Optika.id- Indikator Politik merilis hasil survei terbarunya mengenai 'Evaluasi publik atas kinerja lembaga penegak hukum dan perpajakan'. Hasilnya, TNI menjadi lembaga yang paling dipercaya publik melampaui Presiden, Kejaksaan Agung, Kepolisian hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca juga: Prediksi Indikator Politik, Putaran Pertama Prabowo-Gibran Lolos
"TNI paling dipercaya publik, nah temuan kami salah satunya karena TNI berhasil menarik diri dari urusan politik praktis. Itu lah yang menyebabkan TNI pulih," kata Peneliti Utama Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei secara daring, Minggu (2/7/2023).
"Pernah di awal-awal Reformasi TNI jeblok, tapi belakangan Reformasi militer justru memberikan insentif dipercaya publik, karena mereka tidak lagi terlibat urusan day to day politik praktis," sambungnya.
Berdasarkan hasil survei, kata Burhanuddin, TNI sangat dipercaya publik dengan persentase sebesar 23,5 persen, cukup percaya 72,3 persen, kurang percaya 3,0 persen.
Baca juga: Survei Y-Publica: Paslon Prabowo-Gibran Menang 50,2 Persen
"Presiden sangat percaya 21,3 persen, cukup percaya 71,5 persen, kurang percaya 6,6 persen. Kejaksaan Agung sangat percaya 9,7 persen, cukup percaya 71,5 persen, kurang percaya 13,6 persen," katanya.
Kemudian Polri sangat dipercaya publik dengan persentase 10,8 persen, cukup percaya 65,6 persen, kurang percaya 20,0 persen. Lalu KPK sangat percaya 10,0 persen, cukup percaya 65,7 persen, kurang percaya 20,6 persen.
Baca juga: Lembaga Survei Perlu Regulasi Ketat Agar Tak Giring Opini Publik
"MPR sangat percaya 7,7 persen, cukup percaya 66,1 persen, kurang percaya 20,8 persen. DPD sangat percaya 7,4 persen, cukup percaya 65,9 persen, kurang percaya 20,2 persen," katanya.
"DPR sangat percaya 7,1 persen, cukup percaya 61,4 persen, kurang percaya 26,6 persen. Partai politik sangat percaya 6,6 persen, cukup percaya 58,7 persen, kurang percaya 29,5 persen," sambungnya.
Editor : Pahlevi