Seluruh Dekan Fakultas Kedokteran se-Indonesia Sesalkan Pemberhentian Dekan FK Unair

author Pahlevi

- Pewarta

Kamis, 04 Jul 2024 11:36 WIB

Seluruh Dekan Fakultas Kedokteran se-Indonesia Sesalkan Pemberhentian Dekan FK Unair

Surabaya (optika.id) - Buntut dari diberhentikannya Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., SpOG(K), dari jabatannya sebagai dekan FK Universitas Airlangga. Seperti rilis yang diterima Optika.id pada Kamis (4/7/2024) pagi, seluruh dekan Fakultas Kedokteran se-Indonesia yang bernaung di bawah PP AIPKI (Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia) menyesalkan hal tersebut dan memberikan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Penghargaan terhadap Kebebasan Akademik

Baca Juga: Ini Tanggapan Kemenkes Soal Pencopotan Dekan FK Unair!

Menyesalkan keputusan pemberhentian Dekan FK UNAIR yang juga menjabat sebagai Ketua AIPKI secara tiba-tiba oleh Rektor. Keputusan ini kami pandang sebagai bentuk tidak menghargai kebebasan akademik yang seharusnya dijunjung tinggi di lingkungan pendidikan tinggi.

2. Kepentingan Akademik dan Kelembagaan

Pemberhentian mendadak ini tidak hanya berdampak negatif terhadap individu yang bersangkutan, tetapi juga mengganggu kestabilan kelembagaan dan proses akademik di Fakultas Kedokteran UNAIR. Kami menyerukan agar setiap keputusan strategis yang menyangkut pemimpin akademik mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas dan melibatkan proses yang transparan dan partisipatif.

3. Perlindungan terhadap Integritas Akademik

Integritas akademik adalah salah satu pilar utama yang harus dijaga oleh setiap institusi pendidikan tinggi. Kami menegaskan bahwa pemberhentian yang tidak melalui proses yang jelas dan adil berpotensi merusak kepercayaan komunitas akademik dan publik terhadap institusi pendidikan tersebut.

4. Komitmen terhadap Profesionalisme dan Etika

Kami mengingatkan bahwa posisi pimpinan akademik seperti Dekan memerlukan penanganan yang profesional dan etis. Tindakan pemberhentian secara tiba-tiba mencerminkan kurangnya komitmen terhadap nilai-nilai profesionalisme dan etika dalam manajemen akademik. Kami mendesak agar keputusan ini ditinjau kembali dengan mengedepankan dialog yang konstruktif dan berdasarkan prinsip keadilan.

5. Dukungan terhadap Ketua AIPKI

Sebagai Ketua AIPKI, Dekan FK UNAIR memiliki tanggung jawab besar dalam memajukan pendidikan kedokteran di Indonesia. Kami menyatakan dukungan kami kepada beliau dan berharap agar keputusan ini tidak menghalangi upaya bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan kedokteran di tanah air. Kami mendesak pihak rektorat UNAIR untuk mempertimbangkan ulang keputusan ini demi kepentingan bersama.

“Kami berharap pernyataan sikap ini dapat menjadi perhatian bagi semua pihak terkait dan mendorong terciptanya iklim akademik yang lebih baik dan berkeadilan,” tulis pernyataan sikap para Dekan FK se-Indonesia.

Penjelasan Unair

Pihak Unair juga membenarkan terkait pemberhentian Prof. Budi sebagai dekan FK Unair.

"Terkait beredarnya pemberitaan tentang pemberhentian Dekan FK Unair di beberapa media sosial, kami, Humas Universitas Airlangga, menyatakan bahwa pemberitaan tersebut benar adanya," kata Ketua Pusat Komunikasi dan Informasi Publik (PKIP) Universitas Airlangga, dr. Martha Kurnia Kusumawardani, SpKFR(K), Kamis (4/7/2024).

Martha menjelaskan bahwa pemberhentian Prof. Budi telah dipertimbangkan oleh pimpinan Unair. "Ini merupakan kebijakan internal untuk menerapkan tata kelola yang lebih baik guna penguatan kelembagaan khususnya di lingkungan FK Unair," katanya.

“Kami menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. Budi Santoso, dr., SpOG(K), atas semua pengabdian dan jasanya selama memangku jabatan tersebut," tambahnya.

Baca Juga: Prof Nasih Tak Berikan Komentar Apapun Soal Pemberhentian Dekan FK

Pernyataan Prof Budi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof Budi sendiri membenarkan bahwa dirinya telah dicopot dari jabatannya. Hal ini buntut dari respons Prof Budi terkait rencana Kemenkes yang akan mendatangkan dokter asing ke Indonesia.

"Iya benar (Dihentikan dari jabatan Dekan FK Unair)," kata Prof Budi.

Prof Budi mengatakan pada Senin (1/7/2024) dia dipanggil oleh Rektor Unair Prof Nasih. Panggilan itu dilayangkan usai dirinya berkomentar tidak setuju dengan rencana Menkes mendatangkan dokter asing ke tanah air.

"Saya Senin dipanggil, saya dianggap salah melampaui kewenangan. Saya memang menyuarakan itu bahwa tidak setuju dengan dokter asing. Saya diminta mundur atau diproses," jelas Prof Budi.

Pada Selasa (2/7/2024) Prof Budi diminta menghadap rektor, senat akademis, dan sekretaris universitas. Namun ia tak bisa hadir karena sedang ada di Jakarta menjadi narasumber sebuah acara.

"Hari Rabu (3/7/2024) pagi diberitahu saya diberhentikan, suratnya sedang diproses. Jam 15.00 WIB suratnya saya terima," kata Prof Budi.

“Prosesnya, saya dipanggil terkait pernyataan tidak setuju dengan dokter asing. Akhirnya, hari Rabu keluar SK-nya," tambahnya.

Baca Juga: Pemecatan Dekan FK Unair Seharusnya Tak Dilakukan!

Di SK pemberhentian yang diterima Prof. Budi, tidak disebutkan alasan spesifik mengenai pemberhentiannya. "Kalau di SK tidak ada keterangan alasan pemberhentian, tetapi dalam proses pemanggilan itu disebutkan," ujarnya.

Prof Budi pun sudah pamitan pada rekan sejawatnya di Universitas Airlangga.

“Assalamualaikum wr wb, Bpk ibu Kadep, Sekdep, KPS, FK. Unair, per hari ini sy diberhentikan sebagai Dekan FK. Unair, sy menerima dengan lapang dada dan ikhlas, Mhn maaf selama sy memimpin FK. Unair ada salah dan khilaf, mari terus kita perjuangkan FK. Unair tercinta untuk terus maju dan berkembang, Aamiin3x , salam hormat untuk guru, senior dan sejawat semuanya, Wassalammualaikum wr wb,” tulis Prof Budi seperti rilis yang diterima Optika.id.

Diketahui, Prof. Budi menyatakan ketidaksetujuannya dengan wacana Menkes Budi Gunadi Sadikin mendatangkan dokter asing ke Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, sebanyak 92 Fakultas Kedokteran di Indonesia masih mampu meluluskan dokter-dokter berkualitas.

"Secara pribadi dan institusi, kami dari fakultas kedokteran tidak setuju," kata Prof Budi Santoso dilansir detikJatim, Kamis (27/6/2024).

"Saya pikir semua dokter di Indonesia tidak rela kalau dokter asing bekerja di sini, karena kita mampu untuk memenuhi dan kita mampu menjadi dokter di tuan rumah sendiri," ujar Prof. Budi seperti dilansir kumparan beberapa waktu yang lalu.

Pihaknya juga telah berupaya menyampaikan ke Kemenkes. Dia sampaikan terkait kualitas dan jumlah dokter yang ada di tanah air mencukupi, sehingga tak perlu mendatangkan dokter asing.

"Kami akan terus memperjuangkan ke Kemenkes bahwa kami tidak setuju. Saya sebagai institusi fakultas kedokteran tidak setuju untuk dokter asing," pungkasnya.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU