Feri Amsari: Ada Permainan dalam Pilpres 2024

author Dani

- Pewarta

Sabtu, 20 Apr 2024 07:23 WIB

Feri Amsari: Ada Permainan dalam Pilpres 2024

Jakarta (optika.id) - Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari mengatakan penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 banyak melanggar etika. Sehingga Pemilu ini dinilai aneh dan janggal.

Apalagi, kata Feri, pemilu ini adanya campur tangan oleh pemerintah saat ini untuk memenangkan pasangan tertentu. Tak hanya itu, lanjutnya, Presiden Joko Widodo menyatakan cawe-cawenya pada Pilpres 2024.

Baca Juga: Sepakat dengan Tulisan Mega, Feri Amsari: MK Bisa Beri Keadilan!

“Bisa kita lihat juga, bagaimana penyelenggara Pemilu juga melanggar etik, hukum sepertinya digunakan untuk kepentingan kekuasaan dan ini tidak lepas dari peran kepala negara dan kepala pemerintahan yaitu Presiden Joko Widodo,” kata Feri saat dihubungi di Jakarta, Jumat, (19/4/2024). 

Feri mempertanyakan permainan dari pemerintahan Jokowi pada Pemilu 2024.

“Tentu ini menjadi tanda tanya besar, bahwa hakim saja sudah melanggar etika, ada permainan yang luar biasa di dalamnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Feri Amsari: Seharusnya Semua Boleh Bertanya pada Menteri Saat di MK

Kemudian Feri yang dikenal sebagai pemeran pada film ‘Dirty Vote’ mengaku heran dengan adanya pergantian Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang secara tiba-tiba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya kalau dilihat hakim MK sudah melanggar etik, baik Ketua maupun pergantian Pak Aswanto yang sangat janggal dan aneh,” tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri menulis tentang ‘Kenegarawanan Hakim Konstitusi’ di Harian Kompas pada Senin, 8 April 2024.

Baca Juga: Feri Amsari: MK Bisa Perintahkan Menteri untuk Jadi Saksi Sengketa Pilpres

Dalam tulisan presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri menekankan, tanggung jawab penguasa seperti presiden terhadap etika sangatlah penting. Dan menekankan hakim Mahkamah Konstitusi, untuk berani memberi putusan yang memiliki makna, demi perbaikan kualitas demokrasi Indonesia.

Ketukan palu hakim Mahkamah Konstitusi akan menjadi pertanda antara memilih kegelapan demokrasi atau menjadi fajar keadilan.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU