Orang Islam Tidak Mengangkat Tangan Kiri

author Dani

- Pewarta

Kamis, 28 Mar 2024 15:39 WIB

Orang Islam Tidak Mengangkat Tangan Kiri

Oleh: Cak Ahmad Cholis Hamzah

Baca Juga: Nilai Rupiah Anjlok

Surabaya (optika.id) - George Galloway yang baru saja menjadi anggota parlemen Inggris karena menang pemilu di Inggris tahun 2024 ini dan Richard Medhurst seorang komentator politik kedua-duanya menyangkal keras klaim dari pihak pemerintah Amerika Serikat dan sekutunya negara-negara barat bahwa para pelaku serangan teroris di ibukota Rusia Moskow pada hari Jumat tanggal 22 Maret 2024 adalah anggota ISIS. Pemerintah Rusia juga secara terang-terangan menolak pernyataan resmi pemerintah AS yang dalam waktu singkat setelah kejadian tragis itu langsung mengatakan pembelaannya terhadap Ukraina bahwa Ukraina tidak terlibat dalam serangan teroris itu.

Pihak AS dan negara-negara Eropa dan juga media mainstream mereka menyebutkan bahwa yang menyerang gedung konser di Moskow Rusia itu dan membunuh (per tanggal 28 Maret 2024) 139 orang dan ratusan orang lainnya luka-luka adalah ISIS dengan menunjukkan pernyataan ISIS lewat lamannya. Foto pernyataan ISIS yang disebut barat itu ada latar belakang bendera hitam dengan tulisan Allah dan ada empat orang yang menggunakan masker dan mengangkat tangan kirinya sambil menunjukkan jari telunjuknya.

Baca Juga: Korupsi Turun Temurun

George Galloway dan Richard Medhurst melihat kejanggalan foto itu dengan menuduh bahwa itu adalah hasil rekayasa intelijen AS dan barat. Kedua orang ini tentu bisa melihat kejanggalan foto ISIS itu karena mereka faham tentang masyarakat Islam mengingat George Galloway pernah menikahi wanita Arab Palestina dan Lebanon (istri nya yang sekarang adalah wanita Indonesia bernama Gayatri) dan Richard Medhurst adalah pemuda Inggris keturunan Arab Siria yang beragama Nasrani dan kelahiran Damaskus Siria– tentu faham bahwa tidak ada orang Islam yang mengangkat tangan kiri sambil menunjukkan jari telunjuknya sebagai tanda Allah (atau Tuhan itu Esa), karena tangan kiri bagi orang Islam adalah “dirty hand” atau tangan kotor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

George Galloway dan Richard Medhurst juga menunjukkan kejanggalan foto  bahwa tidak ada anggota ISIS yang ingin berjihad itu memakai masker ketika mengumumkan rencana kegiatannya, karena mereka itumalah menginginkan kematian sebagai syahid dengan tersenyum tanpa menyembunyikan wajahnya dengan masker.

Baca Juga: Bukan KKB Lagi Tapi OPM

Kejanggalan lainnya yang diklaim AS dan sekutunya terlihat dari bukti interogasi pihak intelijen Rusia kepada salah satu dari empat teroris yang tertangkap bahwa dia melakukan tindakan teror dengan membunuh warga Rusia itu karena ada iming-iming uang dari orang yang merekrutnya. Geoarge Galloway dan Richard Medhurst mengatakan bahwa anggota ISIS yang memang ingin mati syahid itu tidak pernah meminta imbalan uang untuk mati syahid.

Narasi dari AS dan sekutunya negara-negara barat mengecam tindakan ISIS itu, namun pemerintah Rusia sendiri tidak membenarkan klaim barat soal ISIS dan menuduh anasir dari Ukraina (dan dibantu intelijen AS dan Inggris) yang bertanggung jawab. Pihak Rusia menyebutkan bahwa para teroris itu setelah melakukan aksinya melarikan diri ke perbatasan Ukraina. Rusia yakin bahwa mereka memiliki hubungan dengan intelijen Ukraina. 

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU