Ketua THN AMIN Jelaskan Soal Hamdan Zoelva Tak Beracara di MK

author Dani

- Pewarta

Jumat, 29 Mar 2024 01:21 WIB

Ketua THN AMIN Jelaskan Soal Hamdan Zoelva Tak Beracara di MK

Jakarta (optika.id) - Ketua THN AMIN Ari Yusuf Amir memaparkan alasan Ketua Dewan Pakar Timnas AMIN, Hamdan Zoelva memilih tidak ikut beracara di MK untuk membela AMIN, dalam gugatan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi MK. Meskipun demikian Hamdan tetap memberikan masukan, saran dan mempercayakan seluruh proses kepada Tim Hukum Nasional AMIN

Menurut Ari hal tersebut menunjukkan bagaimana integritas seorang Hamdan Zoelva dan sikap menjunjung etik dalam berpekara di MK, apalagi Hamdan sebenarmya memiliki izin praktek beracara sebagai lawyer dan merupakan mantan Ketua MK.

Baca Juga: MK Panggil 4 Menteri, AMIN Akan Panggil Jokowi?

“Beliau sebenarnya memiliki izin praktek ber-acara sebagai lawyer(pengacara), tetapi memilih tidak mendampingi AMIN di sidang MK, karena menghormati etik,” ucap Ari saat dihubungi Jumat, (29/3/2024).

“Apalagi beliau merupakan mantan ketua MK, karena menjunjung tinggi etik, maka beliau memilih tidak ikut menjadi tim pengacara AMIN,” tambahnya

Baca Juga: THN AMIN Pastikan Saksi dan Ahli Hadir untuk Bersiap

Ari menambahkan keputusan Hamdan yang juga sebagai Ketua Dewan Penasehat THN itu, untuk tak terlibat langsung sebagai tim pengacara AMIN, juga menunjukkan betapa solidnya kekuatan THN AMIN serta komprehensifnya usaha pengumpulan bukti dan saksi yang akan diajukan di persidangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan mempercayakan penuh kepada THN, Pak Hamdan mengirim pesan kepada semua bahwa THN AMIN amat solid dan percaya diri dalam mengungkap berbagai kecurangan di Pilpres 2024,” paparnya

Baca Juga: Ketua THN AMIN: Kami Ini Perjuangkan Keadilan

Lebih lanjut Ari berharap agar persidangan berjalan lancar dan mampu membuka berbagai tabir kecurangan Pilpres 2024 ke publik, melalui bukti-bukti konkrit yang meyakinkan majelis hakim.

“Semoga persidangannya berjalan lancar, hakimnya adil dan bukti-bukti yang disajikan valid sehingga akan mampu membuka mata masyarakat terkait kondisi sebenarnya pelaksanaan Pilpres 2024,” tandasnya.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU