Optika.id - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya terus menggalakkan kegiatan 'Ngaji Reboan' sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat di tengah banyaknya disinformasi dan kesalahpahaman di Masyarakat.
Koordinator Acara Ngaji Reboan (Ngaji Rabu), M. Jahja Sholahudin menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah sarana bagi warga masyarakat jamaah di masjid bisa mendapatkan pencerahan dalam agama, Sosial dan berbangsa bernegara.
Baca Juga: Muhammadiyah Sudah Tetapkan Hari Raya Idul Fitri Jatuh pada Senin 31 Maret 2025
"Tentu juga mempererat silaturahmi sebab mungkin banyak kesalahpahaman keretakan di luar sana karena pemahaman agama yang kurang. Sebab agama yang luas ini semoga memberikan pemahaman agar kita tidak mudah tercerai berai dan semakin kuat," ujarnya saat ditemui usai acara, Rabu (2/2/2022) malam.
Kegiatan Ngaji Reboan atau Ngaji setiap Rabu dalam bahasa Indonesia. Adalah kegiatan majelis rutin yang diadakan Muhammadiyah Surabaya setiap hari rabu yang berisi ceramah agama dengan sistem keliling ke Masjid di setiap kecamatan di Surabaya.
Kegiatan Kali ini bertempat di Masjid At- Taqwa, Jalan Pondok Benowo Blok JJ Nomor 23, Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya, KH. Drs. Hamri Al Jauhari, M.PD.I, Ketua PDM Surabaya, hadir sebagai pembicara menggantikan Dr. KH. Mahsun Jayadi yang berhalangan hadir
Dalam kesempatan tersebut Ketua PDM Kota Surabaya itu terus mengingatkan di depan lebih dari 50 jamaah yang hadir, pentingnya bersyukur dan menggunakan nikmat yang dimiliki Allah SWT.
Baca Juga: Muhammadiyah Ucapkan Selamat Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama
Ketua Majelis At-Taqwa, Surat, berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menambah kadar keimanan dan menjawab berbagai keresahan yang terjadi di masyarakat. "Semoga dengan adanya majelis ini bisa menambah wawasan dan mempererat silaturahmi antar jamaah," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, jamaah pengajian bernama Asril begitu semangat mendengarkan berbagai penjelasan dari KH. Hamri. Ia mengatakan dengan adanya kegiatan 'Ngaji Reboan' ini banyak orang mendapatkan manfaat bagi dirinya sendiri hingga orang sekitar.
"Bagus sekali ya, saya semakin bersemangat untuk terus beribadah. Silaturahmi dengan jamaah lainnya jadi lebih dekat, Alhamdulillah," tutur wanita 70 tahun asal kecamatan Pakal itu.
Baca Juga: Jurnalis Konstruktif di Era Disruptif, Seperti Apa itu?
Reporter: Jenik Mauliddina
Editor: Pahlevi
Editor : Pahlevi