Ingin Menyerah? Ini 4 Cara Jaga Kesehatan Mental Untuk Mahasiswa Semester Akhir

author Uswatun Hasanah

- Pewarta

Jumat, 29 Des 2023 22:10 WIB

Ingin Menyerah? Ini 4 Cara Jaga Kesehatan Mental Untuk Mahasiswa Semester Akhir

Optika.id - Menempuh pendidikan tinggi usai sekolah menengah atas memang terasa menyenangkan sekaligus menantang, khususnya pada masa-masa awal perkuliahan yang mana pergaulan telah meluas dan ada banyak teman baru yang asyik untuk diajak bertukar pikiran. Akan tetapi, situasi tersebut berbeda dengan seorang mahasiswa yang tengah berupaya menyelesaikan semester akhirnya.

Dalam kondisi tersebut, biasanya ada beban mental yang membayanginya. Misalnya, tuntutan untuk secepatnya menyelesaikan skripsi hingga tantangan menghadapi masa depan untuk memasuki dunia kerja. Tentunya hal tersebut tidak mudah dan kemudian menjadi tekanan secara psikologis.

Baca Juga: Jangan Asal Self Diagnosis Kesehatan Mental, Ini Bahayanya!

Menurut Psikolog di Lembaga Layanan Psikolog Universitas Nusa Nipa Indonesia, Maria Megaloma H. Gaharpung, ada beberapa faktor yang bisa membuat dan memicu mental illness pada mahasiswa. Di antaranya adalah beba mahasiswa yang cukup berat, namun tidak mempunyai support system yang baik sehingga menyebabkan mahasiswa mudah stress dan merasa kesepian.

Apalagi, bagi mahasiswa semester akhir beban mental tersebut muncul biasanya dipicu oleh penumpukan tugas kuliah, tugas akhir atau skripsi, dan tekanan dari orang-orang di sekitarnya.

“Gangguan mental juga dapat terjadi pada mahasiswa yang mengalami masalah keuangan, saat mengerjakan skripsi mulai dari menggandakan skripsi, biaya makan dan kosan untuk mahaiswa perantau, biaya transportasi, hingga biaya kuliah akan bertambah bila tidak selesai tepat waktu,” ujar Mega, sapaannya, kepada Optika.id, Jumat (29/12/2023).
 
Gangguan kesehatan mental tersebut alhasil bisa menyebabkan seseorang mengalami stress hingga memicu kematian. Lantas, langkah seperti apakah yang bisa dilakukan seorang mahasiswa dalam mencegah masalah mental health?

Mega menyarankan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah gangguan kesehatan mental pada mahasiswa akhir dengan cara:

Manajemen Waktu 

Hal pertama yang diperlukan oleh mahasiswa adalah manajemen waktu yang baik. manajemen waktu ini menurut Mega akan membuat setiap tugas dapat diselesaikan satu per satu sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditenttukan. Selain itu, mahasiswa juga harus lebih memprioritaskan pengerjaan tugas kampusnya sehingga bisa selesai tepat pada waktunya dan tidak menimbulkan stress berlebihan, khususnya ketika semua harus ditumpuk saat deadline.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Website CV ATS Friendly, Kamu Harus tau!

Menjaga Kesehatan Fisik 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya manajemen waktu, mahasiswa semester akhir juga perlu menjaga kesehatan fisiknya dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, berolahraga secara teratur, dan istirahat yang cukup. Kegiatan ini bisa membantu menjaga stamina tubuh ketika menjalani aktivitas perkuliahan maupun penyusunan skripsi pada waktu yang bersamaan.

Menjalin Relasi dengan Lingkungan Sosial yang Positif 

Tak ada salahnya untuk menjalin komunikasi bersama teman yyang sama-sama sedang berjuang untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Mahasiswa tingkat akhir ini bisa saling bertukar informasi dengan temannya yang sama-sama berjuang. Tak hanya dengan teman saja, mahasiswa juga perlu berkomunikasi secara aktif dengan dosen pembimbing sehingga bisa mendapatkan inspirasi atau ide untuk menyelesaikan tugas akhirnya.

Baca Juga: PT Bank Central Asia Buka Program Magang, Yuk Daftar!

Menyediakan Me Time

Mega menyarankan agar mahasiswa yang tengah berjuang dalam mengerjakan tugas akhir untuk menyisihkan waktunya untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan dan bersifat positif. tujuannya adalah mengurangi stress, ketegangan dan kecemasan yang dialami olehnya.

Demikian empath al yang bisa dilakukan oleh mahasiswa semester akhir dalam mencegah gangguan kesehatan mental yang kerap melanda. Khususnya dengan berbagai pemberitaan akhir-akhir ini mahasiswa yang mengakhiri hidupnya dengan berbagai alasan. Tak ada salahnya untuk jeda sejenak, dan melakukan kegiatan rileks lainnya yang sesuai dengan hobi misalnya mendengarkan musik, membaca buku, berkebun, camping, dan lain sebagainya.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU