Usman Hamid: Indikasi Dugaan Cawe-cawe Pilkada Mulai Terlihat

author Dani

- Pewarta

Jumat, 28 Jun 2024 18:30 WIB

Usman Hamid: Indikasi Dugaan Cawe-cawe Pilkada Mulai Terlihat

Jakarta (optika.id) - Direktur Eksekutif Amnesty Internasional, Usman Hamid, mengatakan  indikasi dugaan cawe-wace politik dalam Pilkada di Indonesia, termasuk di Jakarta, dari Presiden Jokowi diduga akan dilakukan lagi. Jadi sebenarnya apa yang dia lakukan di Pilpres 2024 akan diulang kembali pada kontestasi pemilihan kepada daerah yang akan berlangsung pada akhir tahun ini.

‘’Pada pilpres lalu cawe-cawe terlihat ketika dia menempatkan pejabat-pejabat kepala daerah yang ditunjuknya. Kemudian dia lakulan juga cawe-cawe di Mahkamah Konstitusi (MK), dan kini cawe-cawe di Mahkamah Agung soal  syarat umur calon ketika maju dalam pilkada. Jadi cawe-cawe dalam Pilkada 2024 masih terindikasi kuat akan dilakukan Jokowi,’’ kata Usman Hamid pada Jumat petang, 28 Juni 2024.

Baca Juga: Gerindra Sebut Ada Kejutan di Pilkada Jakarta, Apakah itu Erick Thohir?

Bahkan lanjut Usman, dugaan cawe-cawe Jokowi pada Pilpres 2024 dapat dikatakan berhasil. Dia berhasil menunjukan kemampuannya sebagai pemimpin eksekutif yang bisa mempunyai kekuasaan dan pengaruh yang luas. ’’Dia berhasil melakukan konsolidasi politik meski banyak dilakukan dengan cara menekan atau hal lain yang sejenisnya.’’

‘’Di ujung kekuasaannya bisa menunjukkan diri punya kemampuan yang bahkan dianggap bisa melebihi Soeharto pada masa Orde Baru. Informasi intelijen yang dia punyai sebagai seorang presiden dia mampu manfatkan demi kepentingan dirinya dan keluarganya. Dia tak hirau meski itu melanggar etik sebagai seorang kepala negara,’’ katanya.

Baca Juga: PKB Masih Tunggu Momen Penting di Pilkada Jakarta 2024

Menyinggung mengenai dugaan penjegalan Jokowi kepada Anies Baswedan di Pilkada Jakarta, Usman mengatakan juga akan terjadi. Hal yang sama juga terindikasi akan dilakukan di pilkada lain, misalnya di Jawa Tengah, Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Jawa Timur.’’Jadi kini terlihat ada indikasi pengondisian ke arah tersebut. Hal itu dapat kita bisa lihat atau rasakan pada pertarungan menjelang pencalonan pada Pilkada ini.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyingggung soal posisi Anies yang akan maju dalam Pilkada Jakarta bila dikaitkan dengan penegakan nilai HAM dan perlindungan kepada warga kecil, Usman mengatakan rekam jejak Anies memang lebih baik bila dibandingkan dengan para calon lain yang disebut akan maju dalam kontestasi politik itu.

Baca Juga: Hasto Sebut PDIP Sodorkan Kader dari Dua Kalangan untuk Pilgub Jatim

‘’Namun kita tidak bisa berharap pada sosok Anies saja. Sebab, dia bila jadi gubernur nanti akan hidup dalam struktur pemerintahan tertentu yang belum tentu ramah pada penegakan HAM dan perlindungan warga yag lemah. Ini sebab ada faktor lain yang sangat penting misalnya dukungan pemerintahan yang baru, pihak DPR, Mahkamah Agung, Jaksa Agung dan lainnya. Jadi banyak sekali tantangan yang akan dihadapi siapa pun gubernur Jakarta, maupun presiden, di masa kekuasaan sudah beralih dari Jokowi,’’ tegas Usman Hamid.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU