang pemberdayaan masyarakat, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kewirausahaan, serta berbagai inisiatif ekonomi Islam. Minat penelitiannya mencakup ekonomi pembangunan, transformasi sosial dan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, pengembangan desa wisata, dan ekonomi Islam. Ia juga menjabat sebagai Indonesian Lead for Economy and Development di Circular Economics Pte Ltd.
Latar belakang tersebut relevan dengan tema yang akan dibawakan dalam ICC2027, terutama dalam menghubungkan pembangunan ekonomi, perubahan sosial, nilai-nilai ekonomi Islam, dan keberlanjutan lingkungan. Perspektif ini menegaskan bahwa transisi menuju ekonomi sirkular tidak hanya membutuhkan inovasi teknologi dan regulasi, tetapi juga perubahan perilaku, partisipasi masyarakat, dan kelembagaan yang mendukung praktik berkelanjutan.
Memperluas Jejaring Akademik dan Kontribusi UINSA
Keterlibatan sebagai invited speaker dalam ICC2027 diharapkan dapat memperluas jejaring akademik UINSA di tingkat internasional serta membuka peluang pertukaran pengetahuan dan kolaborasi riset dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan praktisi lintas negara.
Partisipasi ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perspektif Indonesia dalam pembahasan ekonomi sirkular global. Pengalaman masyarakat lokal, inisiatif mahasiswa, dan pendekatan berbasis nilai dapat menjadi sumber pembelajaran dalam merancang praktik keberlanjutan yang sesuai dengan kondisi sosial-ekonomi setempat.
Bagi UINSA, keikutsertaan akademisi dalam forum internasional semacam ini juga sejalan dengan upaya memperkuat hubungan antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui pertukaran gagasan dan pengembangan kolaborasi lintas negara, hasil kajian akademik diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan solusi yang mengintegrasikan dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Informasi konferensi: International Circularity Conference 2027 (ICC2027), Murdoch University, Perth, Western Australia, 7–12 Februari 2027.
Sumber: Laman resmi ICC2027, About Us dan Invited Speakers.

Diskusi (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!