Kembali Turun ke Jalan, Buruh Jatim Masih Bawa Tuntutan Sama

author Jenik Mauliddina

- Pewarta

Rabu, 22 Des 2021 23:43 WIB

Kembali Turun ke Jalan, Buruh Jatim Masih Bawa Tuntutan Sama

i

Kembali Turun ke Jalan, Buruh Jatim Masih Bawa Tuntutan Sama

Optika.id, Surabaya - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Tim kembali turun kejalan dan melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Jatim dengan tuntutan masih sama, yakni menolak upah murah dan ingin UMP Jatim Tahun 2022 direvisi

Ketua FSPMI Jatim Jazuli mengatakan, buruh meminta pemerintah provinsi tidak mekakai Undang-undang cipta kerja sebagai dasar hukum penetapan UMP Jatim tahun 2022 dan mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi nomor 91/PUU-XVIII/2020.

Baca Juga: Etika Mengirim Undangan Online agar Rapi & Sopan

"MK sudah menyatakan UU nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat. Namun dalam prakteknya pemerintah masih tetap menggunakan UU Ciptaker dalam memutuskan kebijakan strategis," ujar Jazuli, Rabu (22/12/2021).

Sebanyak 300-400 buruh yang hadir menyampaikan orasinya dan tuntutannya meminta Gubernur untuk merevisi Kepgub Jatim terkait penetapan UMK di 38 Kabupaten/Kota. Buruh meminta kenaikan UMK di seluruh kabupaten/kota naik sebesar 7,05 persen.

"Kita ingin Pemprov Jatim patuh terhadap Putusan MK tersebut, kami juga meminta kepada DPRD Jatim melaksanakan fungsi pengawasan untuk mengontrol pelaksanaan peraturan undang-undang dan kebijakan dari Pemprov," sambungnya

Buruh juga mendesak Pengadilan Tinggi Surabaya untuk tidak memakai UU cipta kerja sebagai dasar putusan perselisihan perkara industrial. 

Baca Juga: Wow, UU Ciptaker Jepit dan Merugikan Tenaga Kerja

"Kepada Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri setempat agar hakim dalam memeriksa dan memutus perkara perselisihan hubungan industrial tidak menggunakan acuan UU nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja beserta aturan turunannya," tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi ini berjalan dengan damai dan tidak sampai mengganggu lalu lintas di sekitar tempat demonstrasi.

Baca Juga: Respon Pengusaha Atas UMP 2024: Cukup Moderat

Reporter: Jeni Maulidina

Editor: Amrizal

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU