LSN: Prabowo Teratas, Dikejar Anies dan Ganjar

Reporter : Seno
images - 2022-03-04T064246.802

Optika.id - Lembaga Survei Nasional (LSN) merilis hasil risetnya terkait elektabilitas calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Hasilnya, Menteri Pertahanan Prabowo memiliki elektabilitas tertinggi dengan 21,9 persen. Diikuti oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 19,2 persen dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 18,8 persen.

Ini hasil elektabilitas 15 calon presiden menurut LSN di Pilpres 2024:

Baca juga: Anies Tantang Buktikan Tuduhan Ada Ordal di TGUPP Saat Jadi Gubernur

1. Prabowo Subianto 21,9%

2. Anies Baswedan 19,2%

3. Ganjar Pranowo 18,8%

4. Sandiaga Uno 8,7%

5. Ridwan Kamil 7,5%

6. Basuki Tjahaja Purnama 3,9%

7. Erick Thohir 2,8%

8. Agus Harimurti Yudhoyono 2,6%

9. Moeldoko 2,5%

10. Gatot Nurmantyo 1,9%

11. Mahfud Md 0,9%

12. Airlangga Hartarto 0,9%

13. Muhaimin Iskandar 0,6%

14. La Nyalla Mattalitti 0,6%

15. Puan Maharani 0,3%

- Undecided voters 6,9%

"Lebih dari setahun ini, Prabowo terus bertahan di posisi puncak elektabilitas, diikuti oleh Anies dan Ganjar, yang bergantian di posisi kedua dan ketiga," kata Direktur Eksekutif LSN Gema Nusantara Bakry dalam keterangannya, Kamis (3/3/2022).

Dia menyebut ada fenomena menarik dalam temuan survei tersebut. Berdasarkan hasil survei, lanjutnya, muncul nama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dan Menteri BUMN Erick Thohir, yang bertengger di deretan 10 besar elektabilitas capres.

"Namun sebuah fenomena menarik, tokoh 'pendatang baru' yang juga Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dan Menteri BUMN mulai menyodok 10 besar elektabilitas calon presiden. Sementara itu, mayoritas publik menyatakan menolak ide penundaan Pemilu 2024," tukasnya.

Mayoritas Publik Tak Setuju Penundaan Pemilu

LSN juga merilis hasil survei terkait usulan penundaan Pemilu 2024. Hasilnya, 68,1 persen atau mayoritas publik tak setuju terhadap usulan penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Selain itu, survei itu merilis tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Survei itu menunjukkan mayoritas publik sebesar 70,4 persen mengaku puas terhadap kinerja Jokowi.

Sementara itu, 26,8 persen responden mengaku tidak puas. Sebanyak 2,8 persen tak dapat memberikan jawaban.

Gema menilai kedua data temuan tersebut menarik. Dia menyinggung tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi yang tinggi tak linear dengan tingkat kesetujuan responden terhadap usulan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

"Meskipun mayoritas publik mengaku puas terhadap kinerja Presiden Jokowi, mayoritas publik, 68,1 persen, tidak setuju terhadap usulan penundaan Pemilu 2024 sekaligus memperpanjang masa jabatan Presiden Jokowi," jelasnya.

Diketahui, survei ini digelar pada 12-24 Februari 2022 di 34 provinsi yang ada di seluruh Indonesia, dengan menyasar warga negara Indonesia (WNI) usia 17 tahun ke atas. Total responden survei LSN tersebut berjumlah 1.537 orang, yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat atau multistage random sampling.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka. Adapun margin of error survei ini kurang-lebih 2,5 persen pada tingkat kepercayaan atau level of confidence sebesar 95 persen.

Survei DTS Indonesia Tempatkan Ganjar Urutan Pertama

Sebelumnya, DTS (Development Technology Strategy) Indonesia juga merilis hasil survei terbaru elektabilitas kandidat calon presiden di Pemilu 2024. Hasilnya, Ganjar Pranowo di urutan pertama, Anies Baswedan kedua, dan Prabowo Subianto mengikuti di posisi ketiga.

Hasil survei elektabilitas tokoh jika pilpres diadakan saat ini sebagai berikut:

Baca juga: Sukses Bangun JIS, Anies Baswedan : Insya Allah, Kami Akan Bangun Stadion di Banjarmasin

1. Ganjar Pranowo 28,7%

2. Anies Baswedan 20,4%

3. Prabowo Subianto 18,0%

4. Ridwan Kamil 7,4%

5. Sandiaga Uno 5,0%

6. Basuki Tjahaja Purnama 3,8%

7. Agus Harimurti Yudhoyono 2,7%

8. Tri Rismaharini 3,2%

9. Gatot Nurmantyo 1,2%

10. Andika Perkasa 1,2%

11. Erick Thohir 0,8%

12. Puan Maharani 0,6%

13. Khofifah Indraparawansah 0,5%

14. Budi Gunawan 0,2%

15. Airlangga Hartarto 0,3%

16. Yaqut Cholil Qoumas 0,1%

Baca juga: Program Makan Siang Gratis Dipertanyakan, Begini Tanggapan Gerindra

17. Tito Karnavian 0,2%

18. Muhaimin Iskandar 0,2%

19. Bambang Soesatyo 0,2%

20. Ahmad Syaikhu 0,2%

21. K.H Yahya Kholil Staquf 0,1%

Hasil survei ini memotret terjadinya perubahan elektabilitas pada beberapa tokoh dibandingkan survei serupa di Oktober 2021 lalu. Peningkatan signifikan tercatat terjadi pada tokoh Ganjar Pranowo dan Anies baswedan.

Pada Oktober 2021, elektabilitas Ganjar hanya 20,4% sedangkan pada Februari 2022 meningkat menjadi 28,7%. Sementara itu, elektabilitas Anies Baswedan juga terekam meningkat dari 16,6% di Oktober 2021, tapi pada Februari 2022 menjadi 20,4%.

Namun demikian ada penurunan elektabilitas yang terjadi pada beberapa tokoh. Prabowo Subianto salah satu yang mengalami penurunan dari yang awalnya pada Oktober 2021 sebesar 20,2%, lalu menjadi 18% pada Februari 2022. Hal serupa juga terjadi pada Sandiaga Uno yang mengalami penurunan elektabilitas dari 5,2% menjadi 5,0%.

"Kalau kita lihat, perhatikan di sini, dibanding survei tahun lalu Oktober 2021, dan Februari 2022, ada perubahan peringkat dari sisi elektabilitas top of mind, Ganjar dan Anies tokoh yang saya lihat punya peningkatan signifikan di sini, Prabowo merupakan salah satu kandidat yang dari sisi elektabilitas top of mind mengalami sedikit penurunan," ujar Direktur Eksekutif DTS Indonesia Ainul Huda saat memaparkan survei, Rabu (2/3/2022).

Penurunan juga terekam terjadi pada beberapa tokoh lainnya. Agus Harimurti Yudhoyono dan Tri Rismaharini juga mengalami penurunan elektabilitas dibanding survei pada Oktober 2021.

"Sandi juga kira-kira nggak banyak berubah bahkan cenderung menurun, Agus Harimurti Yudhoyono juga cenderung menurun, Ibu Risma juga menurun," kata Huda.

Diketahui, survei DTS Indonesia ini digelar pada 7-20 Februari 2022 dengan melibatkan 2.060 responden yang dipilih acak di 34 provinsi. Adapun metodologi survei dilakukan dengan multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,1 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Wawancara dilakukan secara langsung kepada para responden dann kuesioner terstruktur yang terprogram dengan CAPI smartphone.

Reporter: Pahlevi

Editor: Aribowo 

Editor : Pahlevi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru