Optika.id Dua generasi petinju, legenda tinju dunia Mike Tyson dan bintang YouTube yang beralih menjadi petinju profesional Jake Paul, dijadwalkan bertemu dalam pertarungan yang akan menjadi salah satu momen paling menarik dalam sejarah olahraga ini.
Pertarungan ini, yang telah mendapatkan persetujuan dari Departemen Perizinan dan Regulasi Texas, akan berlangsung selama dua menit setiap ronde dengan aturan khusus.
Berbeda dari pertarungan kelas berat biasa, kedua petinju akan mengenakan sarung tangan 14 onslebih berat dari sarung tangan standar 10 ons. Aturan ini ditetapkan untuk menyeimbangkan intensitas pertarungan dan faktor keamanan.
Pertemuan mereka sebenarnya direncanakan pada 20 Juli, namun harus ditunda setelah Mike Tyson, 58 tahun, menjalani perawatan medis akibat kambuhnya tukak lambung dalam penerbangan dari Miami ke Los Angeles pada Mei lalu.
Mike Tyson: Sang Legenda
Mike Tyson bukan sekadar nama besar; ia adalah sosok yang merevolusi dunia tinju. Pada usia 20 tahun, ia menjadi juara dunia kelas berat termuda pada tahun 1986.
Setahun kemudian, ia menyatukan tiga sabuk utama (WBC, WBA, IBF) dan menjadi juara tak terbantahkan. Dengan rekor karier 50 kemenangan (44 KO) dan hanya 7 kekalahan, Tyson mempertahankan gelarnya sebanyak enam kali sebelum menderita kekalahan mengejutkan dari James "Buster" Douglas pada Februari 1990.
Kini, pada usia 58 tahun, Tyson kembali ke ring. Bagi banyak penggemar tinju, ini adalah kesempatan untuk menyaksikan kejayaan masa lalu yang berpadu dengan semangat persaingan masa kini.
Jake Paul: Bintang Baru yang Haus Tantangan
Jake Paul mungkin berasal dari dunia hiburan digital, tetapi ia telah membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar selebritas yang mencoba peruntungan. Dengan rekor 11 kemenangan (7 KO) dan hanya 1 kekalahan, ia telah membangun reputasi sebagai petinju serius.
Paul memulai karier tinjunya pada tahun 2020 dengan mengalahkan enam lawan berturut-turut, sebagian besar mantan petarung MMA. Kekalahan satu-satunya dari Tommy Fury pada Februari 2023 justru menjadi titik balik, karena ia memenangkan empat pertarungan berikutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan Paul untuk menantang Mike Tyson bukan hanya soal popularitas, tetapi juga untuk mengukuhkan posisinya sebagai petinju profesional yang patut diperhitungkan.
Daya Tarik Pertarungan
Pertarungan ini bukan sekadar duel tinju; ini adalah simbol dari dua era yang berbeda. Tyson membawa pengalaman, sejarah, dan kekuatan brutal yang telah membuatnya menjadi legenda. Sementara Paul membawa semangat generasi muda, kecerdasan strategi digital, dan tekad untuk membuktikan dirinya di panggung besar.
Para penggemar olahraga akan menyaksikan bagaimana pengalaman puluhan tahun Tyson menghadapi determinasi dan keberanian seorang petinju muda yang telah menantang norma.
Harapan dan Antisipasi
Dengan aturan unik dan perbedaan usia yang mencolok, pertarungan ini diprediksi akan menjadi salah satu tontonan paling menarik tahun ini. Akankah Tyson membuktikan bahwa pengalaman dan kekuatan tetap menjadi raja di ring? Atau justru Paul yang akan mencatatkan sejarah dengan mengalahkan salah satu nama terbesar dalam dunia tinju?
Jawabannya akan terungkap saat lonceng pertama berbunyi. Untuk saat ini, dunia hanya bisa menunggu dengan penuh antusiasme untuk menyaksikan benturan dua dunia di atas ring.
Penulis: Alfain Jalaluddin Ramadlan
Editor : Pahlevi