4 Kali Berturut-turut, Banyuwangi Kembali Jadi Kabupaten Terinovatif 2021

author Jenik Mauliddina

- Pewarta

Kamis, 30 Des 2021 13:25 WIB

4 Kali Berturut-turut, Banyuwangi Kembali Jadi Kabupaten Terinovatif 2021

i

Dok: Humas Pemkab Banyuwangi

Optika.id, Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi kembali terpilih menjadi kabupaten terinovatif se-Indonesia dalam gelaran Innovative Government Award (IGA) oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) 2021. 

Banyuwangi meraih nilai tertinggi dengan skor 84,19 dan menjadi peringkat pertama di kategori provinsi dan kota. Banyuwangi sendiri menjadi kabupaten terinovatif se-Indonesia 4 kali berturut-turut sejak 2018.

Baca Juga: Etika Mengirim Undangan Online agar Rapi & Sopan

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menyerahkan penganugeraan IGA 2021 di Jakarta, Rabu (29/12/2021), kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani secara virtual.

"Tim penilai dari penghargaan daerah inovatif ini sangat kuat. Merupakan gabungan dari banyak lembaga yang kredibel, sehingga sangat obyektif," kata Menteri Tito. 

Dalam keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 002.6-5848 tahun 2021 tentang Indeksi Inovasi Daerah, Provinsi, Kabupaten, dan Kota tahun 2021; 

Indeks inovasi daerah terdapat tiga klaster yakni provinsi, kabupaten, dan kota. Untuk peringkat pertama klaster provinsi diraih Sumatera Selatan dengan skor indeks 79,51. Sementara untuk klaster kota diraih Kota Singkawang dengan skor indeks 70,63.

Adapun tim penilai berasal dari Kementerian Keuangan, Kementerian Pemberdayaan dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Kemendagri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Lembaga Adminsistasi Negara (LAN-RI). Ada pula Universitas Indonesia dan NGO Kemitraan.

Bupati Ipuk Fiestiandani bersyukur Banyuwangi kembali menjadi kabupaten terinovatif. Menurutnya inovasi merupakan kunci bagi daerah untuk mempercepat dan mengakselerasi pembangunan. Menurut bupati perempuan tersebut, daerah seperti. 

Baca Juga: Ada Pakta Integritas, Mendagri Gagal atau Bisa Juga Main Mata

"Banyuwangi memiliki keterbatasan dana, SDM, dan waktu, sehingga inovasi dibutuhkan untuk percepatan-percepatan mengejar ketertinggalan dan meningkatkan kualitas kinerja," Ujarnya. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ipuk menambahkan, inovasi dilakukan Banyuwangi di semua sektor, mulai pendidikan, kesehatan, sosial, lingkungan, pelayanan publik hingga tata kelola pemerintahan. Lebih dari 350 inovasi yang dilakukan Banyuwangi oleh semua elemen organisasi perangkat daerah (OPD) untuk percepatan dan peningkatan kualitas kinerja.

"Di Banyuwangi kami terus berupaya untuk menciptakan iklim inovasi secara bertahap. Kini antar dinas, antar desa, antar puskesmas saling memacu diri dan bersaing melakukan inovasi. Bersaing untuk mempercepat pelayanan ke masyarakat," katanya.

"Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan provinsi yang terus mendukung Banyuwangi untuk terus berinovasi yang muaranya pada kesejahteraan rakyat," tambah Ipuk.  

Baca Juga: Mendagri Ajukan Perppu dan Pilkada Resmi Maju Jadi September 2024!

Reporter: Jenik Mauliddina

Editor: Amrizal

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU