Pertamina Minta Bantuan TNI Antisipasi Mogok Buruh

author Uswatun Hasanah

- Pewarta

Rabu, 29 Des 2021 02:56 WIB

Pertamina Minta Bantuan TNI Antisipasi Mogok Buruh

i

Pertamina Minta Bantuan TNI Antisipasi Mogok BuruhPertamina Minta Bantuan TNI Antisipasi Mogok Buruh

Optika.id - Nicke Widyawati selaku Direktur Utama Pertamina meminta bantuan pada Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam rangka pengamanan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPBB) pada Rabu, 29 Desember 2021 sampai dengan tanggal 7 Januari 2022 tentang mogok kerja yang akan dilakukan oleh serikat pekerja tersebut.

Nicke mengambil langkah tersebut guna mengantisipasi rencana kegiatan mogok kerja sekaligus memastikan jika pasokan energy bahan bakar minyak (BBM) dan non-BBM kepada masyarakat tetap terjaga dan tidak mengalami hambatan yang berarti.

Baca Juga: Respon Pengusaha Atas UMP 2024: Cukup Moderat

 Kami mohon bantuan panglima TNI untuk dapat memberikan dukungan dalam pengamanan objek vital nasional (Obvitnas) dan objek lainnya pada seluruh aset/ instansi Pertamina Group. Kemudian meminta persiapan bantuan tenaga dan personel untuk dapat menjadi tenaga pengganti dalam memastikan operasional di seluruh lokasi dan wilayah kerja Pertamina Group," papar Nicke dalam surat lampiran NK/10/VII/2019/TNI di tanggal (25/12/21) yang dikutip Optika.id, Selasa (28/12/2021).

Adapun dengan adanya dukungan itu dia berharap Pertamina dapat menjaga keberlangsungan pasokan energy bahan bahar (BBM) dan Non-BBM kepada masyarakat tetap terjaga, mengingat saat ini Pertamina mendapatkan mandate dari pemerintah dalam mengelola sektor energy yang menjadi salah satu kebutuhan pokok yang saat ini menguasai hajat hidup banyak orang di Indonesia.

Adapun surat tembusan dari Pertamina tersebut juga diteruskan ke Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Kepala Pusat Pembekalan Angkatan Darat (Kapusbekangad), Panglima Komando (Pangdam) Daerah Militer Jayakarta, Pangdam Bukit Barisan, Pangdam Siliwangi, Pangdam Diponegoro, Pangdam Brawijaya dan Pangdam Mulawarman.

Baca Juga: Kabar Baik! Tak Ada Lagi Upah Dibawah 2 Juta Per Bulan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reporter: Uswatun Hasanah

Baca Juga: Pro Kontra Cari Rekam Jejak Pekerja di Media Sosial, Etis atau Tidak?

Editor: Amrizal

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU