Kerja Lima Hari Saja Rugi, Apalagi 4 Hari Kerja

author Pahlevi

- Pewarta

Kamis, 13 Jun 2024 16:53 WIB

Kerja Lima Hari Saja Rugi, Apalagi 4 Hari Kerja

Oleh: Cak Ahmad Cholis Hamzah 

Baca Juga: Di Tempat Saya Satu Bungkus Nasi Rp 5.000,-

Surabaya (optika.id) - “wong kerja lima hari kerja rugi, apalagi empat hari kerja”. Itu adalah kalimat dari sahabat saya di WA grup yang menanggapi tayangan video tentang 68% BUMN rugi dan tentang ide menteri BUMN untuk memberlakukan 4-hari kerja seminggu di BUMN.

Clotehan sahabat saya para “pangsiunan” pengurus alumni Unair itu mengacu pada berita tahun 2021 ketika menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati didepan DPR RI Komisi XI  tanggal 15 Desember 2021 mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa 68% BUMN menghadapi potensi bangkrut. Adapun BUMN tersebut, jelas Sri, biasanya menerima suntikan modal dari pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). "BUMN kita55% itu debt-nya, utangnya berada di atas rata-rata dari industri di mana mereka berada," ujarnya. Ada yang memprediksi besaran utang BUMN 2024 sedikit rumit karena belum ada angka resmi yang dirilis pemerintah. Namun, kita bisa melihat tren dari beberapa tahun sebelumnya. Pada akhir 2022, total utang BUMN tercatat sebesar Rp 1.640 triliun.

Baca Juga: Komunikasi Politik Yang Menyentuh Perasaan

BUMN yang banyak mengalami kerugian itu ternyata gaji para direktur dan komisarisnya sangat wah. Kita pakai contoh satu perusahaan saja yaitu MIND ID. Diberitakan Kompas.com, Rabu (12/6/2024), Laporan Tahunan Inalun 2019 menyebutkan Orias Petrus Moedak yang saat itu menjadi direktur utama perusahaan sebelum berganti nama menjadi MIND ID mendapat gaji sebesar Rp 325 juta per bulan. Oleh karena itu, komisaris utama MIND ID kurang lebih menerima 45 persen dari honorarium direktur utama atau sekitar Rp146,25 juta. Sementara anggota dewan komisaris mendapat gaji Rp 131,65 juta. Selain itu, komisaris utama mendapat tunjangan transportasi, tunjangan hari raya, dan tunjangan asuransi purna jabatan. Jika ditotal, komisaris utama MIND ID bisa mengantongi gaji Rp 2,25 miliar dalam satu tahun. Sementara tantiem komisaris utama berdasarkan laporan keuangan 2018 mencapai Rp 4,2 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perusahaan-perusahaan penting milik negara yang kebanyakan mengalami kerugian namun membayar gaji direktur dan komisarisnya sangat tinggi itu saat ini akan diuji coba melakukan kerja 4 hari dalam satu minggu. Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membawa kabar gembira kepada para pegawai perusahaan pelat merah RI. Erick mendorong implementasi program yang disebut compress working schedule. Lewat program tersebut, pegawai dimungkinkan untuk bekerja hanya 4 hari dalam seminggu. Dengan begitu, mereka bisa menikmati hari libur dalam 3 hari sepekan. Akan tetapi, Erick memberikan syarat. Untuk bisa mendapatkan libur 3 hari, para pegawai BUMN harus sudah bekerja lebih dari 40 jam dalam seminggu. "Kalau sudah bekerja lebih dari 40 jam kalian punya alternatif di Kementerian BUMN," kata Erick di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, dikutip pada Senin (11/3/2024).

Baca Juga: Pelajaran dari Kejadian di Kenya

Rupanya mas Erick sang menteri ini ingin mengadopsi sistem 4 hari kerja dalam satu minggu dari beberapa negara barat seperti Inggris, Selandia baru dsb. Kerja 4 hari itu dinegara barat itu memang ada yang mendapatkan reaksi positif dari para pegawai perusahaan karena mereka memiliki “me-time” yang cukup dengan keluarga. Namun sistim “4-day work week” itu juga mendapatkan reaksi negatif. Banyak pemimpin bisnis khawatir tidak akan ada waktu yang memadai untuk pelanggan dan klien. Selain mengelola kebutuhan klien, penjadwalan internal dapat menyebabkan masalah. Rapat yang direncanakan dapat dijadwalkan dalam minggu kerja, tetapi pertemuan dadakan atau darurat mungkin merepotkan. Sesi brain storming mungkin melihat masukan yang terbatas, terutama jika karyawan yang tidak aktif tidak dapat diakses. Seberapa sering ini terjadi dalam suatu organisasi dapat menentukan kelayakan minggu kerja 4 hari. Belum lagi mengatur jadwal operasi lini produksi atau production line dsb.

Kita lihat saja bagaimana hasil uji coba mas Menteri Erick Thohir ini apakah dengan sistem 4 hari kerja dalam satuminggu akan mampu meningkatkan produktivitas BUMN sehingga bisa menghindari kerugian atau tidak. Tapi bagi para direktur dan komisaris BUMN mungkin akan menerima sistem kerja yang lebih singkat ini dengan rasa suka cita yang mendalam sebab dengan kerja yang waktunya pendek namun gaji dan tunjangannya tetap tidak berubah dan kemungkinannya malah bertambah.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU