AIPKI: Pemberhentian Dekan FK Unair Tak Ada Kebebasan Akademik

author Dani

- Pewarta

Jumat, 05 Jul 2024 05:54 WIB

AIPKI: Pemberhentian Dekan FK Unair Tak Ada Kebebasan Akademik

Jakarta (optika.id) - Asosiasi Institusi Kedokteran Indonesia (AIPKI) menilai bahwa pemberhentian secara tiba-tiba Dekan FK Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang juga menjabat sebagai Ketua AIPKI, Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG.(K) tak menghargai kebebasan akademik.

"Keputusan (pemberhentian) itu kami pandang sebagai bentuk tidak menghargai kebebasan akademik yang seharusnya dijunjung tinggi di lingkungan pendidikan tinggi," ujar para dekan yang tergabung AIPKI dalam siaran pers dilansir Antara, Selasa, (4/7/2024) malam.

Baca Juga: Sosialisasikan Kesehatan, FK Unair Gelar Surabaya Medic Air Run

Selain itu, dalam poin kedua pernyataan sikap tersebut, para dekan juga menekankan bahwa pemberhentian mendadak itu tidak hanya berdampak negatif terhadap individu yang bersangkutan, tetapi juga mengganggu kestabilan kelembagaan dan proses akademik di FK UNAIR.

Para dekan menyerukan agar setiap keputusan strategis yang menyangkut pemimpin akademik mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas dan melibatkan proses yang transparan dan partisipatif.

Poin ketiga, terkait integritas akademik sebagai salah satu pilar utama yang harus dijaga oleh setiap institusi pendidikan tinggi, para dekan menegaskan bahwa pemberhentian yang tidak melalui proses yang jelas dan adil berpotensi merusak kepercayaan komunitas akademik dan publik terhadap institusi pendidikan tersebut.

Baca Juga: Tim PKM-RE UNAIR Ciptakan Ring Jantung Bioreseorbable, Diklaim Minimalisir Pembekuan Darah

Poin keempat, terkait komitmen terhadap profesionalisme dan etika, para dekan mengingatkan bahwa posisi pimpinan akademik seperti dekan memerlukan penanganan yang profesional dan etis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut para dekan, tindakan pemberhentian secara tiba-tiba mencerminkan kurangnya komitmen terhadap nilai-nilai profesionalisme dan etika dalam manajemen akademik, sehingga mereka mendesak agar keputusan tersebut ditinjau kembali dengan mengedepankan dialog yang konstruktif dan berdasarkan prinsip keadilan.

Baca Juga: Ratusan Dokter Muda FK Unair Disumpah, Siap Disebar Ke Seluruh Penjuru Indonesia

Di akhir, para dekan menilai, sebagai ketua AIPKI, dekan FK UNAIR memiliki tanggung jawab besar dalam memajukan pendidikan kedokteran di Indonesia, sehingga mereka menyatakan dukungan kami kepada Budi dan berharap agar keputusan pemberhentian tersebut tidak menghalangi upaya bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan kedokteran di tanah air.

Melalui lima poin pernyataan sikap tersebut, para dekan berharap dapat menjadi perhatian bagi semua pihak terkait dan mendorong terciptanya iklim akademik yang lebih baik dan berkeadilan.

Editor : Pahlevi

Tag :

BERITA TERBARU