Alasan Jokowi Batal Hadir Berikan Penghargaan Satyalancana di Surabaya

author Dani

- Pewarta

Kamis, 25 Apr 2024 16:16 WIB

Alasan Jokowi Batal Hadir Berikan Penghargaan Satyalancana di Surabaya

Surabaya (optika.id) - Presiden Joko Widodo batal memberikan penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha kepada sejumlah kepala daerah terpilih pada peringatan Hari Otonomi Daerahke-28 di Surabaya, Jawa Timur hari ini, Kamis (25/4/2024).

Pembatalan ini disebabkan oleh adanya agenda presiden yang lain, menurut keterangan yang dirilis oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Ingin Perbaikan Saluran di Karah Terus Dikerjakan 24 Jam

"Informasi terakhir yang kami terima juga begitu, beliau (Presiden Jokowi) ada agenda lain," jelas Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya Muhammad Fikser, Rabu (24/4/2024). 

Namun, detail lebih lanjut mengenai agenda presiden tersebut belum diungkap secara terbuka.

Pelaksana Tugas Deputi Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana, menegaskan bahwa Presiden tidak memiliki rencana kunjungan kerja ke Surabaya pada tanggal tersebut.

"Besok Presiden tidak ada agenda kunjungan kerja ke Surabaya," ujar Yusuf, Rabu (24/4/2024).

Baca Juga: Eri Cahyadi Akan Percantik Pasar Karah Jadi Lebih Modern

Hal ini berbeda dengan informasi awal yang disampaikan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang menyebutkan kehadiran Jokowi di acara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Insyaallah nanti Pak Presiden juga hadir untuk memberikan lencana. Lencana ini diberikan kepada wali kota, bupati dan gubernur yang akan diberikan sekali seumur hidup, atas prestasi yang pernah dilakukan untuk wilayahnya masing-masing," kata Eri, Selasa (23/4/2024) dikutip dari situs Pemkot Surabaya.

Meski Presiden Jokowi tidak dapat hadir, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dijadwalkan akan mewakili presiden dalam acara tersebut.

Baca Juga: Secepatnya, Eri Cahyadi Akan Resmikan Kota Lama Surabaya!

Penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha merupakan bentuk apresiasi negara terhadap kepala daerah yang telah menunjukkan prestasi luar biasa dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Pada tahun ini, penghargaan tersebut diberikan kepada 15 Kepala Daerah yang termasuk Bobby Nasution dan Gibran Rakabuming Raka. Acara itu juga merupakan bagian dari Hari Otonomi Daerah yang diselenggarakan di Surabaya. 

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU