Kejar Prestasi Internasional, KONI Jatim Luncurkan Institute of Sport Science

author Denny Setiawan

- Pewarta

Jumat, 31 Des 2021 13:04 WIB

Kejar Prestasi Internasional, KONI Jatim Luncurkan Institute of Sport Science

i

dok: istimewa

Optika.id, Surabaya - KONI Jawa Timur (Jatim) menutup 2021 dengan meluncurkan Institute of Sport Science (ISS). Lembaga yang akan dipimpin oleh Prof. Toho Cholik Mutohir ini merupakan pengembangan dari Badan Sport Science (BSS). ISS bakal menjadi tulang punggung Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda).

Selama ini BSS merupakan sesuatu yang positif keberadaannya. BSS telah dirasakan manfaatnya oleh pelatih maupun atlet. Mayoritas mereeka menginginkan BSS ini dikembangkan. Untuk memberikan layanan yang makin optimal dalam pembinaan olahraga di Jatim ke depan.

Baca Juga: Optimis Satu Putaran, Relawan Konco Prabowo Siap Dukung Ekonomi Jawa Timur Tumbuh

"Fungsinya diperluas. Lingkupnya lebih luas. Pendekatan ISS lebih holistik, serta memperhatikan prestasi dan kehidupan atlet. Sehingga fokusnya tidak hanya atlet saja, tapi juga interaksi antara pelatih dengan atlet," kata Prof. Toho dalam launching ISS di Kantor KONI Jawa Timur, Kamis (30/12/2021). 

Maestro olahraga dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini menegaskan, ISS merupakan langkah maju dari KONI Jatim. Apalagi tidak banyak daerah yang sangat getol dengan sport science. Baru Jatim dan DKI Jakarta saja. Ini merupakan kans Jatim untuk menjadi produsen atlet yang tidak hanya berprestasi di kancah nasional saja, tapi juga internasional.

"ISS akan bersinergi dengan Badan Pelaksana Puslatda, Badan Diktar sebagai tiga pilar besar di Puslatda Jatim ke depan," jelas mantan Direktur Badan Sains Olahraga (BSO) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tersebut.

ISS tak hanya diisi oleh pakar olahraga di Jatim saja, juga ada pakar olahraga dari Australia Barat yang selama ini menjadi sister city Provinsi Jatim. Prof. Toho secara khusus meminta Hallam Pereira dari Department of Sport and Recreation Australia Barat, untuk mengirimkan seorang ahli yang bisa full time di Jatim guna membantu Puslatda ke depan.

Baca Juga: Tidak Syarati Aturan: Bawaslu Pamekasan Tolak Penuhi Tuntutan DPD PAN untuk PSU

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung mengatakan bahwa target Jatim bukan sekadar PON saja. Melainkan memperbanyak kontribusi raihan medali oleh atlet Jatim di single event maupun multievent di level internasional. Baik itu SEA Games, Asian Games, maupun Olimpiade.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Sebab, meski ada atlet Jatim yang berprestasi di PON, tapi jika melempem di internasional, artinya dia masih jago kandang. Ke depan tidak boleh seperti itu. Kenapa BSS dikembangkan menjadi ISS, itu karena point of view Jatim sudah internasional, bukan semata nasional," jelas Erlangga.

Baca Juga: KPU Sebut 80 Petugas Pemilu 2024 di Jatim Meninggal Dunia: Jember Paling Banyak

Reporter: Denny Setiawan

Editor: Amrizal

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU