Cak Imin: Kritikan dari Sivitas Akademika Pertanda Penyelewengan Mengurus Negara

author Dani

- Pewarta

Selasa, 06 Feb 2024 17:21 WIB

Cak Imin: Kritikan dari Sivitas Akademika Pertanda Penyelewengan Mengurus Negara

Sragen (optika.id) - Cawapres nomor urut 01, Abdul Muhaimin Iskandar menilai petisi dari para guru besar dari berbagai perguruan tinggi yang mengkritik Presiden Jokowi terkait pemilu, menandakan ada penyelewengan dalam mengurus negara. 

Kritikan dari para guru besar itu, harusnya menjadi peringatan serius bahwa rakyat Indonesia harus waspada. "Kita bersyukur kampus-kampus kemarin mengingatkan kita semua, mengingatkan Pak Jokowi, pemerintah, mengingatkan bangsa Indonesia. Ini lampu merah," kata Cak Imin dalam pertemuan ulama lintas ormas di Sragen, Jawa Tengah, Senin, (5/2/2024). 

Baca Juga: Cak Imin Puji Keputusan Jokowi Tak Ikut Kampanye, Bagus Kalau Sadar!

"Bahwa terjadi penyelewengan dan salah arah dalam pemerintahan dan kenegaraan ini. Kalau ini peringatan dari kekuatan moral, seluruh rakyat Indonesia, elite-elite atau pun masyarakat, mestinya menjadikan ini sebagai peringatan dan kekuatan moral untuk kita," tambahnya. 

Menurutnya, semua kritik harus dijadikan masukan agar terjadi perbaikan. Apalagi, kritik dari guru besar biasanya sangat berhati-hati. Jika sudah keluar kandang, sudah lampu merah untuk Indonesia. 

Para elite, jika tidak terima terhadap kritikan itu, satu-satunya cara adalah dengan terus berjuang untuk perubahan. 

Baca Juga: Iriana Jokowi Acungkan 2 Jari Saat di Mobil Dinas RI 1, Cak Imin: Memalukan

"Kalau elite tidak terima diberi kritikan, kita para pejuang perubahan harus istikamah berjuang mewujudkan perubahan yang dititipkan kepada kita semua," ujar Ketua Umum PKB itu. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, pihaknya akan terus berjuang untuk melakukan perubahan di Indonesia bersama Anies. "Insyaallah rakayat semua aspirasinya pasti sama. Nasib kita tidak baik-baik saja. Sehingga nasib kita harus dirubah dan saatnya kita titipkan melalui kepemimpinan perubahan," terangnya dengan tegas. 

Suara perubahan, kata Cak Imin, adalah suara rakyat. Termasuk perubahan adalah harapan rakyat. 

Baca Juga: Usai Debat Cawapres, Gibran Dapat Sentimen Negatif Terbanyak, Cak Imin Sebaliknya

Sebelum itu, sivitas akademika UGM terdiri dari guru besar serta alumni, menyampaikan petisi Bulaksumur yang mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi.  

Menyusul UGM, sivitas akademika dari sejumlah universitas ternama juga menyampaikan pernyataan dan sikap peringatan. Mereka, adalah UII, UI, Unpad, UIN Jakarta, Unhas dan Universitas Andalas. 

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU