Pilwali Surabaya 2024, Arif Fathoni: Semuanya Masih Serba Mungkin!

author Dani

- Pewarta

Senin, 06 Mei 2024 16:52 WIB

Pilwali Surabaya 2024, Arif Fathoni: Semuanya Masih Serba Mungkin!

i

Dok. Pribadi

Surabaya (optika.id) - Ketua DPD Golkar Surabaya, Arif Fathoni mengungkapkan bursa calon wali kota maupun wakil wali kota pada Pilwali Surabaya 2024 mendatang ini semua masih serba mungkin. Karena, proses pendaftaran bakal Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota masih di bulan Agustus. Sehingga, ia meyakini Surabaya sebagai Ibukota Jawa Timur tentu akan memanggil anak bangsa terbaik untuk berkontestasi melayani masyarakat sebagai pemimpin Kota Surabaya di 5 tahun kedepan. 

"Kami menunggu dengan seksama, menunggu arahan lebih lanjut dari DPP melalui DPD Partai Golkar Jawa Timur," ujar Fathoni saat ditemui Optika.id di ruangannya di DPRD Surabaya, Senin, (6/5/2024). 

Baca Juga: Arif Fathoni Sebut Pemasangan Baliho untuk Naikkan Elektabilitas

Apakah ada kemungkinan Wali Kota Petahana Eri Cahyadi dipasangkan dengan kader Golkar Bayu Airlangga?

"Dalam politik itu kan semuanya serba mungkin, hakikat politik sendiri seni mengelola tidak mungkin menjadi mungkin. Jadi semuanya masih sangat dinamis, kami menyadari pengambil kebijakan bakal calon kepala daerah ini berada di DPP Partai Golkar, tentu DPP akan mendapatkan saran masukan dari Pak Sarmuji tentang bagaimana merajut jalinan koalisi dan lain sebagainya," terangnya. 

Baca Juga: Arif Fathoni Soal Pilwali Surabaya: Saya Manut Apa Saja yang Disiapkan Golkar

Soal Calon Wakil Walikota, menurut Fathoni harus terbangun chemistry dengan calon kepala daerah. Akan sangat percuma ketika Calon Wakil Walikota nantinya sudah banyak mendapatkan dorongan tetapi tidak ada kecocokan secara lahir batin dengan Calon Walikota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Jika tidak cocok dengan Mas Eri katakanlah, kan sia-sia. Jadi, Itu mengalir saja, memang harus kita akui di Pilkada Surabaya ini yang menarik di bursa calon Wakil Walikota, bukan Calon Walikotanya. Oleh karena itu, semua akan saya kembalikan ke Pak Eri maupun ke Pak Sarmuji untuk memutuskan," tegas Fathoni sapaan akrabnya. 

Baca Juga: Hadi Dediansyah Bertemu Bayu, Sinyal Jajaki Koalisi untuk Pilwali Surabaya?

Di akhir, Fathoni menambahkan bahwa gaya kepemimpinan Walikota Surabaya Eri Cahyadi itu bersifat Teknokratik. Sehingga, gaya kepemimpinan itu dianggap sudah mewakili ideologi kekaryaan yang dimiliki oleh Partai Golkar. 

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU