Pilkada Jember: Gus Fawait Penantang Berat Incumbent!

author Pahlevi

- Pewarta

Selasa, 25 Jun 2024 20:47 WIB

Pilkada Jember: Gus Fawait Penantang Berat Incumbent!

Jember (optika.id) - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Jember mulai memanas. Persaingan antara H Hendy Siswanto selaku incumbent Bupati Jember yang diprediksi akan melawan Muhammad Fawait atau Gus Fawait yang merupakan anggota DPRD Jawa Timur. Head to head keduanya diprediksi akan berlangsung ketat.

Saat ini, Gus Fawait sudah mendapat surat tugas maju Pilbup Jember 2024 dari PKB. Gus Fawait merasa surat tugas dari PKB ibarat restu orang tua ke anak.

Baca Juga: Gerindra Sebut Ada Kejutan di Pilkada Jakarta, Apakah itu Erick Thohir?

"Alhamdulillah malam ini saya kembali menerima rekomendasi surat tugas dari PKB. Ini ibarat orang tua memberi restu ke anak," kata Gus Fawait dalam keterangannya, Senin (24/6/2024).

Gus Fawait menyebut PKB merupakan partai yang identik dengan kelompok pesantren. Sementara, dirinya adalah lulusan santri.

Tentu rekomendasi surat tugas ini spesial, karena kita tahu PKB adalah partai yang berbasis santri dan saya sendiri seorang santri, seorang kader pondok pesantren, anak kiai, anak ulama. Maka tentu ini mempunyai nilai sendiri, ibarat seorang anak didukung orang tuanya maka ini sebuah kebahagiaan, dan semangat saya untuk mengabdi di Jember," tambahnya.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim ini menyatakan surat tugas PKB ke dirinya ini menambah semangatnya untuk memenangkan Pilbup Jember 2024.

"Saya bahagia karena ibaratkan seorang anak mendapat restu dari orang tua dan seorang santri mendapat restu dari partai santri. Kepercayaan PKB ini bisa membawa Jember lebih baik, sejahtera, dan angka kemiskinan semakin menurun," tandasnya.

Surat tugas rekomendasi ini diberikan langsung oleh Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar didampingi oleh Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi dan Anggota DPR RI PKB Terpilih asal Dapil Jember-Lumajang Rivqy Abdul Halim.

NasDem Duluan Beri Rekom

Sementara itu, DPP NasDem sudah duluan memberikan surat rekomendasi kepada M Fawait atau Gus Fawait maju di Pilkada Jember 2024. Rekom ke Gus Fawait diberikan langsung di Kantor NasDem Tower, Jakarta.

Rekomendasi kepada Gus Fawait maju di Pilbup Jember berdasarkan Surat Nomor 184-SI/RP/BPP-NasDem/VI/2024 perihal rekomendasi.

Usai menerima rekomendasi, Gus Fawait mengapresiasi NasDem yang telah memberinya amanah kepada figur yang berlatar belakang santri dan anak petani. Fawait menyebut, NasDem punya komitmen kuat memajukan pesantren dan pertanian yang menjadi sektor utama Jember.

“Alhamdulillah, saya sudah menerima rekom dari Partai NasDem di NasDem Tower Jakarta. Tadi yang menyerahkan Kakak Dossy Iskandar dan Kakak Willy Aditya. Saya juga didampingi Pak Bambang Haryadi (Wakil Ketua Komisi VII DPR RI) dan Pak Halim, Ketua DPC Gerindra Jember," kata Gus Fawait dalam keterangannya, Minggu (23/6/2024).

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim ini menyebut NasDem sebagai partai besar yang selalu memberikan kepercayaan kepada anak muda untuk menjadi pemimpin.

Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini menilai rekom NasDem itu menjadi catatan sejarah. Sebab, selama ini Jember belum pernah dipimpin seorang pemuda yang berlatar belakang santri.

"Insyaallah, seorang pemuda dan santri mampu memimpin Jember yang merupakan salah satu basis dari pesantren di Jawa Timur," tegasnya.

Bendahara GP Ansor Jatim ini mengaku akan segera melakukan konsolidasi dengan struktur dan kader-kader NasDem di Jember. Langkah itu dilakukan untuk bersama-sama bergerak membangun Jember.

Menurutnya, NasDem punya potensi kader dan infrastruktur partai yang mapan di Jember. Karena itu, dengan kekompakan dan visi yang sama, akan menjadi mesin politik yang luar biasa untuk meraih kemenangan.

"NasDem punya kader-kader yang luar biasa di Jember, ada kakak Deni dan kakak Dedi yang punya militansi dan basis massa. Dengan konsolidasi dan kekompakan, saya yakin kita bisa bersama-sama membangun Jember," tukasnya.

Terpisah, Ketua DPD Partai Nasdem Jember Marsuki Abdul Ghafur menilai, keputusan DPP itu diyakini telah melalui pertimbangan matang, evaluasi, dan survei. Dia menegaskan apa yang telah menjadi keputusan/perintah DPP akan segera ditindaklanjuti.

"DPP selaku induk partai di pusat, tidak ujug-ujug memberikan rekom. Pasti ada evaluasi, analisis, survei, dan sebagainya. Bahwa rekom itu sudah turun, ya, harus kita laksanakan. Kami di DPD Nasdem Jember akan mengawal rekom tersebut sampai nanti sukses," kata Marsuki.

Dukungan untuk Gus Fawait juga datang dari 6 partai non parlemen di Jember. Keenam partai itu yakni Partai Hanura, PBB, PKN, Partai Garuda, Partai Gelora, dan Partai Buruh. Kelima partai itu sepakat mendukung Gus Fawait maju di Pilbup Jember 2024

Dengan posisi Gerindra yang 7 kursi DPRD Jember, jika ditambah Nasdem 8 kursi dan PKB 8 kursi, maka cukup modal untuk Gus Fawait maju sebagai cabup dengan total 23 kursi atau sekitar 46 persen.

Dari minimal 20 persen yang dipersyaratkan untuk mencalonkan bupati. Fawait hanya tinggal menggalang koalisi parpol untuk menentukan figur sebagai calon wakil bupatinya.

Fawait Kalahkan Hendy di Survei

Selain itu, berdasarkan hasil survei Lembaga riset Indikator Politik Indonesia terkait survei elektabilitas calon di Pilbup Jember 2024. Hasilnya, elektabilitas Gus Fawait mengungguli Hendy Siswanto.

"Elektabilitas Fawait mengungguli petahana Hendy," kata Peneliti Indikator Politik, Bawono Kumoro dalam keterangannya pada Minggu (19/5/2024).

Dalam survei Indikator Politik simulasi tertutup Cabup Jember 10 nama, elektabilitas Gus Fawait di angka 36,5%. Disusul Hendy Siswanto 33,8%, Faida 19,3%.

Sementara itu tujuh lain masih memiliki elektabilitas kurang dari tiga persen. Responden yang tidak menjawab sebesar 5,4 persen," jelas Bawono.

Baca Juga: PKB Masih Tunggu Momen Penting di Pilkada Jakarta 2024

Kemudian simulasi 8 nama tertutup, elektabilitas Gus Fawait 36,2%, Hendy Siswanto 34,4%, Faida 20,8%.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Nama-nama lain masih memiliki elektabilitas kurang dari dua persen. Responden yang tidak menjawab sebesar 5,2 persen," urai Bawono.

Kemudian saat dilakukan pengerucutan tiga nama bakal calon bupati, lanjut Bawono, elektabilitas Gus Fawait semakin menguat di angka 38,8%. Disusul Hendy Siswanto di angka 33,9%, Faida 21,6%. "Responden yang tidak menjawab sebesar 5,7 persen," tambahnya.

Bawono juga membeberkan Indikator Politik juga melakukan simulasi dua nama antara Gus Fawait melawan Hendy Siswanto. Hasilnya Gus Fawait unggul di angka 49,3%, sementara Hendy di angka 42,9%. Responden yang tidak menjawab sebesar 7,8%.

"Pun dalam simulasi head to head antara Fawait melawan Faida. Elektabilitas Fawait di angka 57,2 persen dan elektabilitas Faida 30,2 persen. Responden yang tidak menjawab sebesar 12,5 persen," jelasnya.

Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan pada periode 22-30 April 2024. Populasi survei ini adalah seluruh warga Negara Indonesia di Jember yang telah memiliki hak pilih pada pemilihan kepala daerah tahun 2024, yaitu mereka yang berumur 17 tahun ke atas atau mereka yang telah menikah saat survei.

Dalam survei ini jumlah sampel 800 responden, penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 800 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) 3,5% pada tinggkat kepercayaan 95%.

Respon Hendy

Sementara itu menanggapi survei tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto terang-terangan mengaku percaya hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) untuk Pilkada Jember 2024.

Dia mengaku, Denny Januar Ali atau Denny JA pimpinan LSI tersebut adalah mentor strategi politiknya ketika bertarung di Pilkada Jember 2020 silam.

"Dari dulu saya LSI terus, Lembaga Survei Indonesia Bang Denny JA dari 2019 sama beliau, saya diajari. Jadi saya muridnya Bang Danny JA," ujarnya dilansir tribunnews, Sabtu (22/6/2024).

Menurutnya, Denny JA sejak awal yang memberikan arahan dan strategi politik, hingga bisa terpilih jadi Bupati Jember pada 2020 silam.

“Saya dari awal tidak tahu politik, dan diajari hingga jadi kayak gini," kata Hendy.

Hendy mengaku tidak mau mengumbar hasil Survei LSI soal elektabilitas kandidat Pilkada Jember 2024. Karena itu akan menimbulkan pertanyaan baru dari masyarakat.

Baca Juga: Hasto Sebut PDIP Sodorkan Kader dari Dua Kalangan untuk Pilgub Jatim

“Nanti kalau bagus semua, nanti orang tanya, kok nomor empat, nomor lima. Jadi biarin ajalah," kata Hendy.

Hendy mengakui elektabilitasnya stagnan jelang Pilkada Jember 2024, yang dirilis oleh beberapa lembaga survei lain. Namun hal itu tidak perlu ditanggapi serius.

“Gak papa, saya nomor empat, nomor lima santai saja. Entah itu nomor 1, 2 atau 0 tidak ada beda bagi saya, yang penting saya sama Gus Firjaun tetap semangat terus melayani semaksimal mungkin," kata Hendy.

Mengingat, kata dia, setiap lembaga survei politik menjelang pesta demokrasi pasti punya metodologi dalam pengambilan sampling. “Tentang lembaga survei punya cara masing-masing dan bagus," jelasnya.

Belum Dapat Rekom Partai

Hendy pun mengungkap empat langkahnya dalam menghadapi Pilkada Jember yang sampai saat ini belum mendapatkan rekom partai politik.

“Yang saya lakukan sekarang adalah saya berusaha maksimal (memperoleh rekomendasi partai). Kedua, berdoa. Ketiga, bersedekah. Setelah itu bersandar kepada Gusti Allah,” kata Hendy, usai sidang paripurna di DPRD Jember seperti dilansir beritajatim, Sabtu (22/6/2024).

Hendy saat ini terus berupaya memperoleh rekomendasi dari partai-partai parlemen agar bisa mencalonkan diri kembali menjadi bupati periode kedua. “Kami berusaha terus mendapakan rekom. Termasuk rekom dari Gerindra. Kami minta kepada Pak Prabowo (Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto) langsung. Bikin surat langsung,” katanya.

Hendy percaya diri maju ke periode kedua. Dia punya bekal bagus dalam hal kepuasan publik. “Satu setengah bulan lalu, hasil survei LSI (Lingkaran Survei Indonesia-Denny JA) menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat cukup bagus. Dari semua kegiatan yang kami lakukan, (kepuasan publik) di atas 80 persen,” katanya.

Demi memperoleh rekomendasi, Hendy sudah mengunjungi semua partai yang memiliki kursi di DPRD Jember, yakni PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Nasional Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Golongan Karya, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional. Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq menyebut Hendy bukan orang lain bagi PPP. “Dulu kami usung pada Pilkada 2020 dan sekarang beliau menjadi pendaftar pertama,” katanya, Jumat (17/5/2024).

“Beliau banyak prestasi. Beliau bersemangat melanjutkan dua periode, karena masih kurang, cuma 3,5 tahun menjabat,” tambah ketua DPD PAN Jember, Abdus Salam, Minggu (26/5/2024).

Salam menegaskan keterbukaan PAN untuk Hendy. “Beliau sudah ahlinya mendapatkan rekom. Saya yakin hari ini potensinya masih terbuka luas, karena saat Bang Zul (Ketua Umum PAN Zulkfili Hasan) pertama kali turun ke Jawa Timur, silaturahminya dengan beliau sendiri. Artinya komunikasi itu sangat terbuka,” katanya.

Hal senada dikatakan Agus Sofyan, Bendahara DPC PDI Perjuangan Jember dan Wakil Ketua DPRD Jember, Kamis (11/4/2024). “Mayoritas teman-teman mengakui keberhasilan-keberhasilan Haji Hendy, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan. Layanan-layanan itu masih dianggap (bagus),” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah PKS Jember Moch. Zakkiy Ardianto menyarankan beberapa hal. “Kalau Bupati Hendy masih mau menjabat lagi, program-programnya harus berubah. Jangan seperti sebelumnya. Mungkin yang sebelumnya memprioritaskan jalan. Selanjutnya apa prioritasnya? Ini yang harus digali. Kebutuhan masyarakat selanjutnya apa yang paling urgent,” pungkasnya.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU