Balon Cina Memata-Matai Amerika Serikat

author Seno

- Pewarta

Sabtu, 04 Feb 2023 08:02 WIB

Balon Cina Memata-Matai Amerika Serikat

Oleh: Cak Ahmad Cholis Hamzah

Oleh: Cak Ahmad Cholis Hamzah

Baca Juga: Eid of Sadness

Optika.id - Kalau berbicara masalah mata-mata atau spy, maka umumnya masyarakat membayangkan kegiatan mata-mata atau spinonase itu seperti yang digambarkan di film-film Hollywood atau cerita-cerita di buku Novel.

Di media itu biasanya seorang mata- mata itu digambarkan menggunakan topi laken, dengan jas rapi, membawa pistol kecil di sakunya, dapat menerbangkan pesawat atau helikopter , bisa beladiri, didampingi wanita-wanita cantik yang biasanya juga agen mata-mata negara musuhnya dsb.

Namun sejatinya tidak seperti yang digambarkan film-film tadi karena seringkali seorang mata-mata itu penampilannya tidak mbejaji dalam bahasa Jawa yang menggambarkan penampilan yang jauh menunjukkan bahwa dia seorang mata-mata.

Masyarakat juga melihat dalam film yang ber genre spy berbagai peralatan yang digunakan seorang mata-mata selain pistol, ada tali, kamera kecil canggih, pulpen yang bisa dipakai untuk menembak, alat penyadap, ya seperti yang digambarkan di film James Bond agen 007 dari Inggris itu.

Namun dalam perkembangan teknologi yang super cepat seperti sekarang ini, negara-negara maju terutama, menggunakan alat-alat yang lebih canggih seperti satelit pengindra jarak jauh dari ruang angkasa, alat pendengar/penyadap jarak jauh, penggunaan teknologi cyber yang canggih dsb.

Namun hari Kamis tanggal 2 Januari 2025 lalu aparat keamanan Amerika Serikat seperti Angkatan Udara, CIA, markas tentara AS di gedung Pentagon dikejutkan dengan perangkat mata-mata dari negeri Cina berupa sebuah balon di wilayah udara Amerika Serikat.

Baca Juga: Jumlah Pemudik Melebihi Total Penduduk Rusia

Balon itu ukurannya sebesar tiga kalinya bis penumpang yang besar dan kalau diudara persis seperti sebuah bulan purnama. Pihak Pentagon sudah melaporkan hal ini ke presiden Joe Biden yang langsung mengadakan rapat dengan Menteri-menteri yang terkait. Bahkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Anthony Blinken membatalkan rencana kunjungan resminya ke Cina karena adanya insiden ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pejabat AS mengatakan jalur penerbangan balon itu, yang pertama kali terlihat di atas Montana pada hari Kamis, berpotensi mengambil alih "sejumlah situs sensitif" dan mengatakan mereka mengambil langkah-langkah untuk "melindungi dari pengumpulan intelijen asing." Tapi yang kurang jelas adalah mengapa mata-mata China ingin menggunakan balon, bukan satelit untuk mengumpulkan informasi.

Pada Hari Jumat, Beijing mengklaim balon itu adalah "pesawat sipil" yang digunakan terutama untuk penelitian cuaca yang menyimpang dari jalur yang direncanakan. Pernyataan itu, oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, adalah pengakuan pertama bahwa pesawat itu berasal dari China sejak Pentagon mengungkapkan sedang melacak balon pada hari Kamis.

Pendapat para ahli spinonase mengatakan bahwa muatan balon sekarang dapat lebih ringan sehingga balon bisa lebih kecil, lebih murah dan lebih mudah diluncurkan daripada satelit. Keuntungan dari balon adalah bahwa mereka dapat dikemudikan menggunakan komputer onboard untuk memanfaatkan angin dan mereka dapat naik dan turun ke tingkat yang terbatas.

Baca Juga: Warga Gaza Menentang Hamas

Ini berarti mereka dapat berkeliaran sampai batas tertentu. Sebuah satelit tidak dapat berkeliaran dan begitu banyak yang diperlukan untuk melintasi area yang menarik untuk menjaga pengawasan. Balon China itu dicurigai kemungkinan mengumpulkan informasi tentang sistem komunikasi dan radar AS.

Balon itu nampaknya menggunakan frekuensi yang sangat tinggi yaitu jarak pendek, dapat diserap oleh atmosfer dan menjadi line-of-sight sangat terarah. Ada kemungkinan balon mungkin menjadi platform pengumpulan yang lebih baik untuk pengumpulan teknis khusus seperti itu daripada satelit.

Presiden AS masih mempertimbangkan usulan para pejabat Pentagon untuk menembak jatuh balon itu, namun masih mempertimbangkan korban kalau serpihan balon itu nantinya menimpa penduduk.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU