Mengenal Lebih Jauh Perbedaan Penerbit dan Percetakan, Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional

author Mei Nurkholifah

- Pewarta

Selasa, 27 Des 2022 18:00 WIB

Mengenal Lebih Jauh Perbedaan Penerbit dan Percetakan, Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional

Optika.id - Saat ini profesi editor kerap kali di pandang sebelah mata oleh publik, padahal sejatinya menjadi editor memiliki tanggung jawab yang besar, salah satu contohnya saat kita menjadi editor buku. Menjadi seorang editor buku merupakan pekerjaan yang memiliki tanggung jawab besar. Editor buku merupakan penentu dari sebuah karya tulisan yang berkualitas.

Baca Juga: Diskusi APPTI, Para Pakar Soroti “Masa Depan Profesi Editor dan Penerbitan di Indonesia”

Mereka juga memastikan dengan baik supaya buku yang tidak berkualitas tidak beredar di pasaran.Tugas Editor Penerbit Bukujuga harus bisa mendorong sekaligus mendukung penulis yang berkualitas untuk bisa terus berkreativitas.

Tugas utama dari seorang editor buku adalah memastikan buku yang akan diterbitkan sudah masuk kriteria layak baca. Editor buku juga bekerja mengedit naskah buku, memeriksa fakta dan juga angka, menghilangkan inkonsistensi dalam penulisan. Mereka juga mengubah beberapa hal yang terlihat klise menjadi elegan.

Banyak orang mengira, penerbit adalah bagian dari orang yang bekerja di percetakan. Tentu saja itu kurang tepat. Percetakan dan penerbit adalah hal yang memiliki arti yang berbeda. Penerbit adalah badan usaha yang tidak sama dengan percetakan, bahkan berbeda juga dengan agen penjualan buku.

Lalu apa sebenarnya penerbit itu? Penerbit adalah bidang usaha yang melangsungkan penerbitan, mulai dari mengembangkan ide dari penulis atau pengarang, mempersiapkan ide dalam bentuk naskah, dan berbagai hal lain yang ada di sekitar penerbitan.

Jika masih bingung dengan apa itu penerbitan, maka di bawah ini akan dijelaskan berbagai hal mengenai penerbitan adalah apa dan bagaimana saja jenis-jenis yang ada di dalamnya.

Pengertian Penerbit

MenurutEducational Publisher Council, Inggris, penerbitan adalah publishing is not printing, nor it is bookselling. Essentially it is the business of supporting, and developing an authors idea, and preparing it for public use. Artinya, penerbit adalah tidak dapat disamakan dengan percetakan, tidak sama dengan kegiatan penjualan buku.

Makna lebih penting dari penerbit adalah mendukung serta membantu penulis atau pengarang untuk mengembangkan ide, mempersiapkan ide, baik dalam bentuk naskah maupun tujuannya untuk kebaikan publik. Yang perlu digarisbawahi bahwa tugas dan makna penting dari sebuah penerbit adalah mendukung dan mengembangkan ide penulis.

Kemudian, penerbit adalah juga membantu mempersiapkan berbagai ide atau karya penulis ke dalam sebuah buku dan kemudian siap untuk dikonsumsi atau didistribusikan kepada publik, khususnya masyarakat. Sehingga tujuan didirikannya penerbitan adalah hal yang sangat mulia.

Jadi, penerbit belum tentu memiliki mesin cetak seperti halnya percetakan. Karena memang wilayah kerjanya paling utama adalah untuk mengembangkan gagasan menjadi sebuah karya. Oleh sebab itu, standar penerbit adalah memiliki beberapa kru editorial, yaknieditor, layouter, designer, illustrator,danproof reader.

Beberapa kantor penerbitan juga melengkapi krunya dengan tim pemasaran dan promosi yang kegiatannya fokus pada distribusi dan penjualan buku serta menata stok buku yang tersedia. Masalah cetak, penerbit bisa mencetak sendiri apabila memiliki mesin yang mumpuni, atau mencetaknya ke percetakan.

Pengertian lain dari penerbitan adalah kegiatan intelektual dan profesional dalam menyiapkan naskah, menyunting naskah, menghasilkan berbagai jenis bahan publikasi, dan memperbanyak serta menyebarluaskan naskah untuk kepentingan umum. Proses penerbitan di dalam penerbit membutuhkan proses panjang yang melibatkan banyak orang serta waktu untuk mengolah naskah sampai berbentukdummy.

Baca Juga: Buku Digital Model Audiobook: Sempat Tarik Perhatian Peserta Mukernas APPTI 2021

Sedangkan yang dimaksud penerbit adalah berkenaan dengan aktivitas manusia yakni sebagai koordinator dalam menyebarluaskan hasil karya dari pihak pengarang. Di dalam bidang penerbitan, penerbit dibagi menjadi dua bagian besar yaitu penerbit umum dan penerbit khusus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penerbit umum yakni penerbit adalah yang menerbitkan buku populer atau ilmiah secara umum, sedangkan penerbit khusus adalah penerbit spesialis yang menerbitkan berbagai buku khusus, seperti buku teks, buku pelajaran, buku perguruan tinggi, buku agama, buku kedokteran, dan lain sebagainya.

Penerbit juga menyajikan berbagai ilmu dan pengetahuan melalui berbagai produk penerbitan serta dapat melakukan perdagangan dengan mencari keuntungan dari produk penjualan buku yang diterbitkannya. Selain itu, tugas penerbit adalah sebagai rekan usaha atau jejaring yang sangat vital bagi penulis.

"Masyarakat sering salah kaprah antara penerbit dengan percetakan, mereka menganggap bahwa itu satu hal yang sama, padahal sebenarnya jika dilihat dari segi konten pun sangat jauh berbeda," ungkap Fadly Suhendra selaku editor penerbit Badan Riset dan Inovasi Nasional pada, Selasa (27/12/2022).

Pada dasarnya, tugas penerbit adalah dapat mengkoordinasikan berbagai unsur penerbitan, misalnya penulis, percetakan, distributor, dan lain sebagainya. Sehingga, tugas penerbit adalah dapat menggandakan naskah, mencari pengarang atau penulis, memperkirakan biaya produksi meliputi bahan baku buku, distribusi, dan lain sebagainya, memberi estimasi daya jual, menghubungi desainer, percetakan, promosi, dan masih banyak lagi.

Sehingga dari sini dapat disimpulkan bahwa perbedaan percetakan dan penerbit adalah dari karakteristiknya. Penerbit bekerja berdasarkanservice orientationyang mana penggolongan penerbit ini berdasarkan dengan orientasi pelayanannya, bekerja berdasarkan konvensional, dan moderat.

Baca Juga: Digitalisasi Perbukuan: Tantangan Penerbit Perguruan Tinggi Saat ini

Fadly juga menambahkan ada beberapa perbedaan menonjol antara penerbit dengan percetakan yaitu, jika penerbit mereka akan berfokus untuk menciptakan konten bagi publik, sedangkan percetakan mereka yang berfokus pada memproduksi atau memperbayak konten dalam bentuk media cetakan (fisik).

Ada beberapa model bisnis penerbitan:

  • Trade atau commercial publisher

Yaitu keuntungan yang diperoleh dari penjualan buku, pertimbangan laku atau tidak di pasaran. berinvestasi pada naskah yang diterbitkan.

  • Academic atau university atau scienthic publisher

Yaitu berorientasi pada penyediaan dan penyebaran ilmu pengetahuan, pembiayaan diperoleh dari pemerintah, donatur, atau swadaya.

  • Vanity atau predator publisher

Yaitu keuntungan diperoleh dari biaya dan dibayar penulis untuk penerbitan buku.

  • Self publisher

Penerbit mandiri alias nerbitin buku secara mandiri. Penulis juga melakukan semua prosesnya secara sendirian mulai dari proses penulisan, editing, desaian isi hingga cover buku.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU