Investor Asing Masih Ragu Ikut Proyek IKN

author Dani

- Pewarta

Senin, 20 Nov 2023 09:27 WIB

Investor Asing Masih Ragu Ikut Proyek IKN

Oleh: Cak Ahmad Cholis Hamzah

Baca Juga: Mengenal Political Marketing di Pilpres!

Optika.id - Presiden Joko Widodo terlihat terus melakukan marketing strategy atau strategi pemasaran berusaha menarik investor asing untuk menanamkan modal nya di proyek pembangunan ibu kota baru atau Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Termasuk ketika menghadiri KonferensiTingkat Tinggi (KTT) APEC (The Asia Pacific Economic Cooperation) di California Amerika Serikat pak Jokowi “berjualan” menarik investor asing untuk ikutmembangun IKN. Namun sepertinya, investor luar negeri masih ragu-ragu untuk menanamkan modalnya di proyekyang ambisius itu.

Padahal, Jokowi pernah klaim bahwa sudah ada 130 investor dari Singapura yang tertarik berinvestasi. Ada juga 30 investor dari Jepang, 30 investor dari Malaysia dan Uni Emirat Arab yang menunjukkan ketertarikan serupa. Tapi itu hanya sebatas janji “tertarik” belum ada realisasi.

Belum adanya investor asing diakui sendiri oleh presiden Jokowi yang mengungkapkan belum ada investor asingyang masuk ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. "Sampai saat ini belum ada (investasi asing masuk IKN)," katanya di sela KTT APEC di California, Amerika Serikat, Kamis (16/11/2023) waktu setempat.

Media luar negeri sudah banyak yang memberitakan perihal segannya investor asing masuk ke proyek IKN, misalnya media NEWS dari Australian bulan Juli 2023 lalu menuliskan berita bahwa ketika berada disuatu forum di Singapura, Presiden Indonesia Joko Widodo berusahameyakinkan investor asing untuk masuk di proyek bu kota baru Nusantara senilai $ 48 miliar. "Saya sarankan Anda tidak menunggu terlalu lama. Jangan hanya duduk dan menonton," kata Widodo, atau Jokowi, kepada audiensi internasional pada bulan Juni. "Ini adalah kesempatan emas yang sangat menawan di Indonesia, yang mana kalian semua bisa menjadi bagian darinya."

Baca Juga: Keprihatinan Megawati Dan Beberapa Tokoh Nasional Tentang Hilangnya Hati Nurani

Ucapan yang sama di Singapura itu juga seringkali di dengungkan ke para pejabat atau investor yang mengikuti sidang APEC di Amerika Serikat, termasuk ketika memberikan pidato di Stanford University, yang intinya dia menginginkan investor agresif dan cepat untuk memutuskan bergbung di proyek IKN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk saat ini sepertinya agak sulit bagi Jokowi menjual proyek unggulannya, dibayangkan sebagai kota hijau dan cerdas yang mencakup hampir 260.000 hektar untuk menggantikan ibukota Jakarta yang penuh sesak, tenggelam dengan cepat, dan tercemar saat ini. Sepertidiketahui Pemerintah Indonesia akan menanggung 20 persen dari biaya proyek, yang sudah dibangun di provinsi Kalimantan Timur di pulau Kalimantan, dan berbelanja bagi investor swasta untuk membayar sisanya.

Para ahli mengatakan risiko membangun kota "di antah berantah" adalah "luar biasa tinggi", sementara investor khawatir proyek itu akan terhenti setelah masa jabatan terakhir Jokowi sebagai presiden berakhir pada 2024.Sejauh ini, Indonesia dilaporkan telah mendekati beberapa negara tentang proyek tersebut termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Jepang, Korea Selatan, Iran, Kanada, Jerman, dan Singapura.

Baca Juga: Menpora Dihukum Cambuk

Belum “laku” nya proyek ambisius IKN itu sebagian besar dikarenakan para investor luar negeri itu masih memiliki keraguan hasil Pilpres 2024, dan keraguan tentang stabilitas politik di Indonesia pasca Pilpres itu.

Tapi presdien Jokowi keukeuh atau mengharap dengan kuat bahwa kalau investor asing tidak ada yang masukmaka prioritas diberikan kepada penanam modal dalam negeri. Masalahnya apakah investor dalam negeri juga memiliki keraguan yang sama seperti investor asing tentang stabilitas politik Indonesia pasca Pilpres 2024.

Wallahu Alam.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU