Sport Science Penunjang Kemajuan Olahraga Jawa Timur

author Seno

- Pewarta

Senin, 09 Jan 2023 08:49 WIB

Sport Science Penunjang Kemajuan Olahraga Jawa Timur

Gambar: Panduan Kuliah Jurusan Sport Science di Singapura

Baca Juga: Eid of Sadness

Oleh: Cak Ahmad Cholis Hamzah

Oleh: Cak Ahmad Cholis Hamzah

Optika.id - Saya mengenal Dr. Akmal Budianto, S.H, M.Hum sejak lama karena pernah sama-sama menjadi pengurus Ikatan Alumni Universitas Airlangga. Pria yang umurnya 5 tahun di bawah saya ini latar belakangnya adalah ahli hukum, pernah menjadi Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Jawa Timur.

Karena itu kalau bicara soal hukum dan politik mengalirlah kepakasrannya di dua bidang itu, tapi siapa sangka Cak Akmal begitu saya memanggilnya juga lancar berbicara soal urusan olahraga di Jawa Timur, maklum karena dia saat ini menjabat ebagai Waksekum IV KONI Jawa Timur.

Saya berdiskusi dengannya tentang salah satu faktor keberhasilan olahraga Jawa Timur dimana banyak atlit-atlitnya memperoleh medali emas adalah faktor digunakannya Science Sport dalam membina para atlit itu. pihak KONI Jawa Timur dengan menggunakan Ilmu Pengetahuan Olahraga atau yang dikenal dengan Sports Science.

Dia memberikan contoh ketika Jawa Timur dengan secara membanggakan menyumbangkan medali emas dalam ajang Asian Games di Jakarta dan Palembang. Bayangkan Indonesia dengan gemilang memperoleh 31 medali emas, 12 nya itu di sumbangkan oleh para atlit dari Jawa Timur.

Para atlet Jatim penyumbang 12 medali emas itu, ada yang tidak punya sepatu olahraga, ada yang pada awalnya tidak disetujui orang tuanya menggeluti hobi olahraganya, ada anggota TNI dan Polri dsb; tapi dengan Sports Science itu mereka akhirnya berjaya dalam kompetisi di Asian Games.

Sport science merupakan penerapan berbagai ilmu pengetahuan seperti ilmu kepelatihan, biomekanika, motor control dan motor development, psikologi, nutrisi dan masih banyak lagi (Haff, 2010). Merujuk pada pengertian tersebut maka sport science bisa diartikan sebagai penerapan beberapa ilmu pengetahuan pendukung dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi olahraga.

Baca Juga: Jumlah Pemudik Melebihi Total Penduduk Rusia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sports Science atau juga disebut Sports and Exercise Science adalah ilmu yang mempelajari bagaimana tubuh manusia yang sehat bekerja selama melakukan olahraga dan bagaimana aktivitas fisik itu bisa meningkatkan kesehatan. Secara tradisional ilmu pengetahuan tentang olahraga ini meliputi bidang keilmuan psiologi, psikologi, anatomi, biomekanik, gizi dsb.

Para peneliti lewat sports science ini mengembangkan pengertian tentang bagaimana tubuh manusia bereaksi ketika olahraga, pelatihan dan bereaksi dalam berbagai lingkungan. Di Indonesia memang sports science ini baru dikenal belakangan ini tapi sebenarnya di masa Yunani kuno sudah pernah dipraktekkan.

Seorang ilmuwan Yunani pada masa itu menulis 87 essay secara detail menjelaskan tentang nutrisi yang baik untuk olahraga, tentang cara menguatkan otot-otot.

Sports Science ini semakin dikenal dengan berbagai publikasi kedokteran dan hal-hal yang menyangkut olahraga. Kemudian banyak perguruan tinggi di negara-negara maju menawarkan studi S1 dan Pascasarjana tentang Ilmu Olahraga.

Baca Juga: Warga Gaza Menentang Hamas

Kata cak Akmal kepada saya Cak KONI Jawa Timur beruntung tidak susah menerapkan Sports Science untuk melakukan pembinaan para atlitnya karena di provinsi ini ada beberapa Perguruan Tinggi yang berkontribusi dalam pengembangan Sports Science misalnya UA atau UNAIR dengan Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Masyarakat, Fakultas Psikologi; UNESA dengan keahliannya dibidang Ilmu Olahraga, UB, ITS, UPN dengan keahlian penelitian dibidang manajemen pelatihan; dengan menggandeng para ilmuwan dari PT-PT tersebut KONI Jatim berhasil mencetak para atlit yang tangguh; pelatihannya terukur dan fokus

Sebelum dipraktekkannya Sports Science, KONI Jatim tidak memahami kenapa ada atlit yang malas, tidak aktif atau sedih. Maka dengan ilmu psikologi sebagai bagian dari Sports Science maka faktor-faktor penyebab atlit sedih itu bisa diketahui; demikian pula dengan faktor gizi yang diperlukan atlit dapat secara terukur diberikan.

Selain itu pemberian nutrisi yang baik akan membantu percepatan pemulihan, juga sebagai asupan bahan bakar tubuh pada saat latihan dan melakukan pertandingan, maka jenis-jenis makanan yang disajikan tentu berbeda pada saat latihan atau bertanding.

Kita yakin bahwa KONI di berbagai propinsi juga melakukan hal yang sama menggunakan Sports Science dalam melakukan pembinaan pelatihan para atlitnya dan apabila secara merata KONI di semua propinsi menggunakan ilmu pengetahuan olahraga maka Indonesia akan berjaya disetiap ajang kompetisi olahraga di tingkat global.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU