Gus Muhdlor Dorong Pembayaran Digital di Pasar-pasar Sidoarjo

author Jenik Mauliddina

- Pewarta

Sabtu, 25 Des 2021 15:39 WIB

Gus Muhdlor Dorong Pembayaran Digital di Pasar-pasar Sidoarjo

i

Dok: Humas Pemkab Sidoarjo

Optika.id, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) serta bank-bank BUMN seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), mulai menjalankan program digitalisasi transaksi di pasar tradisional menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS). 

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali mengatakan, Nantinya, transaksi jual beli di pasar ini akan didorong untuk menggunakan pembayaran nontunai melalui QRIS yang terintegrasi dengan perbankan dan penyedia jasa dompet digital. Pilot project ini diluncurkan di Pasar Pekauman, Kelurahan Jetis Kecamatan Sidoarjo. 

Baca Juga: Sidang Praperadilan Muhdlor Kembali Mundur, KPK Tak Hadir

Digitalisasi di berbagi sektor kini tidak bisa lagi dihindari. Kita harus cepat beradaptasi dengan hal tersebut. Karenanya kami di Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus juga mendorong digitalisasi di beberapa sektor utama seperti perdagangan agar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan bersama seperti peredaran uang palsu dan sebagainya, ujar Gus Muhdlor sapaan akrabnya di sela peresmian program digitalisasi transaksi di Pasar Pekauman, Jumat (24/12/2021).

Gus Muhdlor menambahkan, program digitalisasi transaksi di berbagai sektor, termasuk perdagangan di pasar,  harus segera dilakukan di tengah perkembangan teknologi informasi yang bergulir makin cepat.

Ia mengakui, Peralihan transaksi dari tunai ke non tunai memang memerlukan waktu, dan memerlukan terkait edukasi kepada pedagang dan pembeli mengenai cara transaksi digital. 

Dulu sewaktu pertama kali transaksi pembayaran tol menggunakan uang elektronik banyak yang mengeluh, namun dengan edukasi terus menerus kini semua bisa melakukannya tanpa hambatan. Kita ingin transaksi di pasar tradisional juga bisa seperti ini nantinya. Selain di Pasar Pekauman ini, kita akan kloningkan ke pasar-pasar yang lain, termasuk sektor lain seperti parkir, pajak, Bumdes dan sebagainya, tuturnya. 

Baca Juga: Gus Muhdlor Jadwalkan Akan Hadir di Panggilan KPK Hari Ini

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto menjelaskan, digitalisasi transaksi melalui QRIS tidak hanya bertujuan mempermudah transaksi, namun juga mempermudah proses pengajuan kredit bagi pedagang yang ingin menambah modal usaha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kelebihan dari penggunaan QRIS, ada catatan data yang akan mempermudah pedagang dalam mengajukan kredit usaha. Karena sistem QRIS akan tercatat payment id dan payment scoring, jadi ada nilai keuntungan bagi pedagang yang memanfaatkan transaksi dengan Qris, kata Budi. 

Baca Juga: Jumat Depan, KPK Kembali Panggil Tersangka Bupati Sidoarjo

Reporter: Jeni Maulidina

Editor: Amrizal

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU