Kata Pengamat Soal PKS Akan Ganti Dukungan ke Anies

author Dani

- Pewarta

Jumat, 28 Jun 2024 21:14 WIB

Kata Pengamat Soal PKS Akan Ganti Dukungan ke Anies

Jakarta (optika.id) - Pengamat politik Ray Rangkuti mengaku cukup terkejut dengan pernyataan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencalonkan Anies Baswedan sebagai calon gubernur DKI. Kenyataan ini sangat tidak disangka-sangka atau mengejutkan.

“Cepat kalipun kurasa. Belum pun tanduk pisang menguning, PKS sudah balik badan kebijakannya,’’ kata Ray Rangkuti dalam perbincangan di Jakarta, Rabu siang, (26/4/2024). 

Baca Juga: Maju Pilgub, Popularitas Sohibul Iman Masih Belum Cukup!

Pendadakan PKS mengumumkan calon gubernur (Cagub itu), lanjut Ray, terjadi dalam jarak waktu yang hanya baru tiga hari setelah PKS mengumumkan Sohibul Iman sebagai cagub. Namun, partai itu mengubah skenario ini menjadi Anies-Iman. Sebuah keputusan yang bahkan angin pun, mungkin, tidak dapat mendeteksinya.

‘’Ada apa dengan PKS?  Pertama, menunjukan apa yang selama ini saya sampaikan bahwa kelemahan PKS adalah kemampuan mereka dalam negosiasi dan lobi. Dalam hajatan politik Jakarta, setidaknya sudah dua  kali PKS menerima ‘kekalahan’ negosiasi. Kala menggugurkan Mardani Ali Sera sebagai cawagub dan hilangnya hak mereka untuk mendapatkan posisi cagub kala Sandiaga melaju sebagai cawapres,’’ ujarnya.

Baca Juga: Analis: Pilkada Akan Jadi Macam Pilpres Jika Anies Melawan Ridwan Kamil

Yang kedua juga dapat menjadi pertanda goyahnya kesolidan PKS secara internal disebabkan apa yang kita kritik sebelumnya bahwa menempatkan Sohibul Iman itu sebagai cagub dari PKS adalah strategi yang kurang tepat. Nama Sohibul Iman, jelas, kurang ‘menjual’ di DK Jakarta. Situasi ini memberi kesempatan barisan Anies di PKS untuk mendorong pasangan Anies-Iman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Artinya, tidak ada situasi eksternal yang menghendaki PKS untuk buru-buru mendeklarasikan Anies-Iman. Lebih karena perdebatan internal PKS sendiri. Dan, karenanya, tidak ada juga tujuan eksternal dari pengumuman ini. Misalnya memblokir kesempatan kepada nama lain untuk masuk,’’ kata Ray Rangkuti.

Baca Juga: Ray Rangkuti Ungkap Ada Hubungan Kuat Bansos dan Elektoral

Ada kesan terburu-buru PKS dalam mengumumkan pancalonan pasangan Anies-Iman (AMAN) di Pilkada Jakarta, Ray mengatakan bila ada beberapa catatan. Pertama, apakah menduetkan Anies-Iman sama dengan menduetkan dua orang bersaudara. “Pemilih Anies itu ya PKS. Idola warga PKS itu ya Anies. Jadi, tidak ada nilai tambah bagi pasangan ini. Mereka hanya berkeliling di lingkaran rumah mereka masing-masing.”

‘’Maka bagi Anies di Pilkada Jakarta 2024 membutuhkan figur lain yang menguatkan identitasnya bukan sebagai calon yang berada dalam satu lingkaran saja. Wajah Jakarta adalah wajah plural. Para calon, baiknya mengakomodasi pluralitas wajah Jakarta dalam menetapkan pasangan calon mereka. Melebar, bukan menyempit. Membuka bukan menutup. Maka, situasi ini, berpotensi juga memberi angin segar bagi calon lain untuk lebih mantap masuk ke Jakarta,’’ tegas Ray Rangkuti.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU