Ganjar Sindir Program Makan Siang Prabowo-Gibran, Ajak Alumni GMNI Kritis

author Eka Ratna Sari

- Pewarta

Kamis, 28 Des 2023 17:51 WIB

Ganjar Sindir Program Makan Siang Prabowo-Gibran, Ajak Alumni GMNI Kritis

Optika.id - Ganjar Pranowo, Capres Nomor Urut 3, menyoroti program makan siang gratis untuk rakyat yang diusung pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 2 Prabowo-Gibran, saat memberikan sambutan dalam acara alumni aktivis GMNI di Gedung Serba Guna GBK, Jakarta, Kamis (28/12/2023).

Dalam kesempatan itu, Ganjar mengajak para alumni GMNI untuk mendengar dan menolong apa yang dikeluhkan rakyat Indonesia. Pasalnya, dia mendengar dan merasakan langsung saat blusukan kampanye yang dimulai dari Merauke bahwa di sana masih minim fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Gerindra Sebut Koalisi dengan Kubu 01 dan 03 Berpotensi dapat Terjadi

“Seorang Pendeta Leo, saya ulang cerita ini yang dia harus menolong ibu melahirkan, “bapak Ganjar kami berada dalam ketidakmudahan, kami tidak punya ilmu itu, tapi di kampung kami tidak ada fasilitas itu, dan tidak ada orang yang mau menolong ini dan mampu menolong ini, yang ada tinggal kami,” katanya.

“Bagaimana menolongnya, mereka kalau membawa ke rumah sakit, RS jauh, ke mana mereka harus lewat, bukan jalannya rusak atau jelek, tidak ada jalan, dan kemudian kita berpesta pora tinggi-tinggi sekali,” lanjut Ganjar.

Mantan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu lantas menyoroti soal program makan siang gratis untuk rakyat yang digembar-gemborkan pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 2 Prabowo-Gibran, hingga menelan anggaran Rp450 triliun.

Baca Juga: Rocky Gerung Desak Anies-Ganjar Tolak Hasil Pemilu 2024, Jangan Tunggu Hasil Akhir!

“Maaf, dan Rp400 T mau digunakan untuk makan siang?” ucap Ganjar disambut tawa hadirin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berkenaan dengan itu, Ganjar mengatakan, alumni GMNI yang notabene adalah intelektual harus kritis terhadap jargon-jargon yang didengungkan pada calon pemimpin.

Oleh karena itu, alumni GMNI mengemban tanggung jawab moral menghadapi pesta demokrasi lima tahunan.

Baca Juga: Ganjar-Mahfud Keok di Bali dan Jateng, KawalPemilu: Ini Data dari Masyarakat

“Alumni GMNI adalah intelektual, mari kita makin kritis pada soal jargon, pada soal program, pada soal gimmick, karena di balik politik yang besar, di balik debat yang ditonton tepuk tangan yang sangat meriah, sebenarnya ada tanggung jawab moral kita untuk melakukan pendidikan politik kepada rakyat,” ujar Ganjar

“Jangan bohongi rakyat,” tambahnya menegaskan lalu disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU