Puan Apresiasi Sivitas Akademika yang Utamakan Demokrasi

author Dani

- Pewarta

Jumat, 09 Feb 2024 18:16 WIB

Puan Apresiasi Sivitas Akademika yang Utamakan Demokrasi

Jakarta (optika.id) - Ketua DPP PDI Perjuangan atau PD-IP Puan Maharanimenghaturkan rasa terima kasih kepada para sivita akademika dari berbagai universitas di Indonesia yang telah bersuara untuk menyelamatkan demokrasi. 

Menurut dia, jika para guru besar telah bersuara, itu menandakan kalau demokrasi yang sedang berjalan di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. 

Baca Juga: Puan di Malang, Semangat Gotong Royong Jadi Kunci Utama

“Kita harus mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kita, sivitas akademika seperti para rektor, dosen dan mahasiswa di seluruh Indonesia," kata Puan di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (9/2/2024).

"Hatinya terbuka, matanya terbuka untuk bersama-sama kita menegakkan pesta demokrasi ini dengan jujur, adil, dan netral,” sambungnya. 

Ketua DPR RI itu juga mengingatkan kepada seluruh abdi negara untuk menjaga netralitasnya di Pemilu 2024.

"Semua harus netral karena pesta demokrasi adalah pesta rakyat. Harus dimenangkan oleh rakyat bukan kekuasaan," katanya. 

Sebelumnya, Guru Besar Psikologi Universitas Gadjah Mada Profesor Koentjoro menilai memuja-muja Presiden Joko Widodo sebagai kesalahan fatal yang dilakukan oleh UGM.

Baca Juga: Usai Debat, Anies Buka Obrolan dengan Puan Maharani, Bahas Apa?

Sebab pujaan tersebut menempatkan Presiden Jokowi terlalu tinggi sehingga merasa tidak pernah salah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan Prof Koentjoro dalam dialog Satu Meja the Forum KOMPAS TV, Rabu (7/2/2024).

“Kalau dulu kita puja-puja, barangkali kesalahan fatal kita menempatkan terlalu tinggi, sehingga merasa tidak pernah salah,” kata Koentjoro.

Koentjoro pun mengaku khawatir nama UGM menjadi rusak karena perilaku Presiden Jokowi dan sejumlah pihak di belakangnya yang kerap melakukan pembenaran dan kebohongan.

Baca Juga: Puan Tegaskan Seluruh Fraksi Sepakat Tunda Revisi UU MK

“Dibalik Pak Jokowi semua orang-orang UGM. Kalau semuanya nggak diingatkan, UGM yang hancur,” ucap Koentjoro.

“Karena itu dengan bahasa kasih, ayo Pak Jokowi kita kembali ke nilai-nilai dan jati diri UGM. Ayo Pak Jokowi kita jalankan demokrasi Pancasila dengan baik, tapi malah tanggapannya seperti itu.”

Koentjoro kecewa respons bentuk kasihnya terhadap Presiden Jokowi dan sejumlah pejabat berlatar UGM justru dianggap partisan.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU