Pemecatan Dekan FK Unair Seharusnya Tak Dilakukan!

author Dani

- Pewarta

Kamis, 04 Jul 2024 16:00 WIB

Pemecatan Dekan FK Unair Seharusnya Tak Dilakukan!

Surabaya (optika.id) - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Prof Budi Santoso telah mengalami pemecatan sejak Rabu, (3/7/2024) kemarin. Hal ini disinyalir adanya penolakan untuk mendatangkan dokter asing guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan Indonesia. Penolakan itu, diawali oleh Prof Bus (sapaan akrabnya, red) dengan mengatakan bahwa 92 Fakultas Kedokteran di Tanah Air masih mampu untuk mencetak dokter-dokter yang berkualitas.

Merespon pernyataan ini, civitas akademika bersamaan dengan ratusan dokter menggelar aksi demo menuntut pengembalian Prof Bus sebagai Dekan FK Unair. Tepat pada pukul 12.30 siang tadi, terdapat puluhan karangan bunga dengan bertuliskan tuntutan keadilan, bersuara serta hastag #SaveDekanFKUnair #SaveProfBudiSantoso.

Baca Juga: Ini Tanggapan Kemenkes Soal Pencopotan Dekan FK Unair!

Aksi diawali pernyataan dari Prof Puruhito, Mantan Rektor Unair periode 2001-2006. "Saya disini sebagai mantan rektor, turut berduka cita atas mendengarkan apa yang diputuskan tentang pemecatan Prof Bus. Kita panggil akrab dengan panggilan kecintaan terhadap beliau (Prof Bus), kami kecewa atas pemecatan beliau yang dilakukan oleh Rektor Unair. Saya memakai peci Airlangga ini untuk sebuah kebanggan, karena memang dulu ini ada tanda hijau. Kalau dulu hanya 5 Fakultas, meskipun sekarang ada 15 Fakultas harusnya Unair saling mendukung. Bukan malah menjatuhkan karena satu lain pihak," ujar Prof Puruhito ketika menyampaikan Orasi, Kamis, (4/7/2024).

Baca Juga: Prof Nasih Tak Berikan Komentar Apapun Soal Pemberhentian Dekan FK

Ia juga berpendapat, tindakan yang diambil oleh pimpinan Unair sebagai mantan pimpinan ada suatu hal yang tidak sesuai. Hingga kini, masih belum ada dasar pemecatan yang dilakukan oleh rektorat Unair. Apa yang mendasari rektor berbuat seperti masih belum ada alasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Seharusnya ada prosedur, ada peringatan terlebih dahulu. Saya sebagai mantan rektor Unair tahu prosedur itu. Tapi, sampai sekarang peringatan masih belum dilakukan, sehingga itu yang kami sesalkan," ujarnya.

Baca Juga: Seluruh Insan Akademis Indonesia Dukung Kebebasan Pendapat Dekan FK Unair

Berbagai macam karangan bunga bertuliskan "Turut berduka cita atas hilangnya hak berpendapat di dunia pendidikan dan kesehatan", "Turut berduka cita atas hilangnya demokrasi di dunia pendidikan"

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU