Strategi Tracing dari Kemenkes Usai Kebobolan Transmisi Omicron di SCBD

author Uswatun Hasanah

- Pewarta

Rabu, 29 Des 2021 02:49 WIB

Strategi Tracing dari Kemenkes Usai Kebobolan Transmisi Omicron di SCBD

i

Strategi Tracing dari Kemenkes Usai Kebobolan Transmisi Omicron di SCBD

Optika.id - Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membeberkan berita terbaru mengenai perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia. khusunya mengenai temuan kasus transmisi varian anyar Omicron di Indonesia.

Kami menemukan adanya satu kasus transmisi lokal Omicron di Indonesia. Hingga Selasa, terdapat 47 kasus konfirmasi positif Omicron di Indonesia. Di mana 46 kasus adalah kasus impor dan satu kasus transmisi lokal, jelas Nadia dalam keterangan pers, Selasa (28/12/2021).

Baca Juga: Epidemiologi Imbau Peningkatan Covid-19 Jelang Libur Nataru

Dirinya menjelaskan, ada satu kasus terbaru transmisi lokal Omicron di Indonesia. yakni merupakan lelaki usia 37 tahun yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dalam beberapa bulan terakhir dan memiliki riwayat kontak fisik dengan pelaku perjalanan luar negeri. Pasien positif varian Omicron ini diketahui berasal dari Medan dan bolak balik ke Jakarta satu bulan sekali.

Dari data yang ada, diketahui mereka telah tiba di Jakarta pada tanggal 6 Desember, kemudian pada tanggal 17 Desember sempat singgah ke salah satu restoran di SCBD.

Karena yang bersangkutan berencana untuk kembali ke Medan pada 19 Desember, melakukan tes antigen dan dinyatakan positif. Lalu dilakukan PCR pada 20 Desember, konfirmasi Omicron didapatkan dari laboratorium pada 26 Desember, papar jubir Kemenkes tersebut.

Saat ini, yang bersangkutan sedang dalam proses evakuasi untuk melakukan isolasi di Rumah Sakit Sulianto Saroso, Jakarta sebagai tindak lanjutan. Tak ketinggalan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun telah melakukan koordinasi dengan Dinas Parekraf DKI guna melakukan tracing ke SCBD dan sekitar tempat tinggal yang bersangkutan.

Hal yang kedua, instansi juga harus melakukan proses tracing terkait dengan kegiatan yang bersangkutan selama mereka berada di Jakarta pada waktu itu. Pegawai yang bersinggungan pun juga harus melakukan swab PCR. Tracing juga digelar kepada tenaga kesehatan dan kepada kontak erat dimana yang bersangkutan melakukan pemeriksaan baik rumah sakit maupun laboratorium.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Naik Jelang Nataru, Kemenkes: Masih Terkendali

Pemerintah pusat akan memantau terhadap risiko penularan Covid-19 varian Omicron ini, baik di level provinsi maupun kabupaten. Bersamaan dengan itu, tambah Nadia, pemerintah daerah diminta terus bekerja sama dengan semua pihak. Hal itu sebagai upaya mempercepat dilakukan investigasi dan penilaian apakah ada keterkaitan varian baru Omicron atau tidak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah kembali mengingatkan serta mengimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas yang tak perlu demi menanggulangi penemuan kasus transisi lokal ini. Terutama dalam masa libur nataru (natal dan tahun baru).

Hindari kerumunan dan selalu memakai masker, mari kita ajak saudara-saudara yang belum divaksin untuk segera divaksin, mari hidup disiplin dan tetap mematuhi protokol kesehatan, tutup Nadia.

Baca Juga: Kemenkes Tegaskan Pneumonia China Tak Akan Jadi Pandemi Baru di Indonesia

Reporter: Uswatun Hasanah

Editor: Amrizal

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU