Hasil Pilpres 2024, Amerika Serikat Masih Wait and See

author Dani

- Pewarta

Sabtu, 17 Feb 2024 11:16 WIB

Hasil Pilpres 2024, Amerika Serikat Masih Wait and See

Oleh: Cak Ahmad Cholis Hamzah

Baca Juga: Pernyataan yang Muspro

Surabaya (optika.id) - Hasil quick count pilpres 2024 yang untuk sementara ini menyebutkan kemenangan bagi pasangan Prabowo-Gibran sudah langsung mendapatkan ucapan dari beberapa negara. Misalkan “musuh bebuyutan” Amerika Serikat – Rusia melalui presidennya Vladimir Putin mengucapkan selamat kepada pak Prabowo.

"Yang terhormat Bapak Prabowo Subianto, terimalah ucapan selamat saya yang setulus-tulusnya atas kemenangan meyakinkan Anda dalam pemilihan presiden," demikian pesan Putin, dikutip media pemerintah Rusia TASS, Jumat (16/2/2024).

Putin juga mengucapkan bahwa hubungan Indonesia-Rusia, lanjut dia, berlandaskan tradisi persahabatan yang tulus dan saling menghormati.Seperti diketahui dengan total suara masuk 99.20% diperbarui pada 15 Februari 2024 pukul 18:11, pasangan Prabowo - Gibran unggul mengantongi suara 58.03%.

Posisi kedua ditempati oleh pasangan Anies - Muhaimin dengan 25.36%, dan terakhir Ganjar - Mahfud mendapat 16.61%. “musuh utama” AS yaitu Cina lewat juru Bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan pada Kamis bahwa mereka siap bekerja sama dengan pemerintahan baru Indonesia.

Ucapan selamat dari beberapa kepala negara itu juga dikabarkan oleh pak Prabowo sendiri. Melalui akun Instagram resmi miliknya @prabowo, Menteri Pertahanan Indonesia itu mengabarkan ucapan selamat yang ditujukan kepadanya.

"Pada pagi hari ini (Kamis 15 Februari) mendapat sambungan telfon berisi ucapan Selamat atas penghitungan hasil Pemilu yang masih berlangsung dari 5 pimpinan negara, Perdana Menteri Australia, PM @albomp, Wakil Perdana Menteri Australia, Richard Marles, Perdana Menteri Singapore, PM @leehsienloong, Perdana Menteri Malaysia, PM @anwaribrahim_my, Presiden Srilanka, Ranil Wickremesinghe," tulis @prabowo.

"Alhamdulillah, kita wajib bersyukur dan terus mengawal hasil resmi KPU," imbuh Prabowo dalam postingannya.

Baca Juga: Bukan Harus Sabar, Tapi Harus Revolusi

Ucapan selamat untuk Prabowo juga datang dari Perdana Menteri Ceko Petr Fiala. Melalui akun X @P_Fiala ia menyampaikan selamat kepada sang mantan jenderal RI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Congratulations to H.E. @prabowo Subianto for winning the 2024 Indonesian Presidential Elections," tulis @P_Fiala. Dalam ucapan selamat tersebut, PM Petr Fiala mengingat kunjungannya ke Indonesia setahun yang lalu. 

"Izinkan saya mendoakan transisi yang lancar sekaligus menyatakan kesiapan kami untuk memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara," ucapnya di X. Perdana Menteri Belanda Mark Rutte juga turut serta memberi ucapan selamat kepada Prabowo Subianto yang mengungguli kedua pasangan capres-cawapres. Kata PM Belanda di akun X nya tanggal 15 Februari 2024 jam 9,53 malam: “I just congratulated @Prabowo Subianto following the projected outcome of the elections in Indonesia yesterday. I look forward to continuing to develop the friendship and strong bond between our two countries’

Lalu bagaimana sikap negara super power Amerika Serikat dalam hal ini?, Negeri Paman Sam ini sering mendapatkan label bahwa siapapun calon presiden dan wakilnya di Indonesia (dan negara lain) harus mendapatkan “restu” nya.

Ternyata Amerika Serikat (AS) memilih untuk belum menyampaikan ucapan selamat kepada Prabowo Subianto yang sejauh ini unggul dalam hitung cepat (quick count) Pilpres 2024. AS berdalih masih akan menunggu pengumuman resmi.Laksanama Muda purnawirawan Angkatan Laut AS John Kirby, juru bicara Keamanan Nasional AS, mengatakan Gedung Putih akan menghormati apapun hasil Pemilu dan suara rakyat Indonesia.

Baca Juga: Sekarang Panggilannya Bukan Mr. President, Tapi “Pelaku Kejahatan”

"Kami akan mengucapkan selamat pada saat yang tepat. Saya tidak bisa memberi tahu Anda tanggal atau waktu yang tepat untuk itu. Sejauh yang saya ketahui, hasilnya masih belum selesai," katanya melansir laman Gedung Putih, Jumat (16/2/2024).

Seperti diketahui, meskipun hasil quick count menasbihkan keunggulan telah untuk Prabowo-Gibran, namun proses perhitungan resmi oleh KPU masih terus berjalan. Proses real count KPU secara berjenjang ditargetkan rampung pada 20 Maret 2024. AS dalam kesempatan tersebut juga merespons soal sosok Prabowo yang mengundang sebagian kekhawatiran publik, berkaitan dengan rekam jejak militernya yang kontroversial, salah satunya kasus penculikan aktivis pada Mei 1998. Prabowo juga erat dikaitkan dengan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), membuatnya dipecat dari jabatan militer dan sempat dilarang masuk ke Amerika Serikat.

Amerika Serikat tentu memonitor secara seksama proses pilpres 2024 ini termasuk memonitor dan mencatat berbagai kecurangan yang terjadi dalam pilpres 2024 ini. Salah satu kecurangan yang dicatat AS antara lain jumlah masing-masing TPS itu rata-rata berisi 250-260 pemilih, namun suara Prabowo ada yang memperoleh 800.

Kita lihat nanti bagaimana sikap resmi pemerintah Amerika Serikat terhadap pilpres 2024 ini karena hal ini penting dalam hubungannya dengan kondisi persaingan geopolitik antara Amerika Serikat dan Cina dimana sering dikatakan bahwa Indonesia lebih condong ke Cina dari pada ke AS.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU