Jelang Berakhirnya Liga 1, Pengamat: Perangkat Pertandingan Tuai Banyak Sorotan

Reporter : Denny Setiawan
Jelang Berakhir Liga 1, Pengamat: Perangkat Pertandingan Tuai Banyak Sorotan

Optika.id, Surabaya - Menjelang berakhirnya BRI Liga 1 2021/2022, kinerja perangkat pertandingan menuai banyak kritikan, khususnya wasit dan asisten wasit (hakim garis) menjadi sorotan publik sepak bola tanah air. Banyak keputusan-keputusan kontroversial yang diambil oleh wasit dan hakim garis. 

"Sebagai contoh pada Pertandingan Persebaya kontra Madura United. Pemain Persebaya Syamsul Arif dan Kambuaya jelas-jelas diambil kakinya di kontak pinalti lawan dianggap bukan pelanggaran. Wasit Agus Fauzan bahkan jelas berada tepat di depan Syamsul Arif yang dijatuhkan pemain lawan di dalam kotak pinalti," kata Rojil Nugroho Bayu Aji, Pengamat Sepak Bola Nasional, kepada Optika.id, Jumat (4/3/2022).

Baca juga: PSSI Minta Pemerintah Kembali Izinkan Liga 1 Digelar

Rojil sapaan akrabnya, mengungkapkan seringkali kali wasit melakukan kesalahan yang mendasar saat memimpin pertandingan

"Sebelum-sebelumnya seringkali kita lihat kesalahan mendasar dilakukan hakim garis dalam mengangkat benderanya sebagai tanda terjadinya offside. Seperti pada pertandingan Persib lawan Borneo yang betapa jelasnya Da Silva, striker Persib Bandung lolos berlari sendirian dari daerah sendiri (Persib), namun dianggap offside oleh hakim garis. Padahal hakim dengan jelas melihat hal itu apabila dilihat dari rekaman kamera. Ini kesalahanya mendasar dan elementer yang harusnya tidak boleh terjadi," ungkap dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini.

Rojil meminta PSSI sebagai induk sepakbola nasional harus segera membenahi kualitas perangkat pertandingan, jelang berakhirnya Liga 1 2021/2022. Karena pertandingan memasuki fase yang sangat krusial dalam memperebutkan gelar juara.

"Seharusnya, PSSI melalui komite wasit harus melalukan evaluasi terhadap kinerja perangkat pertandingan khususnya wasit supaya sisa laga di penghujung liga 1 BRI bisa berjalan dengan lebih baik dan fair," terang alumnus Universitas Airlangga ini.

Baca juga: Soal Kelanjutan Liga 1, PSSI Masih Tunggu Rekomendasi Pemerintah

Lebih lanjut, Bayu menambahkan kualitas perangkat pertandingan yang baik dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap Liga Indonesia.

"Apabila kinerja perangkat pertandingan dapat diperbaiki, hal ini juga semakin meningkatkan kepercayaan publik terhadap sepak bola tanah air dan juga menunjukkan bahwa liga Indonesia semakin profesional. Jika tidak ada peningkatan kinerja yang lebih profesional. Maka jangan heran apabila banyak masyarakat, khususnya netizen sepak bola tanah air menganggap liga ini adalah liga dagelan," tandasnya.

Reporter: Denny Setiawan

Baca juga: Buntut Tragedi Kanjuruhan, Ombudsman Temukan Adanya Maladministrasi Pertandingan

Editor: Pahlevi

Editor : Pahlevi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru