Anies Minta KPU Netral, Agar Pemilu Kedepan Tak Memalukan

author Dani

- Pewarta

Sabtu, 10 Feb 2024 02:18 WIB

Anies Minta KPU Netral, Agar Pemilu Kedepan Tak Memalukan

Surabaya (optika.id) - Calon presiden nomor urut 01 Anies Baswedan meminta KPU netral dalam Pemilu 2024. Ini dikatakan saat acara Desak Anies yang berlangsung di DBL Arena, Surabaya.

Anies awalnya mendapatkan pertanyaan seputar netralitas dan keadilan wasit dalam Pemilu 2024. Anies lalu menjawab 'becik ketitik, ala ketara'. Ia kemudian memberi contoh driver ojol yang melanggar pasti akan diputus kemitraannya.

Baca Juga: KPU Tak Akan Hentikan Sirekap, Ini Alasannya

"Lah wong driver ojol diputus, masak yang lebih tinggi dibiarkan?" kata Anies yang disambut riuh belasan ribu orang yang memadatai DBL Arena, Jumat (9/2/2024) malam.

Anies mengajak semua orang jangan menjadi partisipan pasif. Setelah datang mencoblos, Anies meminta pendukungnya untuk datang lagi ke TPS jam 1 siang untuk mengawasi penghitungan suara. Selain itu, dia juga meminta untuk mengunggah ke media sosial jika menemukan adanya kecurangan.

"Yang paling ditakuti pelanggar adalah transparansi, yang paling ditakuti adalah pengawasan dari publik. Akan kah kita biarkan mereka tanpa diawasi? Kita jaga bersama-sama. Ini bukan menjaga suara Anies, ini bukan menjaga suara Muhaimin, ini menjaga harapan jutaan orang yang menginginkan ada perubahan di Republik ini," tegas Anies.

Baca Juga: Akurasi Sirekap Lemah, ELSAM: Mestinya Diperkirakan dan Diantisipasi Sejak Awal

Mantan gubernur DKI Jakarta ini lalu mengingatkan KPU untuk netral dan tidak curang di Pemilu 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Kalau sampai penyelenggara dan wasit melakukan kecurangan, melakukan manipulasi, ingat, dia akan dicatat sebagai penyelenggara demokrasi terburuk yang ada di Republik ini," kata Anies.

Anies kemudian bercerita ketika dirinya mendatangi di kampung-kampung Surabaya dan bertemu dengan warga. Di sana warga dengan bangganya menunjukkan makam para orang tua pendahulunya yang gugur dalam pertempuran 10 November 1945.

Baca Juga: KPU Sebut Anggaran Sirekap Akan Direkap dan Diaudit BPK

"Tapi tidak ada satupun yang jadi tentara Belanda yang anak cucunya bangga, yang kakeknya kolaborator Belanda. Bagi seluruh penyelenggara pemilu, ingat, bila pemilu ini jadi pemilu terburuk, anak cucu anda akan menanggung rasa malu atas apa yang dikerjakan orang tuanya," ucap Anies.

Diketahui, 13.500 orang memenuhi DBL Arena untuk mengikuti acara Desak Anies. Desak Anies di Surabaya ini merupakan yang terakhir setelah sebelumnya digelar di beberapa kota lainnya.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU