Optika.id – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan perekonomian berbasis masyarakat melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pancasila Semanggi Berdaya. Bertajuk “Pendampingan Digitalisasi UMKM Desa Sememi melalui Pembuatan Akun Digital sebagai Wujud Pengawalan Implementasi Program PKM Pancasila Semanggi Berdaya”, kegiatan yang digagas akademisi UNESA ini berfokus pada penguatan kapasitas usaha warga Kelurahan Sememi melalui pendampingan inovasi produk, kepastian legalitas, hingga penetrasi konten promosi digital yang inklusif.
Rangkaian pendampingan yang digulirkan secara terstruktur sejak September hingga Oktober ini dirancang untuk membangun ekosistem UMKM berbasis kearifan lokal, khususnya olahan daun semanggi yang menjadi identitas kebudayaan dan potensi ekonomi kawasan tersebut.
Program diawali dengan pendampingan dengan menerjunkan tim yang diketuai Syifa, mahasiswi Administrasi Publik UNESA, yang ikut dalam pelatihan tata boga untuk mentransformasi pemanfaatan daun semanggi yang diselenggarakan Pemkot Surabaya dan pihak Kelurahan Sememi. Pada pelatihan itu, Semanggi tidak hanya disajikan sebagai bahan utama Pecel Semanggi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar olahan modern seperti donat, cake, hingga aneka makanan kering berprospek ekonomi tinggi.
Selain itu, pelatihan yang diinisiasi Lurah Sememi Tiyar Junaedi juga melakukan Menyadari pentingnya pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB). Menurut Tiyar, “Kepastian hukum dan standardisasi mutu, pendampingan dilanjutkan dengan pengurusan perizinan dasar. Pelaku UMKM difasilitasi dalam penerbitan NIB serta pendampingan sertifikasi halal guna meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses ke pasar formal”.
Momentum pendampingan semakin diperkuat ketika tim mahasiswa UNESA dari Program Studi Administrasi Publik pada 17 Oktober turut serta menyusuri setiap sudut Kampung Semanggi. Aksi penelusuran lapangan ini dilakukan untuk menggali potensi lokal dan memproduksi konten promosi digital yang visual, interaktif, serta autentik demi menjangkau audiens pasar yang lebih luas.
“Kami turun langsung menyusuri Kampung Semanggi untuk mendokumentasikan potensi dan aktivitas UMKM warga secara nyata. Hasil penelusuran ini kami olah menjadi materi promosi digital di berbagai platform media sosial agar produk khas Sememi ini semakin dikenal luas dan memiliki daya tarik visual yang kuat bagi konsumen digital,” ujar Syifa, Ketua Tim Mahasiswa Prodi Administrasi Publik UNESA.
Dosen Administrasi Publik UNESA sekaligus penanggung jawab PKM UNESA di Kelurahan Sememi, Nuh Krama Hadianto, menegaskan bahwa integrasi teknologi dan pendampingan ini merupakan manifestasi konkret dari prinsip Ekonomi Pancasila di tingkat tapak.
“Penguatan UMKM berbasis kearifan lokal seperti Semanggi Bedaya ini adalah wujud nyata penerapan Ekonomi Pancasila yang hidup di tengah masyarakat. Digitalisasi bukan sekadar agenda pemasaran modern, melainkan sarana gotong royong antara akademisi dan warga untuk mewujudkan keadilan sosial serta kemandirian ekonomi. Ketika seluruh elemen bersinergi melegalkan dan mempromosikan produk warga, di situlah keadilan ekonomi bekerja secara inklusif,” tegas Nuh Krama Hadianto.
Dukungan penuh atas inisiatif UNESA ini juga datang dari pihak pemerintah setempat. Lurah Sememi, Tiyar Junaedi, mengapresiasi hadirnya pendampingan tersebut dan menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan ini bagi kesejahteraan warga.
“Program Kampung Pancasila perlu untuk tetap dilaksanakan dan ditingkatkan lagi, karena dapat membangun kegotongroyongan masyarakat yang berkeadilan sosial, sehingga bisa meningkatkan perekonomian berbasiskan kearifan lokal,” tutur Tiyar Junaedi.
Lebih lanjut, Tiyar menaruh harapan besar agar pendampingan digital dan inovasi produk dari UNESA ini mampu mengangkat citra kawasan Sememi di tingkat kota maupun nasional.
“Kami berharap program ini dapat terus meningkatkan perekonomian warga dengan menjadikan Kampung Semanggi sebagai tempat destinasi wisata yang ikonik di Surabaya,” tambahnya.
Melalui integrasi antara diversifikasi kuliner, pemenuhan legalitas NIB dan halal, partisipasi aktif mahasiswa dalam kreasi konten digital, serta penguatan nilai gotong royong, program PKM UNESA ini diharapkan dapat memosisikan Kelurahan Sememi sebagai percontohan nasional dalam implementasi Ekonomi Pancasila berbasis komunitas.
Kegiatan PKM Kampung Pancasila menjadi ruang refleksi bagi warga masyarakat karena mampu membangun semangat gotong royong yang berkeadilan sosial, sinergi antara pemerintah, kampus dan masyarakat. Ikhtiar dari program ini diharapkan perekonomian warga diharapkan tumbuh dan berpijak pada kearifan lokal. Jika dikelola secara maksimal, Kampung Semanggi tidak hanya dikenal sebagai kampung penghasil olahan Semanggi, tetapi juga sebagai kampung yang mampu merawat nilai Pancasila melalui praktik ekonomi, pendidikan dan pelestarian lingkungan.

Diskusi (0)
Komentar hanya untuk member
Login untuk BerkomentarBelum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!