Cak Imin: Jateng Insyaallah Jadi Kandang Hijau

author Dani

- Pewarta

Kamis, 08 Feb 2024 21:48 WIB

Cak Imin: Jateng Insyaallah Jadi Kandang Hijau

Jakarta (optika.id) - Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan suara dirinya dan capresnya, Anies Baswedan, kuat di DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Banten. Namun, Cak Imin mengatakan suara Anies-Cak Imin tidak kuat di Jawa Tengah yang merupakan kandang PDIP atau kandang merah.

"Jawa alhamdulillah DKI kuat, Jawa Barat kuat, Banten kuat, Jawa Timur insyallah karena PKB kuat AMIN kuat. Masalahnya tinggal Jawa Tengah. Jawa Tengah ini kandang merah, kandang kerbau," kata Cak Imin dalam pidatonya di Ponpes Assalaam Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/2/2024).

Baca Juga: Pasangan AMIN Tegaskan Tetap Solid untuk Jalan Perubahan

Cak Imin berdoa perubahan suara rakyat akan terjadi di Jawa Tengah. Dia menyinggung soal 10 tahun petani di Jawa Tengah tidak mendapat pupuk.

"Kita berdoa moga-moga karena perubahan itu suara rakyat maka perubahan itu juga harapan rakyat Jawa Tengah. Masak sih sudah 10 tahun nggak punya pupuk para petani masyarakat Jawa Tengah kan mayoritas petani, sudah 10 tahun nggak dapat pupuk masak sih mau meneruskan," ujarnya.

Dia berharap Jawa Tengah akan bergeser dari kandang merah menjadi kandang hijau. Dia berdoa perubahan tak bisa dibendung dan akan nyata terjadi.

"Insyaallah doanya kalau bapak ibu semuanya insyallah, Jawa Tengah pun bergeser dari kandang merah ke kandang hijau. Allahumma aamiin. Dengan demikian insyaallah perubahan tak bisa dibendung, perubahan akan nyata di depan mata kita," ucapnya.

Baca Juga: Anies: Pemilu Harus Jaga Integritas

Selain itu, Cak Imin juga bercerita sempat 'diadang' saat memutuskan berpasangan dengan Anies Baswedan. Dia menyinggung soal pemanggilan KPK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Kita ini dihadang di mana-mana, dulu mau pasangan sama Mas Anies banyak yang nggak suka, baru pengumuman tanggal 2 tanggal 3 dipanggil KPK. Alhamdulillah aman nyaman karena kita tidak memiliki kesalahan apapun, alhamdulillah," ujarnya.

Lebih lanjut, Cak Imin juga mengaku 'diadang' saat proses kampanye terkait penyewaan gedung. Dia mengatakan hal itu juga serupa diterima Anies.

Baca Juga: PKB Akan Raih 80-an Kursi Parlemen, Jajaki Koalisi Atau Oposisi?

"Begitu kita kampanye banyak kasus, saya itu mau kampanye di gedung pertemuan untuk perkawinan di UIN Ciputat. Acaranya PMII, saya sudah siapkan macam-macam, sudah sewa, sudah oke semua. Begitu hari H-nya pemilik gedung menyatakan gedungnya tidak boleh dipakai karena UIN kan di bawah Kemenag, Kemenag kan pemerintah," kata Cak Imin.

"Begitu juga Mas Anies suatu hari mau kampanye di Tuban, heli kok karena butuh waktu cepat supaya efektif cari tempat pendaratan heli nggak ada satupun yang berani mengizinkan. Mau turun di Morowali pesawat sudah mau turun ke Morowali, tidak ada izin untuk turun di Morowali. Begitu terus," imbuhnya.

Editor : Pahlevi

Tag :

BERITA TERBARU