Muhammadiyah Perlu Mengukir Sejarah

author Dani

- Pewarta

Minggu, 24 Mar 2024 11:44 WIB

Muhammadiyah Perlu Mengukir Sejarah

Surabaya (optika.id) - Dalam hakikatnya, sejarah bukan mitos yang menceritakan masa lalu dengan waktu yang tidak jelas serta kejadian yang tidak masuk akal di masa kini. Kemudian, sejarah bukan filsafat, sejarah seharusnya bisa menjadi ilmu yang konkret tetapi menjadi abstrak dan filsafat. 

Lebih lanjut, sejarah bukan ilmu alam, yang memiliki hukum-hukum teori yang berlaku secara tetap, tidak memandang orang, tempat, waktu dan suasana. Selain itu, sejarah juga bukan Sastra yang mana pekerjaan imajinasi yang dihadirkan pengarangnya. 

Baca Juga: Dorong Ekonomi Berkeadilan, KPPU Kolaborasi dengan Muhammadiyah

Sejarah dan sastra, dibedakan dari cara kerja, kebenaran dan hasil keseluruhan serta kesimpulan. Namun, pembahasan sejarah mengenai Muhammadiyah ini berbeda. Yang mana, segala sesuatu yang telah menjadi bentuk kegiatan harus benar-benar diukir menjadi narasi. 

"Pertanyaannya, siapa yang akan menulis, semua warga Muhammadiyah, sampai saat ini sudah cukup banyak buku-buku yang ditulis oleh warga Muhammadiyah yang kemudian membahas mengenai sejarah sampai pada titik ranting," ujar Ghiffari kepada Optika.id, Minggu, (24/3/2024). 

Baca Juga: Menghimpun Sumber untuk Menulis Sejarah Muhammadiyah

Sampai kini, agar perjalanan Muhammadiyah bisa dilihat dan dinikmati, paling tidak warga Muhammadiyah ini bisa menulis buku, bisa diterbitkan oleh suara Muhammadiyah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Banyak sekali warga Muhammadiyah yang memiliki kemampuan menulis, dimana pengartian sejarah disini adalah menentukan warisan Muhammadiyah itu yang mana, sehingga dapat mudah untuk menentukan. Ada Doktrah, dari Gedung Muhammadiyah di Jl. Dahlan, kalau ada angka tahunnya akan lebih mudah ditentukan prioritas untuk dokumentasi," jelasnya.

Baca Juga: Jika Sejarah Tak Dinarasikan, Gerakan Muhammadiyah Bisa Membelok!

Selain dokumentasi, juga melakukan pencatatan, perekaman. Muhammadiyah pun dalam konteks lanjutan akan terus membuat daftar untuk menjadi kekayaan warisan Muhammadiyah. Organisasi yang cukup tua di Indonesia ini nantinya akan terus bergerak, sehingga harus diwarisi berbagai macam gerakan yang dilakukan. 

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU