Rocky Gerung Bongkar Fakta Kelam KPU dan TV Debat Cawapres di Kompleks Kassandra!

author Eka Ratna Sari

- Pewarta

Rabu, 27 Des 2023 07:19 WIB

Rocky Gerung Bongkar Fakta Kelam KPU dan TV Debat Cawapres di Kompleks Kassandra!

Optika.id - Rocky Gerung, pakar politik, menyindir KPU dan TV penyelenggara debat cawapres yang diselenggarakan pada 22 Desember 2023 lalu.

Rocky menilai bahwa KPU dan TV telah gagal menjaga kredibilitas karena tidak bisa menjawab kecurigaan publik terkait dugaan penggunaan alat bantu pendengaran (earphone) oleh Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Ahmad Dhani Terancam Lolos ke DPR RI dari Dapil Neraka Surabaya-Sidoarjo

“KPU dan TV penyelenggara debat cawapres telah gagal menjaga kredibilitas karena tidak bisa menjawab kecurigaan publik terkait dugaan penggunaan earphone oleh Gibran.” ujar Rocky pada Selasa, (26/12/2023)

Dalam diskusi di kanal YouTube miliknya, Rocky Gerung mengatakan bahwa KPU telah mengalami “Kassandra sindrom”, yaitu kondisi di mana seseorang yang berbicara kebenaran tidak dipercaya oleh orang lain.

“KPU telah mengalami ‘Kassandra sindrom’, yaitu kondisi di mana seseorang yang berbicara kebenaran tidak dipercaya oleh orang lain.” papar Rocky.

Hal ini terjadi karena KPU telah dianggap sebagai bagian dari rezim Joko Widodo yang dianggap telah melakukan banyak kebohongan.

Baca Juga: PKB Raih Dua Kursi di Sidoarjo, Ungguli PDI Perjuangan di Jatim

Rocky juga menyoroti inkonsistensi Gibran dalam menjelaskan berbagai konsep ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mencontohkan bahwa Gibran menyebut incremental capital output ratio (iCOR) harus dinaikkan terlebih dahulu sebelum investasi masuk.

“Gibran telah menunjukkan inkonsistensi dalam menjelaskan berbagai konsep ekonomi.” tambahnya.

Baca Juga: Pesan Kapolda Jatim ke KPU Usai Jenguk Petugas KPPS Sakit di RS Haji

Padahal, iCOR justru merupakan ukuran hasil investasi yang telah dilakukan.

Rocky Gerung menilai bahwa KPU dan TV penyelenggara debat cawapres harus memberikan penjelasan yang lebih meyakinkan kepada publik.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU