Tim Hukum AMIN: Akan Ada Menteri yang Jadi Saksi Gugatan PHPU

author Dani

- Pewarta

Kamis, 28 Mar 2024 09:28 WIB

Tim Hukum AMIN: Akan Ada Menteri yang Jadi Saksi Gugatan PHPU

Jakarta (optika.id) - Ketua Tim Hukum Nasional (THN) pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) meminta kepada majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) untuk bisa menghadirkan saksi di sidang sengketa pemilihan presiden (Pilpres) 2024 dari menteri pemerintah Presiden Joko Widodo.

“Nanti pada waktunya kami akan mengajukan kepada majelis konstitusi untuk menghadirkan beberapa pejabat yang kami mintakan nanti,” ucap Ari kepada media usai sidang perdana di Mahkamah Konstitusi, Medan Merdeka Barat, Rabu, (27/3/2024). 

Baca Juga: Anies Harap Demokrasi Indonesia Kedepan Jauh Lebih Baik!

Namun Ari menegaskan tetap menyerahkan keputusan tersebut ke para hakim MK. Sebab, pihaknya tidak memiliki kemampuan untuk menghadirkan para menteri tersebut.

“Tapi itu keputusannya pada majelis nanti menerima atau tidak. Karena kami tidak punya kemampuan menghadirkan menteri-menteri tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: MK Tolak Gugatan, Anies Siapkan Pernyataan Ini

Dia menilai hadirnya saksi dari Menteri Keuangan dalam penggunaan anggaran negera tersebut untuk membuka cerita fakta sebenarnya. Selain itu, lanjut Ari, Menteri Sosial mengenai penyaluran bantuan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu penting sekali sebetulnya supaya Masyarakat tahu dan kita betul-betul bisa memahami secara utuh sehingga yang tadi kami sampaikan di awal tentang terjadinya pengkhianatan konstitusi MK sebagai penjaga konstitusi kita dapat memberikan putusan seadil-adilnya,” tegasnya.

Baca Juga: Anies-Muhaimin: Putusan MK Jadi Penentu Nasib Bangsa Indonesia

Diberitakan sebelumnya, Dewan Pakar sekaligus anggota Tim Hukum Timnas AMIN Bambang Widjojanto menuturkan sejumlah nama menteri yang membantu pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Bambang menuturkan menteri kabinet Jokowi turut terlibat dalam memenangkan Prabowo dan Gibran. Adapun sederet nama menteri seperti Airlangga Hartanto, Luhut Panjaitan, Erick Thohir dan beberapa nama lainnya masuk ke gugatan terkait kecurangan dalam Pilpres 2024, dalam hal ini membantu untuk memenangkan paslon nomor urut 2 tersebut.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU