Surya Paloh Beri Orasi Ilmiah, Singgung Politik Identitas Tak Melulu Negatif

author Uswatun Hasanah

- Pewarta

Senin, 25 Jul 2022 21:49 WIB

Surya Paloh Beri Orasi Ilmiah, Singgung Politik Identitas Tak Melulu Negatif

i

surya-paloh-nasdem-tower-1280x760

Optika.id - Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh dalam orasi ilmiahnya sebelum menerima gelar doctor honoris causa (HC) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya Malang, menyebut jika dua pemilihan presiden (Pilpres) telah melahirkan polarisasi yang merupakan dampak dari politik identitas. Meskipun demikian, menurutnya politik identitas tak melulu negatif.

Ia mengutip pernyataan mantan ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif yang menjelaskan ada tiga bentuk politik identitas. Yakni good, bad, dan ugly. Politik identitas disebut baik ketika ia menjadi ciri bagi sebuah partai atau kelompok politik.

Baca Juga: Surya Paloh Soal Anies Kembali Maju Pilgub, "Orang Akan Capek Kalau Hadapi Dia"

"Setiap kelompok memang akan melahirkan identitasnya masing-masing. Setiap kelompok bahkan harus melahirkan identitasnya. Kelompok politik yang baik adalah kelompok yang mampu membangun identitas diri yang kemudian menjadi pembeda antara ia dengan kelompok yang lain," ujar Surya Paloh, Senin (25/7/2022).

Namun, identitas tersebut tetap tidak membuatnya merasa eksklusif atau tidak mau mengenal yang lain. Sebaliknya, mereka masih mampu bertahan pada sikap inklusif, bersedia berinteraksi, dan siap mengenal hal yang berbeda dengan kelompoknya.

Kemudian, kelompok tersebut menyadari jika manusia merupakan agen yang multi-identitas. Ada identitas suku, agama, organisasi, agama, politik, hingga identitas kebangsaan yang dimiliki oleh masyarakat.

"Sebagaimana juga yang India tidak semua beragama Hindu, civitas akademika Universitas Brawijaya tidak semua berasal dari Jawa Timur atau beragama Islam. Demikian juga dengan partai dan kelompok politik lainnya, semua anggotanya pasti memiliki identitas yang beragam dan tidak tunggal," ujar Surya.

Sementara itu, politik identitas yang bad atau tidak baik yakni mereka yang bersikap eksklusif dan tidak mau mengenal yang lain. Dalam hal ini mereka juga membatasi diri dalam berteman atau bekerja sama.

Baca Juga: Paloh Ngaku Sungkan Minta Jatah Menteri ke Prabowo

"Mungkin mereka tidak mengganggu namun cara pandang dan berpikirnya menjadi sempit. Melihat sesuatu selalu dari sudut pandangnya, kurang empati," ucap Surya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal yang terakhir, politik identitas yang buruk atau ugly adalah sesuatu yang dapat merusak. Menurut Surya, praktik politik seperti ini picik, membodohi masyarakat, sekaligus dapat membuat perpecahan dalam masyarakat.

"Ia berdiri di atas kesadaran bahwa identitasnya-lah yang paling unggul dan kelompoknya-lah yang paling benar. Maka, identitas lain tidak hanya harus menjadi nomor dua akan tetapi juga harus dikalahkan atau ditiadakan jika perlu," jelas Surya.

Baca Juga: Respon Paloh Usai Ditanya NasDem Soal Oposisi atau Pemerintahan?

Reporter: Uswatun Hasanah

Editor: Pahlevi

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU