Pilwali Surabaya 2024: Eri-Armuji Jilid II?

author Pahlevi

- Pewarta

Sabtu, 30 Mar 2024 14:59 WIB

Pilwali Surabaya 2024: Eri-Armuji Jilid II?

i

Eri Cahyadi dan Armuji

Surabaya (optika.id) - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberi sinyal akan kembali menggandeng Armuji di Pilkada atau Pilwali Surabaya 2024. Namun, dia menegaskan keputusan calon wali kota maupun calon wakil wali kota yang akan diusung nantinya ada di tangan DPP PDI Perjuangan (PDIP). Diketahui PDIP merupakan partai pengusung Eri-Armuji saat Pilwali 2020.

“Kalau dikabarkan seperti itu, kita (Eri dan Armuji) akan maju bersama lagi. Nanti yang berhak menentukan DPP,” kata Eri saat ditanya wartawan, apakah dirinya akan kembali duet dengan Armuji dikutip dari laman laman resmi pdiperjuangan-jatim.com, Sabtu (30/3/2024).

Baca Juga: Walikota Surabaya Berikan Arahan ke ASN untuk Tingkatkan Kinerja Pasca Lebaran!

Menurut Mantan Kepala Bappeko Pemkot Surabaya ini, dirinya dan Armuji termasuk ke dalam daftar 171 kepala daerah yang disiapkan PDIP untuk maju kembali dalam Pilkada serentak November 2024 mendatang.

“Kota Surabaya masuk (dalam daftar tersebut), karena kami memang masih satu periode,” ungkapnya.

Buka Pintu Koalisi Parpol Lain

Kendati demikian, Eri masih belum menutup pintu ketika ada partai politik yang ingin berkoalisi dengan menyodorkan nama lain.

Ketika ada parpol yang membawa nama, Eri minta nama yang disodorkan itu punya visi dan misi yang sama dengannya. Yakni membentuk Kampung Madani agar tidak ada jarak antara kaya dan miskin.

Jika memang ada parpol lain yang berkomunikasi dengan Eri, dia akan melapor ke DPP PDI Perjuangan.

“Kalau ada nama lain nanti akan disampaikan ke DPP, karena yang berhak menentukan DPP semua itu. Sejauh ini perintahnya masih berdua (dengan Armuji),” jelasnya.

Eri menyebut menjelang Pilwali 2024, ditemani pengurus PDI Perjuangan Surabaya, Eri bakal sowan ke kantor parpol untuk menjalin silaturahmi.

"Selain itu, tentu ada pembahasan seputar politik. Ke partai politik terus berjalan, nanti kami akan ke PKS, Sabtu ke PSI dan Minggu ke PPP. Nanti April ke Gerindra dan Golkar, lalu ada acara halalbihalal juga dengan partai Demokrat,” beber Eri Cahyadi.

DPC PDIP Tunggu Arahan DPP PDIP

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono mengaku pihaknya masih belum menerima arahan apapun dari DPP PDIP mengenai sosok yang akan diusung di Pilwali Surabaya 2024.

"Prosesnya dilakukan berjenjang sebelum diputuskan oleh DPP, kami masih menunggu petunjuk teknisnya," ucap Adi dikutip dari laman resmi PDIP Jatim, Sabtu (30/3/2024).

Mengenai pasangan Eri Cahyadi-Armuji, ia meminta publik untuk memberi kesempatan keduanya menyelesaikan persoalan yang ada di Surabaya.

"Beliau ini sedang berkonsentrasi menyelesaikan tugas-tugasnya, kami semua berharap di sisa waktu bisa memaksimalkan kerja untuk kesejahteraan masyarakat," papar Adi yang masih menjadi Ketua DPRD Surabaya periode 2019-2024 ini.

Sebagai informasi, PDIP menjadi pemenang Pemilu 2024 di Surabaya. Meski kursi di DPRD Surabaya menurun dari 15 menjadi 11 kursi, namun perolehan partai ini tetap terbanyak.

Dengan hasil ini, PDIP masih bisa mengusung Calon Wali Kota di Pilwali Surabaya 2024 tanpa harus berkoalisi.

Gerindra Prioritaskan Kader Internal

Sementara itu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Surabaya mulai menggodok sejumlah nama potensial yang nantinya diusung di Pilkada Surabaya 2024.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso menegaskan kader internal menjadi prioritas maju dalam Pilwali Surabaya.

"Ada Hadi Dediyansah, terus ada kader senior Pak A.H Thony dan banyak yang memiliki potensi," kata Cahyo dikutip dari Antara, Senin (25/3/2024).

Cahyo menyebut munculnya nama-nama yang saat ini sedang digodok juga mempertimbangkan usulan dari para kader Gerindra di Kota Surabaya.

Baca Juga: Setelah Lebaran, 10% ASN Pemkot Surabaya Bekerja Secara WFH

Terlebih, pada Pemilu 2024, suara Gerindra melejit dengan meraih 241.231 suara. Hasil ini membuat partai besutan Prabowo Subianto ini mendapat 8 kursi DPRD Kota Surabaya, meningkat dari Pemilu sebelumnya lima kursi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kata Cahyo, bakal calon wali kota nantinya akan diusulkan ke dewan pimpinan pusat (DPP) yang selanjutnya akan menurunkan rekomendasinya.

"Kami mengikuti arahan dari DPP nanti, tetapi hingga hari ini kami belum mengusulkan nama," cetus Cahyo yang juga lolos ke DPRD Jatim hasil Pemilu 2024.

Mengenai nama Ahmad Dhani, Cahyo menyebut masih belum ada pembicaraan. Meskipun suami penyanyi Mulan Jameela ini menjadi pembicaraan publik jelang Pilwali 2024.

"Kami belum tahu soal itu, tetapi kalau beliau namanya ada di peredaran masyarakat iya bisa saja," tukasnya.

Pilwali Surabaya Ibarat Liga 1

Selain itu, pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam mengungkapkan sudah ada sejumlah nama yang berpotensi maju pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya mendatang.

"Pilwali kota Surabaya itu ibarat pertandingan bola masuk kategori liga 1, karena rekom biasanya langsung dari ketua DPP partai politik, sehingga calon yang bertanding biasanya punya prasyarat khusus dan punya daya saing kompetitif. Reputasinya better kelas nasional. Apalagi kalau yang dilawan petahana butuh calon yang juga kompetitif," katanya pada Optika.id melalui sambungan telepon, Jumat (29/3/2024).

Wakil Rektor UTM ini menambahkan sejumlah nama mulai dari Eri Cahyadi petahana Wali Kota Surabaya, Musyafak Rauf Ketua DPC PKB Surabaya, Reni Astuti Sekertaris PKS Surabaya, Armuji Kader Senior PDIP sekaligus Wakil Wali Kota Surabaya, Adi Sutarwijono ketua DPC PDIP Surabaya, dan Fuad Bernardi Anak Menteri Sosial RI.

"Tentang nama jika dilihat dari arus bawah masyarakat selama ini nama-nama itu yang sudah relatif dikenal masyarakat Surabaya dan para politisi yang sudah ikut kontestasi pileg punya kans dan keuntungan lebih dulu dikenal masyarakat," kata peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) ini.

"Nama Ahmad Dhani saya kira populer di Pileg 2024 kali ini, para legislator nasional seperti Lucy Kurniasari, tokoh milenial dan pengusaha seperti Azrul Ananda, Ketua Kadin Surabaya dan para direktur BUMD saya pikir punya potensi. Politisi senior seperti pak Armuji, pak Awi Ketua DPRD, tokoh-tokoh politisi perempuan Surabaya seperti Reni Astuti, Herlina punya kans juga jika ada yang mengusung," imbuh Surokim.

Kemudian ada juga nama pengacara terkenal Surabaya M. Soleh, Dyah Katarina Kader PDIP yang juga istri Bambang DH, hingga Bambang Haryo Soekartono kader Gerindra anggota DPR RI terpilih, Hedi Dediansya kader Gerindra, dan Cahyo Haryo Prakoso Ketua DPC Gerindra.

Baca Juga: Armuji Temui Pemudik di Stasiun Gubeng, Ada Apa ya?

Meski demikian, kata dia, sejumlah nama yang muncul itu kemungkinannya masih cukup sulit karena faktor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai masing-masing.

“Sejauh ini masih agak sulit memunculkan nama-nama karena faktor dark zone itu ada di pusat (DPP Partai) yang kita tidak tahu,” katanya.

Dari beberapa nama yang disebutnya, dianggap punya kans atau peluang maju karena popularitas dan keunikan yang khas.

“(Nama-nama tersebut muncul karena) ya sementara karena popularitas di Kota Surabaya dan punya keunikan yang khas. Kekhasan sebagai tokoh yang saya pikir itu bisa menjadi daya saing,” ungkap dia.

Dari semuanya, lanjutnya, yang paling banyak dibicarakan masih Eri Cahyadi, karena masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya dan Ahmad Dhani karena punya popularitas yang baik. “(Ahmad Dhani) popularitasnya oke” imbuhnya.

Jika Ahmad Dhani mencalonkan diri, menurut Surokim, akan ada tugas yang cukup berat terutama mengontrol kapasitas dan kapabilitas mengelola birokrasinya.

“Tugas beratnya mengatrol kapasitas dan kapabilitas mengelola birokrasinya yang agak berat, ya untuk mengelola organisasi publik perlu jam terbang,” tuturnya.

Surokim menegaskan calon-calon Wali Kota Surabaya tetap ditentukan dari DPP yang belum bisa diprediksi.

“Kuda hitam ya tetap calon-calon dari Jakarta mbak yang kita juga susah memprediksi siapa karena itu wewenang DPP,” pungkasnya.

Soal peluang Eri Cahyadi seperti apa?

"Sejauh ini masih kuat kalau petahana. Tingkat kepuasan publik masuk kategori baik dan masyarakat Kota Surabaya juga puas dengan kinerjanya," jawabnya.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU