Pengamat Sebut Presiden dan Gibran Bisa Gunakan Pengaruh di Pilkada Mendatang

author Dani

- Pewarta

Senin, 08 Jul 2024 05:18 WIB

Pengamat Sebut Presiden dan Gibran Bisa Gunakan Pengaruh di Pilkada Mendatang

Jakarta (optika.id) - Peneliti utama politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro menyebut bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap akan memiliki pengaruh pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, meski ia sudah lengser saat pilkada serentak dilakukan pada 27 November 2024.

Untuk diketahui, Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) RI terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan dilantik pada 20 Oktober 2024.

Baca Juga: Peneliti BRIN: Pilgub Jakarta Masih Sangat Cair Sampai Kini!

“Jadi katakan Pak Jokowi sudah purnabakti pada Oktober nanti. Lalu, pilkada tanggal 27 November, berarti kan sebulan lebih, pilkada sebulan lebih (setelah Jokowi lengser). Apakah lalu ada pengaruhnya? Sisanya masih kuat pastinya, belum sampai satu tahun soalnya. Pasti akan ada pengaruhnya yang luar biasa,” ujar Siti Zuhro.

Zuhro mengatakan, Gibran Rakabuming Raka yang sudah dilantik sebagai Wakil Presiden (Wapres) RI juga pasti akan turun membantu apabila benar sang adik Kaesang Pangarep maju pada Pilkada 2024.

Baca Juga: Siti Zuhro: Dukungan untuk Kaesang Sudah Bagus, Tapi Tak Punya Prestasi

"Gibran akan all out gitu ya kalau memang nanti PSI (Partai Solidaritas Indonesia) mengusung Kaesang,” kata Siti Zuhro.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, dia berpandangan bahwa Kaesang bakal berat apabila maju pada Pilkada Jakarta. Sebab, kemungkinan bakal bersaing dengan petahana Anies Baswedan yang elektabilitasnya tinggi sebagaimana hasil lembaga survei belakangan ini.

Baca Juga: Peneliti BRIN Nilai Anies Jaga Modal untuk Pilpres 2029 dengan Maju Pilgub Jakarta

"Kalau di Jakarta berat ini yang dihadapi, kan sudah dapat masukan dari survei utamanya itu yang mengatakan ikan hiu dan sebagainya. Jadi, di Jakarta memang berat,” ujarnya.

Menurut Siti Zuhro, tidak mudah meyakinkan penduduk Jakarta apabila tidak memiliki pengalaman sebelumnya. “Bahwa bagaimana membius orang Jakarta, pemilih Jakarta untuk memilih seorang yang baru datang tanpa ada pengalaman apa pun itu sulit sekali menurut saya,” katanya.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU