Ini 4 Nama Kuat Cawali Surabaya, Calon Independen Diprediksi Sulit Muncul

author Pahlevi

- Pewarta

Kamis, 04 Apr 2024 03:20 WIB

Ini 4 Nama Kuat Cawali Surabaya, Calon Independen Diprediksi Sulit Muncul

Surabaya (optika.id) - Pilwali (Pemilihan Wali Kota) Surabaya 2024 kurang 7,5 bulan lagi. Pilwali akan digelar berbarengan dengan Pilkada serentak 2024, yakni 27 November 2024. Untuk sekarang, hanya Wali Kota Surabaya incumbent Eri Cahyadi bersama Armuji yang sudah mendeklarasikan akan maju kembali. Bahkan, sosok calon Wali Kota (Cawali) independen atau non partisan diprediksi sulit muncul.

Pakar politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam merasa pesimis muncul calon independen pada Pilwali Surabaya 2024.

Baca Juga: Walikota Surabaya Berikan Arahan ke ASN untuk Tingkatkan Kinerja Pasca Lebaran!

"Mengingat jangka waktu yang sudah sangat pendek untuk sosialisasi, mengumpulkan KTP dan sebagai syarat pencalonan. Persyaratan yang harus dilengkapi akan sangat berat. Sangat sulit untuk direalisasikan jika ada calon independen yang hendak ikut dalam kontestasi Pilwali 2024," katanya pada Optika, Kamis (4/4/2024).

"Sampai sejauh ini belum ada yang bergerak. Minimal desas-desus aja belum ada. Jadi, saya kok pesimis karena jalannya terjal bagi calon independen," imbuh Wakil Rektor UTM ini.

Jika memang ada calon independen, lanjutnya, justru akan jadi kejutan yang menarik. Sebab, Eri Cahyadi tampaknya belum punya lawan tanding jelang Pilwali 2024.

"Tidak mudah untuk mengumpulkan dukungan sebagai syarat maju menjadi calon independen. Ini perlu tim yang solid. Ketatnya persyaratan verifikasi juga jadi pertimbangan," jelasnya.

Surokim mengatakan, paling tidak persiapan untuk maju sebagai calon independen selama 2 tahun.

"Tim yang terbentuk juga harus solid dalam mengumpulkan dukungan. Sebab tidak jarang ditemui calon independen justru gagal saat verifikasi karena persyaratan dukungan tidak terpenuhi," tuturnya.

"Justru kalau ada yang lolos itu bisa sangat berbahaya bagi calon lain. Termasuk calon petahana. Tapi kalau jenjang waktu sudah tinggal tujuh bulan ini kok berat ya. Terlebih lagi, melihat kondisi pemilih di Kota Surabaya yang cenderung kritis, calon independen akan sangat sulit untuk berlaga. Beda cerita dengan calon independen di kota kecil atau di kabupaten. Mobilisasi pendukung cenderung lebih mudah dan peluangnya lebih memungkinkan," imbuhnya.

Surokim menambahkan, keunggulan calon independen itu lebih netral. Tidak terikat dengan partai politik. Tapi perlu disadari juga, calon independen tentu mempunyai PR lain bagaimana mendulang dukungan di parlemen ketika dia terpilih.

"Sehingga, diakui atau tidak, kondisi saat ini posisi Eri Cahyadi memang sangat kuat. Komunikasi politik Eri juga sangat bagus. Hampir semua partai kemungkinan merapat ke petahana. Hal itu menunjukkan keberhasilan komunikasi politiknya sukses," kata Surokim.

"Sekaligus itu juga menjadi bagian dari upaya meyakinkan PDI Perjuangan kalau dia tidak direkom, bisa jadi dia diusung partai lain. Itu menjadi bagian yang menguntungkan Pak Eri. Tapi kembali lagi, Pilwali Surabaya ini layaknya Liga 1. Sehingga, tidak hanya soal arus bawah yang kuat, tapi bisikan ke DPP juga harus kuat," imbuhnya.

4 Tokoh Ini Layak Maju Pilwali

Sementara itu, Pakar politik Universitas Airlangga (Unair) Dr. Suko Widodo mengatakan, 4 tokoh politik ini layak maju di Pilwali Surabaya 2024.

Menurut Suko, keempat tokoh itu memiliki popularitas atau ketenaran sebagai syarat utama untuk berkompetisi di Pilwali Surabaya 2024.

"Untuk Pilkada Surabaya syaratnya adalah orang-orang itu punya popularitas," kata Suko dalam keterangannya, Kamis (4/4/2024).

Siapa saja 4 nama tersebut? Suko menyebut nama Eri Cahyadi, Armuji, Hadi Dediyansah, dan Ahmad Dhani. Berikut profil singkat mereka:

1. Eri Cahyadi
Eri Cahyadi merupakan petahana. Saat ini masih menjabat Wali Kota Surabaya. Pada Pilwali Surabaya 2020, Eri Cahyadi diusung PDIP.

Dari sejumlah hasil survei, elektabilitas Eri Cahyadi masih yang tertinggi dibanding tokoh lainnya. Ini menjadi modal Eri Cahyadi memenangi Pilwali Surabaya 2024.

2. Armuji
Armuji merupakan kader senior dan militan PDIP. Saat ini masih menjabat Wakil Wali Kota Surabaya. Sebelumnya, Armuji pernah menjabat Ketua DPRD Surabaya dua kali hingga anggota DPRD Jatim.

Karena itulah, popularitas Armuji tak diragukan lagi. Terlebih lagi ia cukup kuat di grassroot PDIP.

Eri pun sudah memberi sinyal menggandeng Armuji lagi di Pilwali Surabaya 2024. Duet tersebut berpotensi menang.

3. Hadi Dediyansah
Dediyansah atau Cak Dedi adalah anggota DPRD Jawa Timur periode 2019-2024. Dia santer dikabarkan maju di kontestasi Pilkada Surabaya 2024.

Politisi Partai Gerindra ini cukup populer di dapilnya, Surabaya. Sayang Pemilu 2024, ia gagal melenggang ke DPRD Jatim.

4. Ahmad Dhani
Musisi asal Wonokromo Surabaya ini tak diragukan popularitasnya. Ahmad Dhani Prasetyo merupakan pendiri dan pentolan grup Dewa 19.

Pada Pemilu 2024, secara mengejutkan ia lolos DPR RI dari Dapil Surabaya-Sidoarjo (Jatim 1). Ia lolos bersama Bambang Haryo Soekartono (BHS). Kini ia digadang-gadang sebagai penantang Eri Cahyadi di Pilwali Surabaya 2024.

"Ahmad Dhani patut diperhitungkan potensinya," kata Suko.

Butuh Modal Popularitas

Suko menambahkan modal popularitas atau ketenaran sangat dibutuhkan untuk bertarung menjadi L1. Menurutnya, jika tak memiliki popularitas akan sangat berat maju di Pilwali Surabaya 2024.

"Kalau tidak populer akan berat untuk masuk kancah perpolitikan Surabaya," ucapnya.

Dia menjelaskan pengaruh faktor popularitas didasari oleh karakteristik masyarakat Surabaya yang notabene sebagai kawasan metropolitan.

"Tidak berbasis lagi pada ideologi partai, tetapi lebih pada hubungan personalitas atau dalam artian dia itu terkenal atau tidak," ujarnya.

Selain aspek popularitas, Suko menyatakan relasi atau jaringan sosial dan politik memiliki andil untuk lebih mendongkrak popularitas yang dimiliki.

"Misalnya dia ada di organisasi apa? Harus punya dasar komunitas yang terukur," katanya.

Suko menjelaskan untuk persoalan partai politik, hal itu dinilainya tidak begitu berdampak pada pola ketertarikan seseorang menjatuhkan pilihan pada Pilwali Surabaya.

"Tidak seperti dulu, dimana orang kalau membela partai habis-habisan. Kini, tingkat perubahan tinggi sekali," tuturnya.

Oleh karena itu, untuk menang dalam Pilwali Surabaya, partai politik harus menyelaraskan antara sosok bakal calon wali kota dan bakal wakil wali kota.

"Harus cari pasangan yang bisa memenuhi persyaratan, sehingga bisa sama-sama mendulang suara, misalnya wali kota punya popularitas sedangkan wakilnya kuat di jaringan," tukasnya.

Baca Juga: Setelah Lebaran, 10% ASN Pemkot Surabaya Bekerja Secara WFH

Ahmad Dhani Diprediksi Rival Kuat Eri Cahyadi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengamat Politik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Moh. Dey Prayogo, S.I.Kom., M.I.Kom menambahkan, dasar dari pencalonan adalah perolehan suara partai.

Gerindra memperoleh suara terbanyak setelah PDIP di Surabaya, maka dari itu diprediksi jika Gerindra mengusung Ahmad Dhani bakal bisa menjadi rival yang kuat untuk Eri Cahyadi.

“Nah tapi kalau masalah personality itu juga sangat besar, Ahmad Dhani sendiri dalam perolehan suaranya itu hampir sebagian besar dari Surabaya,” katanya dilansir kilasjatim, Kamis (4/4/2024).

"Pentingnya melihat tokoh nasional yang ikut serta Pilwali Surabaya, selama ini tidak memiliki riwayat yang baik. Misalnya dulu Gamal? tidak mendapat respons yang baik dari masyarakat Surabaya. Meskipun di kancah nasional juga kredibilitasnya bagus maka menurut saya bisa dilihat dari suara kepartaian terlebih dahulu atau kinerja partainya,” imbuh Moh Dey.

Dosen Untag ini menilai Ahmad Dhani sangat bisa menjadi rival yang kuat untuk Eri Cahyadi yang merupakan Petahana.

“Tergantung bagaimana koalisi partai itu sangat menentukan,” jelasnya.

Menurutnya, Eri Cahyadi masih melakukan branding yang dipakai masih menganggaungkan suksesornya Tri Rismaharini, meskipun pemilu sebelumnya dan untuk Pemilu 2024 ini.

“Tetapi yang menjadi masalah itu, bagaimana respon masyarakat terhadap Pak Eri Cahyadi selama 5 tahun terakhir ini,” lanjutnya.

Menurutnya melihat dari sentimen negatif dan positif di media sosial, Eri Cahyadi sepertinya akan berbeda karena dulu sentimen negatifnya saat kepemimpinan Risma cenderung tidak tampak.

“Di eranya Pak Eri Cahyadi ini sentimen negatif di sosial media entah ngomong Persebaya, kebijakan atau hal lain itu cenderung nampak, yang pasti brandingnya Pak Eri selama ini itu ya ngomong beliau sukses dan penerus Bu Risma. Dan branding tersebut mungkin menjadi strategi partai yang menggandeng ketokohan yang sudah terbentuk di Surabaya," tuturnya.

“Branding dalam jangka panjang itu harus menjadi pertimbangan penting untuk mencalonkan seseorang untuk pemilihan wali kota atau gubernur,” lanjutnya.

Mengenai konflik internal partai, Dey menyebut hal itu berbeda karena Eri Cahyadi saat Pemilu 2024, dirinya tidak nampak dalam kampanye nasional pemenangan partai pengusung.

“Kalau faktor-faktor eksternal seperti itu bisa jadi, Anaknya Bu Risma yang bakal diajukan itu juga berpotensi,” ujarnya.

Untuk suara Ahmad Dhani di Surabaya  tergantung Gerindra ingin totalitas merebut Jawa Timur atau tidak, menurutnya ini berpotensi baik karena adanya suara pemenangan presiden Prabowo-Gibran.

“Gerindra suaranya luar biasa di Jawa Timur ternyata hampir menyaingi PKB dan PDIP. Nah itu menegaskan basis kekuasaanya, sangat tepat untuk memulai dari wilayah Surabaya, dan tokoh yang dimiliki Gerindra dalam hal ini memang Ahmad Dhani,” tegasnya.

Melihat elektabilitas nama Ahmad Dhani di Surabaya sudah cukup besar, misalnya head to head dengan Eri Cahyadi itu bakal menjadi pertarungan yang cukup kuat.

“Gerindra yang mendapatkan 8 kursi di DPRD Surabaya itu bukan suara yang main-main, biasanya PDIP, Golkar atau PKB tapi ini tiba-tiba Gerindra masuk 2 besar perolehan suara partai,” jelas Dey.

Untuk mendapatkan hati masyarakat di Pilwali 2024, para calon harus tahu bahwa pemilih terbesar itu pasti milenial dan Gen Z. Untuk mendapatkan hati mereka harus membangun exposure dalam ruang-ruang publik di sosial media atau di dunia digital.

Baca Juga: Armuji Temui Pemudik di Stasiun Gubeng, Ada Apa ya?

“Dunia kan di wilayah sana, jika bicara dengan hal ini mungkin Ahmad Dhani mengungguli, karena Ahmad Dhani belum punya citra yang buruk secara kepemerintahannya,” terangnya.

Namun, jika untuk hati Gen X dan simpatisan masyarakat tetap Eri Cahyadi yang mengungguli, karena namanya sudah dikenal hingga sudut Kota Surabaya. Branding Eri juga sudah dibangun sejak lama.

“Bahkan kebijakannya terasa sampai tingkat kelurahan bagaimana kebijakannya sangat ketat. Itu juga tidak mudah untuk diimbangi oleh sosok-sosok lain yang tidak berpengalaman di realitas Kota Surabaya,” tukasnya.

Hadi Dinilai Layak Maju

Selain Ahmad Dhani, Hadi Dediyansah dinilai juga layak maju Pilwali Surabaya 2024. Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra ini menyatakan ia sudah mempersiapkan visi-misi guna menghadapi Pilwali Surabaya 2024. Ini menjadi pembuktian Dedi yang serius maju Cawali Surabaya.

Salah satu aspek yang dimasukkan dalam visi misinya adalah peningkatan perekonomian masyarakat dan penguatan pada sektor pendidikan di Kota Surabaya.

Lalu, permasalahan kemiskinan. Menurutnya, masalah ini tidak hanya selesai dengan memberikan bantuan berupa sembako atau uang tunai.

"Harus mencari terobosan atau solusi baru, bahwa kalau orang miskin harus dicari persoalannya dimana? Semisal anaknya diberikan pekerjaan yang layak," jelasnya beberapa waktu yang lalu.

Cak Dedi sapaan akrabnya pun masih menunggu restu dari Partai Gerindra. Menurutnya, Partai Gerindra mempunyai mekanisme baku dalam menetapkan sosok yang akan diusung untuk pilkada dan dewan pimpinan pusat (DPP) memegang kendali penuh perihal penetapan.

"Karena saya sendiri pengurus partai, akses untuk ke sana otomatis lebih mudah. Artinya semua levelnya sama," tandasnya.

Cak Dedi melanjutkan Gerindra selalu membuka pintu koalisi dengan seluruh partai politik di Pilwali Surabaya 2024.

"Kami melakukan terobosan- terobosan, lobi-lobi politik kepada partai-partai lain," katanya.

Cak Dedi juga menyatakan tak khawatir dengan aksi safari politik yang gencar dilakukan oleh petahana Eri Cahyadi. Menurutnya, itu merupakan hal wajar.

"Semua punya kesempatan sama, petahana melakukan itu saya rasa wajar saja dalam trik berpolitik," katanya.

Diketahui, Eri Cahyadi sudah menemui sejumlah partai politik di Surabaya, yakni PKB, PKS, dan PSI. Menurut Cak Dedi, pertemuan tersebut juga bukan menjadi ajang menentukan pilihan dukungan pada Pilwali 2024.

Cak Dedi menyatakan setiap partai yang dikunjungi oleh Eri Cahyadi pasti akan melakukan evaluasi pada kinerja dan kepemimpinannya selama menjabat sebagai wali kota.

"Kepemimpinan sekarang ini belum masuk dalam kategori memuaskan masyarakat, karena banyak program yang sampai detik ini belum menyentuh masyarakat," paparnya.

Cak Dedi menyatakan juga akan melakukan hal serupa, yakni melakukan safari politik dalam waktu dekat.

"Tentu saya salah satu pengurus partai, saya juga punya hak sama. Kami baru melakukan langkah-langkah untuk persiapan pilkada, karena baru bulan April atau Mei itu baru dimulai," tutupnya.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU