Tak Sopan, Gibran Sebut Professor Mahfud dan Gus Muhaimin Justru Malah Menjatuhkan!

author Dani

- Pewarta

Selasa, 26 Des 2023 09:23 WIB

Tak Sopan, Gibran Sebut Professor Mahfud dan Gus Muhaimin Justru Malah Menjatuhkan!

Optika.id - Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menyapa cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar dengan panggilan “Gus” dan “Profesor” pada cawapres nomor urut 3 Mahfud MD. Sapaan tersebut bukan sebagai bentuk sopan santun. Tapi justru untuk semakin menjatuhkan terlebih setelah Gibran menyerang keduanya dengan singkatan dan istilah yang belum familiar.

Demikian penilaian Guru Besar Kajian Media dan Komunikasi dari Universitas Brawijaya, Prof. Anang Sujoko, dalam diskusi “Plus Minus Debat Cawapres” yang disiarkan live kanal YouTube @Forum INSAN CITA Minggu malam, (24/12/2023). 

Baca Juga: Tanggapi Debat Ketiga, Anang Sujoko: KPU Tak Menghormati Ilmuwan dan Tak Konsisten

Dia menyampaikan itu terkait tanggapan salah satu audiens bahwa Gibran telah berlaku sopan antara lain dengan menyebut Gus dan Prof masing-masing kepada Muhaimin dan Mahfud MD.

“Mohon maaf, saya tidak sepakat bahwa Gibran itu sangat santun dengan menggunakan panggilan Profesor dan Gus Muhaimin. Justru penggunaan kata Gus Muhaimin dan Profesor Mahfud MD itu semakin menjadi penekanan oleh Gibran untuk menjatuhkan lawan,” jelas Prof. Anang.

“Inilah loh Profesor, tetapi enggak bisa menjawab pertanyaan saya. Inilah Gus Muhaimin, dia seorang Gus, tapi ternyata enggak bisa (menjawab). Bahkan itu diperkuat dengan kalimat dia (Gibran) yang mohon maaf kalau pertanyaan saya sulit,” sambungnya.

Baca Juga: Terlihat Smart, Gibran Tak Sadar Kelemahan Sudah Diketahui Publik

Lebih jauh dia menjelaskan sebuah kata tidak bisa dipahami tanpa menyertakan konteks, tone, dan rangkaian sebelumnya. Karena itu, sapaan Gibran itu bukan dalam konteks untuk sopan santun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Cawapres nomor 02 ini menurut saya, ada konsultan komunikasinya yang luar biasa bekerja dengan baik. Bagaimana kemudian dengan memilih diksi yang kelihatannya kedengarannya bagus, tapi justru itu sebetulnya adalah dalam rangka untuk menyerang pihak lawan, untuk semakin menjatuhkan,” katanya menekankan.

Baca Juga: Debat Cawapres, Siti Zuhro: Ada Budaya 'Ewo Pakewo'

Demikian pula ketika Gibran menghampiri Mahfud lalu Muhaimin dan kemudian menggandeng keduanya sambil maju ke depan untuk berfoto bersama saat penutupan. Hal itu juga bukan sebagai bentuk keramahtamahan.

“Nah, itu juga sebagai emphasizing (penekanan) bahwa, ‘Yes I am the winner’. Sehingga dia mampu mengendalikan cawapres 03 dan cawapres 01,” demikian Prof. Anang Sujoko.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU