Tolak Perubahan SMAN 1 Bangil, Warga Minta Audiensi dengan Pihak Sekolah dan Dinas Terkait

author Jenik Mauliddina

- Pewarta

Jumat, 31 Des 2021 03:10 WIB

Tolak Perubahan SMAN 1 Bangil, Warga Minta Audiensi dengan Pihak Sekolah dan Dinas Terkait

i

Tolak Perubahan SMAN 1 Bangil, Warga Minta Audiensi dengan Pihak Sekolah dan Dinas Terkait

Optika.id - Jaringan Alumni SMAN 1 Bangil meminta jajak dengar pendapat dan sosialisasi dari pihak sekolah dan dinas terkait tentang rencana perubahan SMAN 1 Bangil, Pasuruan Menjadi SMAN 1 Taruna Madani Jawa Timur. 

Shivas, salah satu Alumni menuturkan, mereka akan mengambil langkah birokratis untuk meminta kejelasan. Pasalnya, menurut dia selama ini Masyarakat sekitar hanya mendapat informasi terkait mekanisme, biaya, dan program tersebut media massa dan teman. 

Baca Juga: Seribu Anak Yatim Lamongan Terima Santunan

"Selama ini tidak ada sosialisasi terkait perubahan SMAN 1 Bangil menjadi sekolah berbasis pondok pesantren atau boarding school atau apalah itu.karena Kami terpelajar, kami menginginkan audiensi kepada pihak sekolah. Kami mengharapkan respon baik dari Kepala Sekolah," ujarnya saat dimintai keterangan Optika.id, Kamis (30/12/2021). 

Dia menambahkan, jika tidak ada respon baik pihak sekolah, pihaknya akan terus membawa hal ini ke tingkat yang pemerintahan yang lebih tinggi. 

"Kami akan terus mengupayakan ke pihak yang lebih tinggi, kalau dari pihak sekolah kita tidak ada respon, kita akan naik, tidak bisa, naik lagi dan seterusnya kalau perlu menjadi nasional," imbuhnya

Menurutnya, Ia bersama masyaraka akan terus mengupayakan kejelasan nasib anak-anak masyarakat Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Sebab terkait SMAN 1 Taruna madani tidak menjadi jawaban akses pendidikan murah berkualitas seperti yang diinginkan masyarakat sekitaran. 

"Siswa SMAN 1 Taruna Madani punya kesempatan datang dari seluruh Indonesia,. Bagaimanapun dengan anak SMP kelas 3 masyarakat sekitar mau melanjutkan di mana?" katanya. 

Baca Juga: Ramadhan, Khofifah Berikan Santunan ke Anak Yatim

Menurut kabar yang beredar di masyarakat, sekolah yang diresmikan Gubernur Khofifah 23 November 2021 ini, akan berbasis spritual, intelektual, dan kesamaptaan dengan  biaya masuk yang dibebankan ialah sebesar Rp 12,5 juta dan Rp 17,5 juta. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inilah yang menjadi salah satu poin penting penolakan perubahan SMAN 1 Bangil yang telah berdiri 41 tahun bersama masyarakat Bangil, Pasuruan. 

Baca Juga: Eks Gubernur Jatim Ajak Masyarakat "Nyatu" Usai Pemilu 2024

Reporter: Jenik Mauliddina

Editor: Amrizal

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU