Optika.id-RAPBD Kota Surabaya tahun 2022 akan digedok hari ini, Rabu (10/11/2021) oleh DPRD Kota Surabaya. Postur anggaran APBD Kota Surabaya dipastikan tidak akan mengalami perubahan dari perencanaan awal. Sebagian besar anggaran tersebut digunakan untuk pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19
Menurut ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, para anggota dewan telah menyepakati jumlah anggaran APBD yang sudah diajukan eksekutif kota Surabaya, untuk belanja tahun depan pemerintah kota Surabaya mengajukan proyeksi anggaran belanja sebesar Rp 10,17 triliun. Dan proyeksi target untuk pendapatan daerah sebesar Rp 9,30 triliun. Dari jumlah seluruh anggaran tersebut, anggaran belanja operasional menjadi belanja anggaran paling besar jumlahnya.
Baca Juga: Rancang Perubahan Kebijakan Umum, APBD dan KUA Lamongan 2024 Disetujui!
Pos belanja operasional dibagi menjadi 2 item, belanja barang dan jasa menjadi belanja operasional tertinggi sebesar Rp 5 triliun, disusul belanja pegawai sebesar Rp 2,8 triliun, yang terendah adalah belanja hibah sebesar Rp 227,95 miliar. Ini bagian dari kebijakan wali kota dan wakil wali kota. Kami (DPRD Kota Surabaya, Red) sepakat dengan itu, jelas Awi, sapaan akrab Adi Sutarwijono, Selasa (9/11/2021).
Dengan jumlah anggaran belanja tersebut, baik eksekutif maupun legislatif Kota Surabaya optimis untuk menjadikan keadaan ekonomi Surabaya tahun 2022 menjadi lebih baik. Diharapkan tahun depan kondisi pandemi Covid-19 mereda, dan dapat terkendali. Diharapkan aktivitas perdagangan barang dan jasa yang menjadi andalan pendapatan kota Surabaya kembali menjadi normal.
Pemulihan ekonomi menjadi prioritas utama Kota Surabaya, didukung dengan melandainya angka kasus Covid-19. Ini di depan mata. Jadi, tidak ada pilihan lain, ujarnya.ujar Awi.
Menurut Awi, Wali Kota Surabaya menekankan belanja barang dan jasa semata untuk kembali menggerakan roda perekonomian masyarakat. Khususnya bagi pelaku UMKM, ujar Awi.
Berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) harus mengangkat isu seputar pemulihan ekonomi yang berhubungan dengan masyarakat. Contohnya, anggaran kelurahan harus dimaksimalkan untuk pengadaan barang dan jasa. Termasuk untuk menambah horor modin, honor RT/RW, dan kader kesehatan. Ini stimulus untuk menggerakkan ekonomi warga, imbuhnya.
Baca Juga: Puluhan Kades dan Perangkat Desa di Jember Ramai-ramai Dipanggil Polisi, Ada Apa?
Untuk bidang pendidikan SMA/SMK masyarakat berpenghasilan rendah Pemkot mengalokasikan anggaran sebesar Rp 47 miliar. Pos alokasi ini anggara ini menjawab banyak keluhan dari warga. Masalah tersebut seperti sulitnya membayar SPP atau tidak bisa mengambil ijazah karena belum menyelesaikan biaya pendidikan di sekolah, anggaran tersebut dipastikan untuk mencukupi kebutuhan siswa SMA/SMK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut Kerangka APBD Surabaya Tahun 2022
- Belanja operasional: Rp 8,073 triliun
- Belanja pegawai Rp 2,8 triliun
- Belanja barang dan jasa Rp 5 triliun
- Belanja hibah Rp 227,95 miliar
Belanja modal: Rp 2,051 triliun. Di antaranya untuk:
Baca Juga: Mengapa Dana Hibah Pokmas APBD Jatim Kerap Dijadikan Ajang Bancakan Pejabat?
- Belanja modal tanah Rp 221 miliar
- Belanja modal peralatan dan mesin
- Belanja modal gedung dan bangunan
- Belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi
Reporter: Angga Kurnia Putra
Editor: Amrizal
Editor : Pahlevi